Inilah Doa yang Dibaca Sarah Istri Nabi Ibrahim hingga terhindar dari Kejahatan Rudapaksa

By | Mei 19, 2016

Belakangan ini kita digegerkan dengan berita beberapa kasus pemerk*saan/ rudapaksa sadis dan biadab yang sangat tidak berperikemanusiaan, selain merudapaksa juga korbannya dibunuh tanpa belas kasihan. masyaAllah! Naudzubillah min dzaalik!

Kebiadaban para pelaku rudapaksa akan membuat geram siapa saja yang membaca/mengikuti beritanya, dan wacana kebiri para pelaku pun mengemuka. Bapak Presiden kita mengatakan bahwa kondisi saat ini sudah merupakan darurat kejahatan seksual dan harus dibuatkan aturan khusus yang harus membuat jera para pelakunya.

Inilah tanda-tanda kerusakan akhir zaman dimana akhlaq manusia makin rusak dengan makin rendahnya pemahaman agama, sementara sarana dan prasarana dosa dan maksiat merajalela dimana-mana. Film yang tidak layak ditonton beredar dimana-mana, mudah diakses sehingga meracuni generasi muda bahkan anak-anak kecil yang masih bau kencur.

Kejadian upaya pemaksaan nafsu hewan ini sebenarnya sudah ada ribuan tahun yang lalu seperti kisah Saroh Istri nabi Ibrahim berikut ini :

 
doa anti pemerkosaan, doa sarah istri Nabi Ibrahim
 
 Sarah (سَارَةَ) isteri Nabi Ibrahim AS (‘AlaihisSalam) termasuk wanita tercantik di negerinya ketika itu. Suatu ketika Nabi Ibrahim dan Saroh masuk ke suatu desa dimana di desa tersebut terdapat raja yang suka memaksa, raja yang bengis dan bernafsu hewan terhadap wanita. Kecantikan Sarah didengar oleh raja yang bejat akhlaknya tersebut.

Singkat cerita, Sarah dibawa ke istana untuk dijadikan pelampias nafsu hewan sang raja.

Ketika di dalam kamar istana raja, dan sang raja sudah bersiap sedia melampiaskan nafsu hewannya, Sarah pun berdoa:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ

Allohumma in kuntu aamantu bika wabirosulika, wa ahsontu farji illa ‘ala zauji, falaa tusallith ‘alayyalkaafiro

“Ya Allah, bahwasannya aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku menjaga kemaluanku kecuali untuk suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan aku pada orang kafir ini”.

Akibat doa tsb, seluruh tubuh sang Raja menjadi kaku dan dia tidak mampu bergerak mendekati Sarah, dan hal itu terjadi berulang-ulang.

Akhirnya sang raja merasa ketakutan dan membebaskan Sarah kembali kepada suaminya tercinta Nabi Ibrahim a.s.

Bahkan sang raja memberi hadiah kepada Sarah dengan hadiah seorang hamba sahaya (budak) wanita yang bernama Hajar.   (HR. Al-Bukhari: 2065).

Bunyi Haditsnya secara lengkap sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاجَرَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام بِسَارَةَ فَدَخَلَ بِهَا قَرْيَةً فِيهَا مَلِكٌ مِنْ الْمُلُوكِ أَوْ جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ فَقِيلَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ بِامْرَأَةٍ هِيَ مِنْ أَحْسَنِ النِّسَاءِ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ مَنْ هَذِهِ الَّتِي مَعَكَ قَالَ أُخْتِي ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ لَا تُكَذِّبِي حَدِيثِي فَإِنِّي أَخْبَرْتُهُمْ أَنَّكِ أُخْتِي وَاللَّهِ إِنْ عَلَى الْأَرْضِ مُؤْمِنٌ غَيْرِي وَغَيْرُكِ فَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ الْأَعْرَجُ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ يُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ تُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ هَذَا الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ فَيُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا أَرْسَلْتُمْ إِلَيَّ إِلَّا شَيْطَانًا ارْجِعُوهَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَعْطُوهَا آجَرَ فَرَجَعَتْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَتْ أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ كَبَتَ الْكَافِرَ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً

Artinya :

Abul Yaman telah menceritakan kepada kami Imam Bukhary, Syuaib telah mengabarkan kepada kami AbulYaman, Abuzinad telah menceritakan kepada kami Syuaib, (haditsnya) dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

” (Suatu ketika) Nabi Ibrahim Alaihissalam berhijrah bersama isterinya yang bernama Sarah / Saroh lalu memasuki suatu desa yang di dalam desa itu ada seorang raja dari beberapa raja atau seorang yang pemaksa diantara para raja yang suka memaksa. Dikatakan; Nabi Ibrahim datang bersama Sarah seorang wanita yang cantik (sebaik-baiknya wanita).

Lalu Nabi Ibrahim dipanggil kemudian ditanya: Wahai Ibrahim, siapakah wanita yang bersamamu itu?” Nabi Ibrahim berkata: “Dia adalah saudariku”. (NB: Nabi Ibrahim terpaksa berbohong karena kalau mengatakan yang sebenarnya bahwa Sarah adalah istrinya maka Ibrahim akan dibunuh oleh raja tersebut).

Lalu Nabi Ibrahim kembali kepada Sarah dan berkata: “Janganlah kamu mendustakan perkataanku karena aku telah mengabarkan kepada mereka bahwa kamu adalah saudariku. Demi Allah sesungguhnya tidak ada orang beriman di tempat ini selain aku dan kamu”.

Kemudian Sarah dibawa menghadap raja untuk hidup bersamanya. Maka Sarah berwudhu’ lalu shalat seraya berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluanku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau kuasakan aku dengan orang kafir ini”.

Maka tiba-tiba raja itu langkahnya terhenti hingga kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung-ujung jari-jemari kakinya. Berkata Al A’raj, berkata Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, sesungguhnya Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Sarah berdo’a: “Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya”.

Maka Sarah dibawa kepada raja itu dan telah berdiri dihadapannya. Maka Sarah berwudhu’ lalu shalat seraya berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluamku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau kuasakan aku dengan orang kafir ini”.

Secara tiba-tiba lagkah raja terhenti dan kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung jari jemari kakinya. Berkata ‘Abdurrahman, berkata Abu Salamah berkata, Abu Hurairah radliallahu ‘anhu: Sarah berkata: “Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya”.

Maka Sarah dibawa untuk kali kedua atau ketiga. Maka raja itu berkata: “Demi Allah, tidaklah kalian bawa ke hadapanku melainkan syetan. Kembalikanlah wanita itu kepada Ibrahim dan berikan dia upah.

Maka Sarah kembali kepada Ibrahim Alaihissalam lalu berkata: “Apakah kamu menyadari bahwa Allah telah menghinakan orang kafir itu dan menjadikannya sebadai budak seorang hamba sahaya?”

Itulah doa yang dibaca Sarah sehingga ia terselamatkan dari kejahatan pemerk*saan / rudapaksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *