Akronim Sunda dan Penganan Khas Bandung yang Menggunakan Akronim

By | Juli 21, 2015
Beberapa Akronim (singkatan) sunda yang sering dipakai masyarakat Bandung, diantaranya :
  • Basreng : baso digoreng
  • Batagor : baso tahu goreng
  • Buryam : bubur ayam
  • Cimol : aci di gemol (dikunyah)
  • Cireng : Aci di goreng (aci: tepung terigu)
  • Cilok : Aci dicolok (Di Bandung, beberapa pedagang cilok: cilok bapri, cilok midun dll).
  • Cileuh : kecil-kecil geuleuh (geuleuh: menjijikkan)
  • Ciu : aci dan cau
  • Colenak : dicocol enak.
  • Combro/ comro : Oncom di jero (di jero: di dalam)
  • Datutsirpa: kuda hitut, kusir nu nampa
  • Dewasa : Gede wadah sangu, gede wadul ka sasaha
  • Gehu : toge tahu
  • Gedebos : gede bobos
  • Gopar : goreng parab
  • Jahe : janda herang
  • Jelema: meurejeul ti ema (keluar dari perut ibu)
  • Kirata : dikira-kira tapi nyata
  • Misro : amis di jero (amis : manis, di jero: di dalam/ bagian dalamnya manis)
  • Nyabu : nyarap bubur (sarapan bubur)
  • Parlan : ngampar di jalan
  • Pisgor : pisang goreng
  • Piscok : pisang coklat
  • Pismol : pisang molen
  • Sukro : su’uk dijero (suuk: kacang, di jero: di dalam)
Ada juga yang berupa plesetan dari kata sunda yang ada, seperti:
  • nyaeta ; nyeta : monyet numpak kareta
  • nu matak nu mawi : nu botak katinggang awi

Penganan khas Bandung yang menggunakan akronim


gorengan makanan khas sunda

gorengan : gehu, pisgor, cireng, bala-bala





Combro (oncom di jero).

Penganan khas sunda yang terbuat dari parutan singkong yang di goreng dimana di dalam parutan singkong (yang biasanya dibuat bulat) diisi dengan sambal oncom (oncom di dalam/ oncom di jero). Bedanya dengan misro, kalau misro di isi dengan gula merah sedangkan comro diisi dengan sambal oncom/ dage.

comro, misro

kiri: Comro, kanan: misro

Misro (amis dijero)
Penganan khas Sunda yang terbuat dari parutan singkong dan di dalamnya di isi dengan gula merah, kemudian di goreng. Gula merah di dalam parutan singkong itu setelah digoreng akan meleleh dan misro akan terasa manis ketika disantap, sehingga disebut misro (amis di jero/ manis bagian dalamnya)

Cilok (Aci di colok)


cilok
cilok

Cilok di buat dari bahan yang sangat sederhana yaitu hanya aci saja yang di rebus dengan air sampai matang, kemudian di beri bumbu saus atau bumbu kacang sebagai bumbu penyedapnya.


Cireng (Aci di goreng)
Cireng, berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Kini cireng hadir dengan berbagai variasi rasa. Cireng daging ayam, sapi, sosis, bakso, keju dan lain-lain. 

Kuliner dan Jajanan lainnya di Bandung yang Cukup Terkenal, diantaranya:
1. Lotek
2. Karedok
3. Ulukutek Leunca
4. Mie Kocok Bandung
5. Surabi
6. Nasi Timbel
7. Peuyeum Bandung
8. Cendol
9. Gepuk
10.Tutut
11. Rujak Cuka
12. Pisang Molen
13. Awug
14. Gemblong
15. Bandros
16. Gurandil
17. Putri Noong
18. Leupeut
19. Katimus
20. Ciu
21. Nagasari

Sementara jenis jajanan berupa minuman khas Bandung diantaranya :
1. Bandrek
2. Bajigur
3. Es Goyobod
4. Es Lilin

Demikian beberapa akronim sunda yang ada di Bandung dan beberapa penganan/ jajanan/ kuliner yang menggunakan kata akronim serta jenis kuliner lainnya.

Silakan kalau ada yang mau menambahkan atau memberikan koreksi.

One thought on “Akronim Sunda dan Penganan Khas Bandung yang Menggunakan Akronim

  1. Diki Nurdiansyah

    saya tertarik dengan tulisan anda tentang makanan khas bandung, sangat bermanfaat artikelnya, menambah wawasan pengetahuan, saya juga punya tulisan seperti ini yang bisa anda lihat di sini

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *