Masya Allah, Kalimat Doa Ini Menggetarkan Langit Ke 4 ! Silakan Ikuti Kisah Hikmahnya…

Ini adalah cerita hikmah, kisah nyata seorang shahabat Nabi Muhammad SAW yang berdoa menggunakan Asmaul Husna, saking baiknya kalimat tersebut hingga menggetarkan langit ke-4, MasyaAllah mustajab sekali! Pintu-pintu langit pun terguncang!

Di nukil dari kitab Al Mustaghitsin Billah Ibnu Basykuwal

عن أنس، قال: كان رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأنصار، يكنى أبا معلق، وكان تاجرا يتجر بمال له ولغيره، ويضرب به في الآفاق، وكان ناسكا ورعا،

Dari sahabat Anas bin Malik Radliallahu Anhu (semoga Allah meridhoinya), ia berkata :

” Ada seseorang dari sahabat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dari kaum anshor yang berjuluk Abu Mu’allaq, Abu Mu’allaq adalah seorang pedagang, dia berdagang dengan hartanya sendiri dan juga dengan hartanya orang lain, dia berdagang di berbagai daerah dan dia adalah seorang ahli ibadah yang wira’i (menjaga diri dari hal-hal yang di larang).

فخرج مرة فلقيه لص مقنع في السلاح، فقال له:
ضع ما معك فإني قاتلك. قال: ما تريد إلى دمي، شأنك بالمال.
قال: أما المال فلي ولست أريد إلا دمك. قال: أما إذ أبيت فذرني أصلي أربع ركعات.
قال: صل ما بدا لك.

Suatu ketika ia keluar untuk menjalankan roda usahanya, namun di tengah perjalanan ia dihadang oleh perampok dengan pedang terhunus di tangannya, perampok itu berkata padanya :

“Tinggalkan seluruh yang engkau miliki di tempat ini, karena saya akan membunuhmu !”,

“Kau rupanya hanya menginginkan nyawaku, tidakkah cukup bila harta ini jadi milikmu?” jawab Abu Mu’allaq.

“ Adapun harta ini, maka ia telah menjadi milikku, dan saya tidak menginginkan yang lain kecuali kematianmu.” tukas si perampok,

“Baiklah. Tapi saya minta syarat kepadamu”, pinta Abu Mu’allaq.

“Syarat apa?” tanya si perampok.
“Biarkan saya shalat 4 Rakaat dulu” kata Abu Mu’allaq.

“Shalatlah sesukamu” kata perampok.

فتوضأ، ثم صلى أربع ركعات، فكان من دعائه في آخر سجدة أن قال: «يا ودود، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، أسألك بعزتك التي لا ترام، وملكك الذي لا يضام، وبنورك الذي ملأ أركان عرشك، أن تكفيني شر هذا اللص، يا مغيث أغثني» . ثلاث مرات

Abu Mu’allaq kemudian berwudhu lalu melaksanakan shalat 4 rakaat penuh kekhusyu’an. Pada sujud terakhirnya ia kemudian berdo’a,

“Yaa Waduud, Yaa dzal ‘arsyil majiid, Yaa fa’aalul lima yuriid, As-aluka bi’izzatika laa turaam, wa mulkikal ladzii laa yudloom, wa binuurikal ladzii mala-a arkaana ‘arsyika, Antakfiyanii syarra hadza llish Yaa mughiits aghitsni…

“Wahai Yang Maha Kasih, Wahai Pemilik Arsy Yang Maha Agung, Wahai yang sanggup melakukan apapun seusai dengan kehendak-MU, aku memohon pada-Mu dengan segala keagungan-Mu yang tak tertandingi, dan kerajaanMu yang tak terkalahkan. Aku mohon pada-Mu dengan cahaya keagungan-Mu yang telah memenuhi sendi-sendi Arsy-Mu agar Engkau cukupkan keburukan perampok ini,

Wahai Yang Maha penolong, tolonglah aku”,

Do’a tersebut diucapkannya sebanyak 3 kali .

فإذ دعا بها ثلاث مرات، فإذا هو بفارس قد أقبل بيده حربة، وضعها بين أذني فرسه، فلما بصر به اللص أقبل نحوه حتى طعنه فقتله.
ثم أقبل إليه. قال: قم. قلت: من أنت بأبي وأمي؟ ّ! قد أغاثني الله بك اليوم.

Tatkala do’anya yang ketiga kalinya, tiba tiba datang seorang ksatria berkuda dengan sebilah tombak di tangannya muncul dan ketika melihat sang perampok, dia segera menyerang perampok tersebut hingga membunuhnya.

Ia kemudian mendatangi Abu Mu’allaq dan berkata padanya,

“Berdirilah”,

Mendengar perintah tersebut, Abu Mu’allaq tersentak kaget lalu berkata : “Demi ayah dan Ibuku! siapakah anda, sungguh Allah telah menolongku hari ini melalui tangan Anda.”

قال: أنا ملك من أهل السماء الرابعة، دعوت بدعائك الأول فسمعت لأبواب السماء قعقعة، ثم دعوت بدعائك الثاني فسمعت لأهل السماء ضجة، ثم دعوت بدعائك الثالث فقيل: دعاء مكروب.
فسألت الله أن يوليني قتله.
قال: أبشر واعلم أنه من توضأ وصلى أربع ركعات ودعا الدعاء، استجيب له مكروبا كان أو غير مكروب.

Kesatria berkuda berkata : “ Saya adalah malaikat penghuni langit ke empat. Tatkala engkau memanjatkan do’amu yang pertama, maka terdengarlah guncangan pintu-pintu langit, ketika engkau mengucapkan untuk yang kedua, maka getaran do’a itu pun terdengar oleh penghuni langit, dan tatkala engkau mengucapkan untuk ketiga kalinya, maka dikatakan padaku bahwa itu adalah do’a hamba yang sedang dalam kesulitan.

Saya lalu memohon kepada Allah agar menyerahkan tugas membunuh perampok itu kepadaku.”

Anas bin Malik berkata :

” Berbahagialah, dan ketahuilah bahwa barang siapa melakukan wudhu dan sholat empat rokaat kemudian berdoa dengan doa tersebut maka akan diijabah baginya baik dia dalam keadaan kesulitan maupun tidak “

Cukup mudah untuk meraih ijabahnya doa

Sholat sunah 4 rokaat, di sujud terakhir baca doa tersebut sebanyak 3x..insya Allah langit akan tergoncang dan malaikat akan turun untuk menolong hamba yang sholeh yang sedang menghadapi kesulitan.

Itulah kisah hikmah, betapa mantapnya berdoa menggunakan Asma Allah yang paling baik yakni Asmaul Husna. semoga barokah.

Mungkin Anda Tertarik Membaca yang ini :

Bagaimanakah Cara Membaca Asmaul Husna dalam Doa Kita
Kefadholan Menghafalkan, Memahami, Menghayati & Mengamalkan Asmaul Husna

2 thoughts on “Masya Allah, Kalimat Doa Ini Menggetarkan Langit Ke 4 ! Silakan Ikuti Kisah Hikmahnya…

  1. Sholat sunah. Niatkan hanya kepada allah taala semata.
    Innama a’malu biniat.
    Tidak perlu ada keraguan untuk beribadah ke pada allah. Yakin sholat sunah apa pun asal tulus dan ikhlas akan sangat bernilai lebih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *