Qurban Sesudah Shalat Idul Adha Amalan Paling Afdhal di Bulan Dzulhijah

By | September 11, 2015

Ada beberapa rangkaian amalan yang bisa kita kerjakan di Bulan Dzulhijah, yakni diantaranya:

1. Bagi yang berniat qurban, disunahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. (InsyaAllah untuk Bulan September 2015 ini mulai tanggal 13 Sept 15)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮُ ﻭَﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌَﺮِﻩِ ﻭَﺑَﺸَﺮِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang lain,

ﻓَﻼَ ﻳَﺄْﺧُﺬَﻥَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺮِﻩِ ﻭَﻻَ ﻣِﻦْ ﺃَﻇْﻔَﺎﺭِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ

“Janganlah ia memotong rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sampai ia menyembelih.” (HR. Muslim).

2. Yang tidak sedang berhaji, di sunnahkan berpuasa Arofah tanggal 9 Dzulhijah. (InsyaAllah tanggal 23 Sept 15)

Sabda Rasulullah SAW :

ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺑَﻌْﺪَﻩُ
ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ

“ Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya. ” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

3. Sholat Iedul Adha.

Sunnah-Sunnah Di Hari Idul Adha

1. Mandi. Dalilnya:

ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺳﺄﻝ ﻋﻠﻴﺎ ، ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻋﻦ ﺍﻟﻐﺴﻞ ، ﻓﻘﺎﻝ : ﻏﺘﺴﻞ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ ، ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺑﻞ ﺍﻟﻐﺴﻞ , ﻗﺎﻝ ﺍﻏﺘﺴﻞ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺟﻤﻌﺔ ، ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﻔﻄﺮ ، ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﻨﺤﺮ ، ﻭﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ

“Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah’ ” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa 1/177)

2. Memakai pakaian yang terbaik.

Sebagaimana diriwayatkan dari Nafi’:

ﺃَﻥَّ ﺍﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻠْﺒَﺲُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌِﻴﺪَﻳْﻦِ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺛِﻴَﺎﺑِﻪِ

“Ibnu Umar biasa mengenakan bajunya yang terbaik pada Idul Fitri dan Idul Adha ” (HR. Al Baihaqi 6143, dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 2/510)

3. Tidak makan hingga kembali dari shalat Id. Dalilnya hadits Buraidah:

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻻ ﻳﺨﺮﺝُ ﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻔﻄﺮِ ﺣﺘَّﻰ ﻳَﻄﻌَﻢ ، ﻭﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻨﺤﺮِ ﻻ ﻳﺄﻛﻞ ﺣﺘَّﻰ ﻳﺮﺟﻊَ ﻓﻴﺄﻛﻞَ ﻣﻦ ﻧَﺴِﻴﻜﺘِﻪِ

“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat, lalu makan dengan daging sembelihannya ” (HR. Muslim 1308)

4. Mengambil jalan yang berbeda ketika pergi shalat Id. Dalilnya hadits Jabir:

ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﻮﻡ ﻋﻴﺪٍ ﺧﺎﻟَﻒَ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖَ

“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya ketika hari Id mengambil jalan yang berbeda antara pulang dan pergi ” (HR. Bukhari 986)

Apakah Pengertian Qurban

 qurban, hewan qurban, sapi

Qurban / kurban berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga udhhiyah atau dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan.

Merupakan ritual ibadah yang dikerjakan pada Bulan Dzulhijah (tanggal 10 Dzulhijah/ hari nahar, bisa juga di hari tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijah, tapi yang lebih afdhal yang tanggal 10 dzulhijah) dengan cara menyembelih hewan qurban : kambing, sapi, unta.

Qurban merupakan “Sunnnati Abiikum Ibroohiim ” sunnah yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS  .

Perintah Allah berupa wahyu kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan perintah melaksanakan Qurban dengan menyembelih hewan qurban tertera dalam firman-Nya dalam Surat Al Kautsar (No. Surat 108) ayat 2 sebagai berikut :

……ﻓَﺼَﻞِّ ﻟِﺮَﺑِّﻚَ ﻭَﺍﻧْﺤَﺮْ …..

Artinya : “ Shalatlah kepada Rabb-mu dan berqurbanlah ” (QS. Al Kautsar: 2)

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺷَﻬِﺪْﺕُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺍﻷَﺿْﺤَﻰ ﺑِﺎﻟْﻤُﺼَﻠَّﻰ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺧُﻄْﺒَﺘَﻪُ ﻧَﺰَﻝَ ﻣِﻦْ ﻣِﻨْﺒَﺮِﻩِ ﻭَﺃُﺗِﻰَ ﺑِﻜَﺒْﺶٍ ﻓَﺬَﺑَﺤَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻭَﻗَﺎﻝَ : )) ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻋَﻤَّﻦْ ﻟَﻢْ ﻳُﻀَﺢِّ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻰ )).

“Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah RA (radhiallahu ‘anhu) bahwasanya dia berkata, “Saya menghadiri shalat idul-Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan: Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku”

 

Melaksanakan Qurban bagi yang mampu, merupakan kewajiban, perhatikan peringatan bagi yang mampu berkurban tapi tidak  melaksanakannya, Sabda Nabi Muhammmad SAW :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA)

Amalan yang paling disenangi oleh Alloh pada yaumun-Nahr yaitu hari ini tgl.10 dzulhijah yaitu menyembelih qurban,

Waqoola rosuulullohi SAW : maa ’amila aadamiyyun min ’amalin yaumannahri, ahabba ilalloohi min ihrooqiddam..HR. Tirmidzi

Dalam Hadits Riwayat Abu Dawud, qoola ashaburosuulillah SAW : yaa Rosuulalloh maahaadzihil adhohiyyu? qoola sunnnati abiikum ibroohiim. qoolu: famaalanaa fiiha yaarosuulallooh? qola: bikulli sya’arotin hasanatun. qoolu: fasshuufu yaa rasuulalloh? qoola: bikulli sya’arotin minasshuufi hasanatun.

Begitu besarnya pahala Qurban, Nabi Muhammad SAW melanjutkan sabdanya :

 

Qola: mal amalu fii ayyaamil asyri afdhola minal amali fii haadzih. Qoluu walal jihaadu? qoola: walal jihaadu, illa rojulun khoroja yukhotiru binafsihi wamaalihii falam yarji’ bisyai in. 

 

” Tidak ada amalan (di Bulan Dzulhijah) yang lebih afdhal daripada amalan qurban ini. Shahabat bertanya : tidakkah Jihad (yang lebih afdhal) ? Rasulullah menjawab: tidak pula jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar berperang dengan diri dan hartanya dan ia tidak kembali dengan apapun (kembali tinggal nama).

 

Dalam Hadits lain disebutkan bahwa Hewan qurban kita akan menjadi tameng kita dari neraka.

 

Bagaimanakah Sejarah Qurban?

Perintah berkurban ini mengingatkan kita pada peristiwa historikal yang penting dan menakjubkan, yaitu peristiwa Nabi lbrahim dan Nabi Ismail, yang telah memberikan keteladanan kepada kita dengan tiada bandingan. Peristiwa yang memberi hikmah bagaimana seharusnya manusia berbuat untuk mencapai keselamatan dan kehahagiaan yang hakiki di sisi Allah. Lihatlah, bagaimana kisah kasih ayah dan anak, yaitu lbrahim dan Ismail mengemban amanat Allah tatkala Ibrahim berseru kepada anaknya:

قَالَ يبُنَيَّ اِنّيْ اَرى فِى الْمَنَامِ اَنّيْ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرى

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelih engkau. Maka, bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? “(Q.S. Ash-Shoffat: 102)

Kemudian, dengan penuh ketenangan Ismail menjawab:

قَالَ ياَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ اِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ الصّبِرِيْنَ

Wahai ayahku! Laksanakanlah apa saja yang dititahkan oleh Allah akan ayah jumpai bahwa ananda termasuk golongan orang yang sabar. (QS.Ash-Shoffat: 103)

Nabi lbrahim pun melaksanakan perintah yang luar biasa berat itu dengan hati tulus ikhlas dan iman yang kuat. Atas keteguhan iman dan ketaatannya, Allah menukar pengorbanan dengan seekor kambing besar

Hari Raya Idul Adha pada hakekatnya adalah napak tilas dari ibadah dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada perintah Sang Khalik, ALLOH SWT, yang kisahnya dilukiskan dalam Al Quran dalam surat Ash-Shaffat : 100-103.

رَبّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّلِحِيْنَ. فَبَشَّرْنهُ بِغُلاَمٍ حَلِيْمٍ. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يبُنَيَّ اِنّيْ اَرى
فِى مَنَامِ اَنّيْ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرى قَالَ ياَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ اِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ الصّبِرِيْنَ. فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّه لِلْجَبِيْنِ. الصفت:100-103

Ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih, maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat shabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu”. Ia menjawab, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang shabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, (nyatalah keshabaran keduanya). [QS. Ash-Shaffat : 100-103]

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma’il AS digambarkan ALLOH SWT sebagai ujian keimanan yang nyata sebagai mana Firman-Nya dalam surah Ash-Shaffat ayat 106:

اِنَّ هذَا لَهُوَ الْبَلؤُا الْمُبِيْنُ yang artinya, ‘Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata’.

Dan dalam lanjutan kisah penyembelihan ini ALLOH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menggantikan Nabi Ismail dengan sembelihan dari syurga yakni seekor kibas yang besar yang dahulu dikorbankan oleh Habil, putra Nabi Adam AS sebagaimana Firman ALLOH dalam surah Ash-Shaffat 107 وَ فَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.  yang artinya, ‘Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba gibas).

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjunjung tinggi perintah ALLOH dan keikhlasan serta kesabaran Nabi Ismail mengundang kekaguman para malaikat yang menyerukan kalimat Takbir, ‘Allohu Akbar Allohu Akbar’, yang disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat Tahlil, Laailaha Ilalloh, yang diikuti pula oleh Nabi Ismail dengan ucapan Tahmid, ‘Allohu Akbar WalillahIlhamd ‘yang hingga saat ini, rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha.

Dengan Qurban Sejatinya Allah Menguji Ketaqwaan kita

Alloh tidak membutuhkan daging dan darah qurbanmu, Allah hanya menguji ketaqwaanmu. QS. Al-Haj:37

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

 “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Jangan lupa, ada hak 2/3 dari hewan sembelihan qurban kita untuk dishodaqohkan.

”Fakuluu minha wa ath’imulqoni’a walmu’tar..”(QS Al Haj 36)
”wassuunatu ayya’kula minha tsulutsan, wayatasoddaqo bitsulutsaini…”
”iddakhiruutlulutsa watashoddaqu bima baqiya..” (HR Abu Dawud)

Semoga Alloh memberi manfaat dan barokah, آمين

Persiapan Idul Adha dan Qurban.

Penentuan 1 Dzulhijah (H-10, sunah tidak potong kuku/ rambut)…Info selanjutnya untuk kapan penentuan jatuhnya Idul Adha, kita tunggu sidang isbat Kementrian Agama RI.

Penulis : Ustadz Yunus Saefullah, S.Pdi

Catatan dari redaksi (14 September 2015) :

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu (13/9/2014) malam menetapkan bahwa 1 Dzulhijah 1436 Hijriah jatuh pada Selasa (15/9). Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin saat jumpa pers di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Dengan demikian, pemerintah memutuskan bahwa 10 Dzulhijjah 1436 H atau Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban jatuh pada Kamis (24/9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *