Benarkah Hubungan Suami-istri di Malam Jumat adalah Sunnah Rasul ?

By | September 10, 2015

sunnah rasul, sunah rosul, hubungan suami-istri, malam jumat sunah rosul

Menjelang malam jumat seperti hari ini (NB: di Indonesia hari ini adalah hari Kamis) biasanya baik di dunia online maupun offline sudah mulai banyak yang membicarakan dan mulai memasang status “MALAM JUMAT SUNNAH RASUL”. Tahu khan maksudnya?  
Sunnah Rasul yang mereka maksudkan adalah aktivitas pasutri (pasangan suami-istri) untuk melakukan hubungan intim suami-istri di malam Jumat yang katanya itu adalah sunah rosul. Ada-ada saja ya? enya kitu? eta mah gagabah pisan !
Entah siapa yang memulainya, beberapa status di bbm maupun whatsapp dan media sosial lainnya, tiap hari kamis atau malam jumat marak dengan status seperti semisal : ” Tos malam jumat deui, sok karunya kanu bujangan” (Sudah malam jumat lagi, suka kasihan kepada yang masih bujangan), emangnya kenapa ya? (#pura-pura tidak mengerti maksudnya apa pernyataan ini)..hehe…
Coba saja, kalau kita searching dengan mesin pencari dengan menggunakan kata kunci “status malam jumat”, maka akan muncul penawaran pilihan dari google : status malam jumat di facebook, status malam jumat islami, status malam jumat gokil, status malam jumat terbaru…termasuk bila kita cari dp bbm malam jumat, dp bbm malam jumat lucu gokil terbaru, dsb. 
Inilah Beberapa Status Malam Jumat yang Beredar di Masyarakat Internet
* Berbagai status berkaitan malam jumat yang katanya Islami, misalnya: 
  • malam minggu malam orang pacaran, malam jumat malam sunah pasangan yang udah nikah, malamnya jomlo kapan?
  • Now Sunah Rosul Time
  • Selamat menikmati malam jumat ya…
  • Jangan ganggu, lagi sunah rosul
  • Sunnah Rasul night is coming!
  • Nanti malam sunnah rasul, jangan lupa baca doa ya sebelum dan sesudahnya.
* Status malam jumat gokil / lucu: 
  • STATUS MALAM JUMAT, KHUSUS MALAM JUMAT : BBM off lebih awal, No tweet, No Chat, No FB, No call.
  • Aduuh pusing, udah lama nggak malam jumatan (dengan gambar yang mengumbar)
  • Semua pada bikin status sunah rasul, nggak mikirin perasaan yang janda.
  • Udah tahu malam jumat kenapa nggak minum obat kuat (gambarnya istri sedang memukul suaminya dengan bantal), kemudian suaminya menjawab : ampun yang uangnya abis buat beli batu akik di mang Jajang.
  • Malam Jumat Cuuy !
  • Lagi-lagi aku lupa tadi malam adalah malam Jumat
  • Bapak-bapak jangan lupa ya ini malam jumat.
  • Malam Jumat adalah sunnah, malam lainnya adalah wajib.
  • Lihat orang belum punya istri tapi statusnya “sunah rosul”. Disitu kadang saya merasa sedih.
  • Apa!! Tetangga sedang malam jumatan?
  • Abang-abang semua shalat Jumatan ya, janga tahunya malam jumatan saja! (biasanya gambar perempuan berkerudung)
  • Papa !!! udah cepat pulang, ingat malam jumat!
  • Malam Jumat, malam Nikmat.
  • Ibadah nikmat di malam jumat, siap tempur.
* Malah ada status malam jumat yang vulgar :
#status malam jumat# Maaf sedang bercinta, tidak dapat diganggu.
* Ada juga yang statusnya dalam Bahasa Sunda seperti:
  • Daftar Menu Malam Jumat : 1. ajul gedang 2. Entep Sendok 3. Selendang bedil 4. Munding depa 5. Ais kingkong 6. Caringin rungkad 7. ucing luncat
  • Atos malem jumat deui gusti, karunya nu can kawin.
* Status Malam Jumat Berbahasa Jawa:
  • Buyar rek iki malem jumat wayahe kelon
  • jamune mas buat malam jumatan (dengan gambar dp mbok jamu)
* Ada juga yang kritis seperti ini: “kenapa sunah rasul selalu malam jumat”
Nah, pertanyaan di atas miris khan ? Seolah-olah, hubungan pasutri ini adalah disunnahkan di malam Jumat? Bawa-bawa nama Rasul pula! 

Pertanyaannya? Benarkah Berhubungan Suami-istri di Malam Jumat adalah Sunah Rosul?

Sunnah Rasullah adalah semua ucapan (sabda) Rasulullah, contoh amalan (amal ibadah) Rasulullah, dan yang diikrarkan oleh Rasulullah (Dikerjakan oleh para shahabat tapi Rasulullah tidak melarang/ Rasulullah masih hidup).

Banyaknya yang memasang status malam Jumat dikatakan Sunah Rasul, apakah mereka yang memasang status itu betul-betul mengetahuinya dan menjumpai ada dalilnya bahwa itu sunnah Rosul ? Dan, sunnah rasul yang mana yang mereka maksud?

Hati-hati lho ya, jangan sampai ini malah menjadi bahan permainan, guyonan kebablasan bahkan mengolok-olok rasulullah, sementara ia tidak tahu dasarnya kenapa? hanya ikut-ikutan membuat status malam jumat yang dikait-kaitkan dengan sunnah rosul.

Mengapa ada yang mengkaitkan hubungan intim pasutri di malam jumat dengan sunnah rosul?

Mari kita perhatikan hadits yang menunjukkan disyari’atkannya mandi Jum’at.
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ
“Jika salah seorang di antara kalian menghadiri shalat Jum’at, maka hendaklah ia mandi.” (HR. Bukhari no. 919 dan Muslim no. 845)
مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ
“Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol.” (HR. An Nasai no. 1380, At Tirmidzi no. 497 dan Ibnu Majah no. 1091).

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
“Barang siapa berwudhu’ kemudian menyempurnakan wudhu’nya lalu mendatangi shalat Jum’at, lalu dia mendekat, mendengarkan serta berdiam diri (untuk menyimak khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya di antara hari itu sampai Jum’at (berikutnya) dan ditambah tiga hari setelah itu. Barang siapa yang bermain kerikil, maka ia telah melakukan perbuatan sia-sia.”(HR. Muslim no. 857). 

مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّىَ مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ
“Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan diam (mendengarkan khutbah) hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dengan shalat bersama Imam, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu dan hari jum’at yang lain. Dan bahkan hingga lebih tiga hari.” (HR. Muslim no. 857). 
Mungkin yang menjadi cikal bakal mengatakan hubungan pasutri (pasangan suami-istri) di malam jumat adalah karena ada sunnah di hari Jumat untuk melakukan mandi (mandi junub/ mandi wajib) sebelum Sholat jumat, dan orang-orang yang keliru memaknai beranggapan bahwa mandi junub itu ya harus berhubungan suami-istri (padahal di situ adalah MANDI JUNUB UNTUK MENGHADIRI SHALAT JUMAT. Jadi tidak ada kaitannya dengan harus berhubungan suami-istri dulu. 
Yang Benar, Sunnah Rosul apa sajakah yang dikerjakan di hari Jumat ?
Berikut ini beberapa hadits  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan amalan dengan hari Jumat.
  • Memperbanyak membaca shalawat. 

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al Baihaqi)
“ Maka perbanyaklah (sholawat) kepadaku pada hari (jum’at) ini, sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku” (H.R Abu Daud no.1047 hadits shahih).
  • Membaca Al-Qur’an khususnya surat Al Kahfi. 

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at.” (HR. Al Hakim)
  • Memperbanyak do’a. 

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)
  • Shalat Jum’at, 

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” (HR.Abu Daud dan Al Hakim)
Sedangkan hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat Jumatan 
  • Mandi, Memakai wangi-wangian dan Pakaian yang Terbaik :
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
“Barang siapa yang mandi pada hari jum’at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai wangi-wangian jika ada, kemudian pergi jum’at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudia ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum’at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum’at itu dan jum’at sebelumnya.”  (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
  • Memotong Kuku dan Mencukur Kumis
“Rasulullah memotong kuku dan mencukur kumis pada hari jum’at sebelum beliau pergi sholat jum’at. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).
  • Ketiga : Membaca Surat Al-Kahfi :
Di masyarakat kita hari Jumat terkadang identik dengan pembacaan yasin. 
Hal ini sudah berlangsung sejak lama dan diyakini sebagai salah satu amalan utama di hari Jumat. Sesungguhnya riwayat pembacaan surat tertentu di hari atau malam Jumat memang beragam, namun salah satu yang paling kuat justru tidak menyebutkan surat Yasin, namun surat Al Kahfi, sebagaimana riwayat dari Abu saied bahwa “
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
“Barangsiapa membaca surat al-kahfi pada hari jum’at, maka cahaya akan menyinarinya diantara dua jum’at”. (H.R al-Hakim hadits shahih). 
  • Bersegera Menuju Masjid.
Dari Abu hurairoh berkata, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
“Pada hari jum’at disetiap pintu mesjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu persatu orang yang hadir sholat jum’at sesuai dengan kualitas kedudukannya, Apabila imam datang/ naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu meraka bersiap-siap mendengarkan khutbah, perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedeqah ayam, dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur.” (H.R Bukhori no:929 Muslim no:850)
Maka di dalamnya ada anjuran dan keutamaan datang lebih awal, 
  • Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib ( sebelum Khotib naik mimbar )
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Saudaraku, pelajarilah sunnah rosul dengan benar, berhentilah menggunakan dan memasang status “sunnah rosul”, yang secara tidak disadari justru hal tersebut melecehkan Rasulullah. 
Percayalah, tidak ada satu hadits pun yang menjelaskan/ mengkhususkan sunnah rasulullah untuk berhubungan suami-istri di malam-malam tertentu, apalagi khusus di malam Jumat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *