Zakat adalah Wujud Solidaritas dan Penyempurna Puasa Ramadhan

By | Juli 17, 2015

Tiap Individu Diwajibkan Membayar Zakat

Menunaikan/ membayar zakat merupakan salah satu dari 5 Rukun Islam. Seperti kita ketahui, bahwa, Islam dibangun atas lima perkara (5 rukun Islam) yakni syahadat, shalat, membayar/ menunaikan zakat, puasa dan haji bagi (yang mampu). 
Membayar zakat merupakan perintah wajib dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Berdasarkan Firman Allah SWT :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) سورة البقرة ٤٣

Artinya : Dan kerjakanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ (shalat berjamaah).

Dalam Al Hadits diterangkan:

روى البخاري ومسلم في ” صحيحهما ” عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya : Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sho’ dari kurma atau satu sho’ dari sya’ir, bagi budak (hamba sahaya), orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang tua dari orang Islam dan Nabi memerintahkan agar zakat tersebut diserahkan sebelum manusia keluar melaksanakan shalat ied.

zakat, zakat fitrah

Jadi berdasarkan hadis di atas, semua orang Islam tanpa kecuali baik tua, muda, orang merdeka (bukan budak) bahkan budak belian sekalipun, diwajibkan, membayar zakat. Tua, muda, kaya, miskin, besar, kecil bahkan yang baru lahir pun wajib berzakat. 
Di sinilah letak peranan amil zakat untuk menghimpun dan melancarkan orang Islam yang mau berzakat. Amil harus jeli bila melihat ada ibu hamil dan siap melahirkan, maka anak yang baru lahir tersebut juga wajib berzakat.

Baca Juga :
Tugas dan Peran Amil Zakat
Apakah Kaum Faqir, Miskin Harus Bayar Zakat Fitrah? 

Dari perintah di atas, berarti orang miskin pun (asalkan ia orang Islam) sebenarnya wajib berzakat. Bagaimana caranya?
Caranya, amil/ keluarganya/pengurusnya/ orang yang mampu di daerahnya, memberikan pinjaman zakat terhadap orang miskin tersebut dan nanti saat pembagian zakat, ia dilebihi/ diberi pemberian zakat yang lebih banyak agar bisa membayar hutang zakatnya dan masih ada sisa atau kelebihan. 
Adapun zakat fitrah yang harus diberikan adalah berupa beras, jagung atau bahan makanan pokok lainnya, pokoknya sesuai dengan yang dimakan sehari-hari sebanyak 1 (satu) sho’ (2,7 kg) perorang, bisa juga titip zakat fitrah berupa uang sesuai harga bahan makanan pokok yang biasa dimakan atau paling tidak mengambil harga tengah-tengah pada umumnya di daerah itu. Dan nanti titipan uang zakat fitrah tersebut oleh amil dibelikan/diwujudkan beras.
Zakat merupakan Penyempurna Puasa dan Wujud Solidaritas kepada Sesama

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” زَكَاةُ الْفِطْرِ طُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، وَطُعْمَةٌ لِلْمَسَاكِينِ ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
Artinya: dari Ibni Abbas RA (Radiallahu Anhu), ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Adapun zakat fitrah itu mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan-ucapan maksiat dan pelanggaran, dan menjadi makanan bagi orang miskin. Barangsiapa yang menyerahkannya sebelum sholat (ied) maka itu menjadi zakat yang diterima, barangsiapa yang menyerahkan setelah shalat maka merupakan shodaqoh biasa (HR. Abu Dawud fii Kitabuzzakat).
Sudahkah Anda membayar zakat fitrah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *