Perjalanan Berat Mudik Terbayar Lunas Saat Tiba di Kampung Halaman

By | Juli 14, 2015
Mudik Lebaran 2015


Saat ini, di jalan-jalan raya kita lihat banyak pengendara motor baik roda dua maupun roda empat dengan membawa bawaan/ muatan barang/ gembolan, termasuk membonceng atau memuat anak istri mereka beriringan. Apa yang mereka lakukan? Anda tentu sudah bisa menjawabnya. Mereka sedang Mudik.

Masjid-masjid yang dipakai kegiatan ibadah tadarusan, shalat tarawih dan i’tikaf, tiba-tiba corengcang (pesertanya jarang-jarang/ sedikit, red) karena para penggiatnya sedang mudik. Sebenarnya apakah mudik itu?

Arti Kata Mudik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online di alamat http://kbbi.web.id/mudik, pengertian kata “mudik” adalah:

mudik/mu·dik/ v 1 (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang — sampai ke Sakayu; 2 cak pulang ke kampung halaman:seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg –;– menyongsong arus, hilir menyongsong pasang, pb tt usaha yg mendapat rintangan dr kiri dan kanan namun diteruskan juga; belum tentu hilir — nya, pb belum tentu keputusan atau kesudahan suatu hal atau perkara; kokoh, baik dl soal yg kecil-kecil maupun dl soal yg besar-besar; ke — tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya, pb suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya;
memudik/me·mu·dik/ v berlayar mudik pd: tiga buah perahu nelayan berlayar – sungai;



memudikkan/me·mu·dik·kan/ v menjalankan (perahu dsb) ke arah hulu: para nelayan itu – perahunya ke daerah pedalaman;

pemudik/pe·mu·dik/ n orang yang pulang ke kampung halaman (udik): sekitar 80% – ke Yogyakarta adalah orang Wonosobo;

semudik/se·mu·dik/ n satu arah ke udik;tidak dibawa orang sehilir -, pb tidak dibawa orang bergaul (tersisih) dl masyarakat krn suatu sebab atau krn tingkah lakunya tidak disetujui masyarakat.



Mudik (pergi ke udik/pulang kampung) adalah sebuah kata yang dipakai untuk sebuah tradisi tahunan “pulang ke kampung halaman” bagi para perantau, dan biasanya kegiatan pulang ke kampung halaman ini dilakukan pada saat menjelang lebaran/hari raya Idul Fitri, dimana biasanya, mereka mendapat libur cukup panjang. Mudik merupakan narasi atas kerinduan terhadap kampung halaman.

Di kampung halaman, tujuan utama para pemudik ini adalah mengunjungi orang tua, mertua, sowan kepada sanak keluarga/ silaturahim/ menyambung family dan berkumpul dengan sanak saudara yang lain yang mungkin juga ada dari perantauan untuk berlebaran bersama di kampung halaman.

Sehingga apapun rintangannya, para perantau akan berusaha melakukan mudik. Perjalanan berat seakan menjadi sebuah seni dan akan terbayar lunas setelah sampai di tempat tujuan. 
Transportasi yang dipakai Pemudik
mudik

Berbagai moda transportasi dipakai oleh para pemudik, diantaranya : kendaraan roda empat pribadi, kendaraan sewaan/travel, kereta api, bis, kapal laut, sepeda motor bahkan juga dengan bergowes menggunakan sepeda.

Pada saat mudik seperti saat ini, lalu lintas yang biasanya tidak terlalu ramai, tiba-tiba menjadi padat baik padat lancar maupun padat merayap, bahkan tahun-tahun lalu sampai macet berjam-jam. Namun, hal ini tidak mengurungkan niat para pemudik menuju kampung halaman.

Selamat mudik. Titi DJ (Hati-hati di Jalan). Perhatikan rambu-rambu lalu lintas. Bila mengantuk segeralah menepi dan beristirahat. Semoga selamat sampai tujuan.

Loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *