Inilah Dosa-dosa Besar yang disebutkan dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Kita wajib mengetahui dan memahami macam-macamnya dosa besar, sehingga bisa menghindari sejauh-jauhnya, tidak terjerumus di dalamnya dan agar kita bisa selalu bertaubat kepada Allah SWT dengan taubatan nashuha, bisa mencari pulihan dengan meningkatkan taqarrub ilallah dan beramal shalih.

dosa, dosa besar

Dosa-dosa besar yang disebutkan dalam Al-Quran dan Al Hadits yakni :

1. Syirik kepada Allah

a. Syirik akbar, ialah dosa yang paling besar di sisi Allah. Syirik akbar adalah menjadikan bagi Allah persamaan/ mempersamakan Allah dengan sesuatu dan beribadah kepada selain Allah, seperti menyembah batu, kayu, matahari, bulan, bintangm malaikat, nabi, syeh dan lain-lain (QS: Annisa 116, Luqman 13, Al-Maidah 72, Az-Zumar 65).

b. Syirik asghor, ialah : riya’ , yaitu ingin mendapat pujian dalam beribadah kepada Allah (ingin dipuji oleh manusia). (QS: Al-Kahfi 110, HR. Ahmad, dll).

c. Syirik Khofi, ialah syirik yang samar/tersembunyi, syirik yang sulit diketahui seperti halnya seekor semut hitam yang berjalan merayap di atas batu hitam di waktu malam yang gelap gulita. (HR. At-Thabrany fi Mu’jamil-ausath).

 2. Membunuh orang secara tidak benar. (QS: An-Nisa’93, Al-An’am 151, dll)

3. Sihir

Sihir ialah jampi-jampi dan tangkal-tangkal atau penolak bala’ yang dipergunakan untuk memalingkan hati seseorang atau merusak dan mengubah jasadnya (kelihatan seperti singa, dll), sehingga seorang wanita dapat bercerai dari suaminya, seseorang bisa sakit, bisa gila, bisa mati,, dan sebagainya.

Sihir itu bermacam-macam, ada yang dilakukan dengan mantra-mantra, ada yang dilakukan dengan menggunakan benda-benda tertentu, bahkan tidak jarang dilakukan dengan mempersembahkan sesaji. (Ensiklopedia Islam halamam 273-274).

4. Meninggalkan Shalat lima waktu. (QS: Al-Mudatsir 42-43, HR: Ahmad, At-Tirmidzy, Abu Ya’la, dll).

5. Melarang mengeluarkan zakat. (QS: Fushilat 6-7, Ali Imran 180, At-Taubah 35, HR. Bukhary dan Muslim).

 6. Berbuka puasa di siang hari dalam bulan Ramadlan tanpa ada udzur secara syar’i. (HR: Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Al Baihaqy dan Abu Ya’la).

7. Meninggalkan haji yang wajib padahal mempunyai kemampuan. (QS: Ali Imran 97, HR: At-Tirmidzy, Al-Baihaqy, HR: Said bin Manshur fi-sunahihi dengan isnad yang shahih dari ucapan Umar bin Khattab dan Al-Bazar).

8. Durhaka kepada kedua orang tua. (QS: Al-Isra’ 23, HR. Bukhary).

9. Tidak mau menyapa (nyantroni) keluarga dekat. (HR. Bukhary)

10. Berbuat Zina. (QS: Al-Isra’ 32, An-Nur 2-3, HR. Bukhary)

11. S*d0mi, homos3ks, l3sbian. (HR. Abu Dawud).

12. Makan Riba (QS: Al-Baqarah 275-278, Ali Imran 130, HR. Bukhary).

13. Memakan harta anak yatim secara dhalim. (QS: An-Nisa 10, HR. Bukhary).

14. Berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. (HR. Bukhary)

15. Lari dari medan perang. (HR.Bukhary).

16.  Ghosy/curang/mblawur tingal pemimpin dan dzalimnya kepada rukyahnya (HR. Muslim).

17. Sombong (menolak kebenaran dan meremehkan manusia). (QS: Ghafir 60, HR. Abu Dawud)

18. Saksi palsu (HR.Abu Dawud).

19. Minum Arak (QS: Al-Maidah 90, HR. Bukhary dari khutbahnya Umar bin Khattab dan HR. Ahmad).

20. Judi (QS. Al-Maidah 90, HR. Bukhary, Muslim dan Ahmad).

21. Menuduh berbuat zina kepada wanita terhormat/terjaga. (QS. An-Nur 23, HR. Bukhary).

22. Berkhianat/mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi. (HR. Muslim tentang burdah).

23. Mencuri. (QS.Al-Maidah 38, HR.Bukhary dan Muslim).

24. Merampas harta orang di jalan. (QS. Al-Maidah 33 tentang orang-orang yang membunuh seorang penggembala dan merampas beberapa unta).

25. Sumpah palsu. (HR. Bukhary).

26. Menganiaya. (HR. Bukhary dan Muslim).

27. Mengambil / menjatah (memalak) uang kepada para pedagang dan lainnya secara dzalim dan melewati batas (HR. Abu Dawud).

28. Memakan barang haram yang mendapatkannya dengan segala macam cara. (QS. Al-Baqarah 188, An-Nisa’29, HR. Bukhary dan Muslim tentang orang yang berdoa tetapi makanannya dan minumannya yang haram, HR.Ad-Dailamy).

29. Bunuh diri. (QS. An-Nisa’ 29-30 dan HR. Ahmad).

30. Pendusta (berdusta dalam kebanyakan omongannya). (HR. Bukhary tentang pendusta dan tanda-tanda munafik).

 31. Hakim/ Juru hukum yang khianat. (HR. Abu Dawud).

32. Mengambil suap dalam hukum. (HR. At-Tirmidzi).

33.Perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan. (HR. At-Tahabrany fi Mu’jamil ausath).

34. Dayuts, membiarkan keburukan ada pada keluarganya (tidak mempunyai rasa cemburu saat keluarganya berbuat pelanggaran alias membiarkan). (HR. Ahmad).

35. Tidak bersuci dari kencing. (HR. Ad-Daruquthny dan HR. Ahmad).

36. Riya’/ pamer dalam ibadah. (QS. Al-Kahfi 110, HR.Ahmad, dll).

37. Khianat. (QS.Al-Anfal 27 dan HR. Bukhary).

38. Undat-undat/mengungkit-ungkit pemberian. (HR. Muslim).

39. Mendustakan qodar. (HR. Abu Dawud, Ibnu Wahb dan Adz-Dzahaby fil-kaba’ir).

40. Mencari-cari dengan rahasia/aib orang. (HR. Ad-Darimy).

41. Mengadu-domba. (QS: Al-Qalam 10-12, HR. Bukhary).

42. Suka melaknat. (HR. Ahmad dari Tsabit bin Dhahak dan Ahma dari Abdullah bin Mas’ud).

43. Menyalahi/mengingkari janji. (QS. Al-Maidah 1 dan HR. Bukhary dari Abdullah bin Amr dan dari Abi Hurairah).

44.Mempercayai dukun badhe dan paranormal. (HR. Al-Hakim, dll)

45. Istri yang menentang dan durhaka kepada suami. (HR. Ibnu Khuzaimah)

46. Pelukis/ pemahat gambar makhluq hidup/ gambar menthol / timbul. (HR. Muslim)

47. Menangis meratapi (meraung-raung/menjerit-jerit) kepada mayit sambil memukul pipi, merobek pakaian, memotonh/mencukur rambut kepala atau ketika terjadi musibah sambil menyatakan alangkah celakanya dirinya. (HR. Bukhary, Nasa’i fi Sunan Al-Kubra).

48. Sombong dan anggak-anggakan antara satu dengan lainnya. (QS: As-Syura 42, Al-Isro’ 37, Luqman 18 dan HR. Abu Dawud).

49. Memfitnah, memperlakukan tidak baik kepada orang yang lemah, hamba sahaya, budak wanita, istri, dan binatang ternak. (QS: An-Nisa’ 36, HR. Bukhary dan Ibnu Majah).

50. Menyakiti tetangga. (HR. Bukhary fi adabil-mufrad).

51. Menyakiti dan mencaci maki orang-orang iman. (QS: Al-Ahzab 57-58, Al-Hujurat 11-12, HR. Al-Hakim dan HR. Abdu bin Humaid fi-musnadihi).

52. Menyakiti hamba-hamba Allah dan memperpanjang keberatan mereka. (QS: Al-Ahzab 58, Al-Hijr 88 dan HR. Bukhary).

53. Melabuhkan/ melembrehkan kain menutup mata kaki dan melabuhkan kain, pakaian, sirwal karena mencari kemuliaan dunia, ujub, sombong ucapan dan perbuatan (menurut hadis Abu Dawud bahwa perbuatan melabuhkna kain itu saja Nabi sudah menghukumi sombong). (HR. Bukhary dan Abu Dawud).

54. Memakai sutra dan emas bagi laki-laki. (HR. Abu Dawud).

55. Hamba sahaya yang lari dari tuannya. (HR. Muslim).

56. menyembelih binatang karena selain Allah Azza wajalla. (QS: Al-An’am 121, Al-Maidah 3, HR. Muslim dan Ad-Daruquthny).

57. mengakui orang lain sebagai bapak kandungnya. (HR. Bukhary)

58. Berdebat dan bermujadalah secara tidak benar dalam urusan Al-Quran. (QS: Al-Ankabut 46, An-Nahl 125, Ghofir 4, Az-Zuhruf 58, HR. At-Tirmidzy, At-Tahabrany fi Mu’jamil-ausath dan Abu Dawud).

59. Melarang kelebihan air di ladang untuk dimanfaatkan orang yang kehabisan bekal. (HR. Bukhary, Ibnu Majah dan Abu ‘Awanah).

60. Mengurangi timbangan. (QS. Al-Muthaffifin 1-3).

61. Merasa aman dari siksa Allah. (QS: Al-An’am 81-82, Al-A’raf 99 dan HR: Al-Baihaqy dalam Syu’abil Iman dari ucapan Ibnu Abas dan Ibnu Mas’ud).

62. Meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur. (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

63. Terus menerus meninggalkan shalat Jum’at dan shalat berjama’ah tanpa udzur. (QS. Al-Qalam 43 dalam Al-Jam’u li Ahkamil-Qur’an, HR. Abu Dawud dan Al-Hakim).

64. Memberatkan dalam memberi wasiat. (QS. An-Nisa’ 12 dan HR. Abu Dawud).

65. Melakukan tipu daya dan penipuan. (QS. Al-Baqarah 9 dan HR. Al-Baihaqy dalam Syu’abil-Iman).

66. Memata-matai umat ISlam dan menunjukkan rahasia/kelemahan mereka. (HR. Bukhary, Muslim, Abu Dawud, Ahmad dan At-Tirmidzi tentang kisah Hathib bin Abi Balta;ah).

67. Mencaci maki salah satu shahabat Rasulullah SAW. (HR. Bukhary, Abu Dawud shahih dan At-Tirmidzi dla’if).

Itulah antara lain dosa-dosa besar yang wajib kita jauhi dan apabila ada diantara kita yang melakukan salah satu dosa-dosa besar tersebut maka wajib bertaubat kepada Allah dengan taubatan-nashuha serta meningkatkan amal ibadahnya agar mati sewaktu-waktu besih dari dosa dan masuk surga selamat dari neraka.

Sumber: Makalah KH. Kasmudi Assidiqie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *