Kisah Rahib Ahli Ibadah Terperdaya Jebakan Rayuan Maut Setan (Iblis)

By | November 6, 2015
Berikut ini adalah kisah orang ‘alim (orang yang berilmu), seorang rahib (pendeta) dari kaum Bani Israil terperangkap jebakan syetan (iblis) yang tidak disadarinya ia telah terperangkap tipu daya/ tipu muslihat iblis yang dirancang sedemikian rupa dengan telaten dan step by step (tahap demi tahap).
Diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih dia berkata: seorang rahib Yahudi yang ahli ibadah dari kaum Bani Israil, ia adalah orang yang paling top ibadahnya pada zamannya, waktu itu ada tiga orang bersaudara dan mereka punya saudara perempuan satu-satunya, dia seorang gadis.
Tiga bersaudara akan berangkat perang, mereka tidak mengerti siapa yang meramut saudara perempuannya tersebut, siapa yang bisa menjaga keamanannya dan siapa yang dititipkannya. Maka ketiga-tiganya bersepakat untuk menitipkan saudara perempuannya kepada seorang rahib Yahudi dari kaum Bani Israil, dia dipandang sebagai orang yang sangat dipercaya oleh mereka, maka datanglah ia kepada pendeta tersebut dan mohon agar mau dititipi saudara perempuannya sampai mereka kembali dari peperangan.
Maka rahib tersebut menolak dan mohon perlindungan kepada Allah Azza WaJalla dari mereka dan saudara perempuan mereka.
Maka tidak henti-hentinya mereka mohon kepadanya agar mau dititipi saudara perempuan mereka, sampai akhirnya pendeta yahudi tersebut mau menuruti keinginan mereka, maka berkatalah sang rahib tersebut, ” Tempatkanlah saudara perempuanmu itu di rumah yang berhadapan dengan tempat ibadahku ini.”
Maka mereka bertiga menempatkan saudara perempuan mereka di rumah yang dimaksud, kemudian mereka pun pergi berperang.
Maka tetaplah si gadis itu dalam peramutannya. Dia turun dari tempat ibadahnya melayani si gadis, mengantarkan makanan di dekat pintu tempat ibadahnya kemudian mengunci kembali pintunya dan naik ke loteng tempat ibadahnya, kemudian menyuruh si gadis mengambil makanan tersebut.

Godaan, jebakan, tipu daya dan rayuan maut setan (iblis)

rayuan maut iblis, jebakan setan

Iblis berusaha terus melemahkan hati rahib tersebut. Menyenangkannya bahwa kamu telah melakukan kebaikan. Dan menganggap masalah besar keluarnya si gadis dari rumahnya di waktu siang dan menakut-nakutinya kalau sampai ketahuan oleh seseorang bisa diganggunya.

Kemudian iblis membisikkan lagi tipu dayanya,” Wahai rahib, jika kamu berjalan keluar dari tempat ibadahmu dan meletakan makanan di dekat pintu rumah si gadis, ini lebih besar pahalamu.”
Tidak henti-hentinya iblis membisikkan tipu dayanya sehingga rahib tersebut melakukannya, yaitu membawakan makanan dan meletakkannya di pintu rumah si gadis. Tetapi dia tidak mengajak bicara sama sekali, keadaan yang demikian berjalan terus beberapa saat.
Kemudian iblis membisikkan pujiannya kepada rahib yang telah menuruti kehendaknya bahwa kamu telah melakukan amalan yang baik dan kamu pasti mendapatkan pahala yang besar.
Setelah itu iblis mulai lagi membisikkan keinginannya,” Wahai rahib, jika kamu membawakan makanan si gadis langsung dimasukkan dalam rumahnya, maka itu lebih baik lagi dan pahalamu juga lebih besar.” Maka tidak henti-hentinya iblis membisikkan ke dalam hati rahib tersebut sehingga akhirnya ia pun akhirnya membawakan makanan si gadis dan meletakannya di dalam rumahnya. Dibiarkan keadaan seperti itu sampai beberapa lama.
Kemudian iblis datang lagi. Memuji-muji perbuatan sang rahib itu dan menganjurkannya jika kamu mau mengajak bicara kepada si gadis, bercerita tentang apa saja yang bisa diceritakan, maka berarti kamu telah melakukan perbuatan yang bisa memikat hatinya.
Begitulah si rahib terus menerus berbicara kepada si gadis dari atas loteng tempat ibadahnya. Dan ceritanya benar-benar bisa menarik perhatian si gadis. 
Kemudian setelah itu iblis datang lagi dan berkata,” Alangkah baiknya jika kamu turun dari loteng dan duduk di pintu tempat ibadahmu serta si gadis duduk di pintu rumahnya, mintalah kepada si gadis untuk bercerita apa saja yang bisa diceritakan agar hatinya senang dan puas.” 
Maka tidak henti-hentinya rahib tersebut turun dari loteng, duduk di pintu tempat ibadahnya ngobrol dengan si gadis dan si gadis pun akhirnya tidak malu-malu ngobrol bercerita apa saja dengan rahib tersebut.
Kemudian iblis datang lagi menyenangkan kepada rahib tersebut atas perbuatannya dengan diiming-imingi oleh iblis bahwa pahalamu pasti besar. 
Maka berkatalah iblis,” Wahai rahib alangkah baiknya kamu keluar dari pintu tempat ibadahmu dan mendekat ke dekat pintu rumah si gadis maka kamu berkencan, ngomong-ngomong dengan si gadis agar dia puas dan senang.” Maka rahib itu pun menuruti dan melakukannya sampai beberapa lama.

Kemudian iblis datang lagi memuji-muji kebaikan si rahib dan mengiming-imingi bahwa pahalamu pasti besar. Maka iblis pun berkata lagi,” Wahai rahib, alangkah baiknya jika kamu mendekat lagi dan duduk di atas pintu rumaha si gadis, si gadis tidak usah keluar dari rumah, yang penting kamu bisa bercerita, ngomong-ngomong apa saja dengannya. Maka rahib tersebut melakukan apa yang dikatakan iblis sampai beberapa lama.

Kemudian iblis datang lagi dan berkata,” Wahai rahib alangkah baiknya kalau kamu masuk ke rumah si gadis bercerita apa saja sambil menikmati kecantikan wajahnya.” Maka rahib tersebut melakukannya, seharian di rumah si gadis, kalau datang waktu malam dia pun naik ke loteng untuk beribadah.

Kemudian datang lagi iblis dan tidak henti-hentinya menghias-hiasi perbuatan rahib tersebut sehingga rahib tersebut memegang paha si gadis dan menciumnya, iblis semakin semangat menggodanya. Si gadis kelihatan semakin cantik saja pada pandangan rahib itu dan rahib itu juga kelihatan semakin gagah pada pandangan si gadis. Hal yang begitu berjalan beberapa waktu, akhirnya kedua-duanya tidak bisa menahan diri lagi. Dan terjadilah perbuatan zina antara keduanya. Sampai hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki.

Maka datanglah iblis dan berkata,” Wahai rahib, bagaimana kalau nanti saudara gadis ini datang dari peperangan, kamu pasti tidak aman, kamu pasti dibuat malu oleh mereka, maka dari itu supaya kamu aman, bunuh saja bayi itu dan kuburlah dalam rumah, dia pasti menyimpan rahasia ini karena takut ketahuan telah punya anak tanpa menikah dengan rahib.”

Tetapi kemudian iblis pun berkata,” Wahai rahib apakah kamu yakin bahwa si gadis akan menyimpan rahasia ini dan tidak menceritakan kepada saudara-saudaranya?” Bunuh saja sekalian gadis itu dan kubur di dekat kuburan anaknya dan tutuplah dengan batu besar.” Maka dia pun melakukan apa saja yang dibisikkan iblis, setelah itu dia pun masuk ke loteng untuk beribadah.

Selang beberapa lama, datanglah saudara-saudara gadis itu dan menanyakan tentang saudara perempuan yang dititipkan kepadanya, maka diceritakan bahwa saudara perempuannya telah mati dan ini kuburannya. Kemudian mereka pun pulang ke keluarganya masing-masing.

Setelah datang waktu malam dan mereka tidur, datanglah iblis dalam tidur mereka beralih rupa sebagai seorang musafir. Mulailah datang pada saudara laki-laki yang tertua dan menanyakan tentang keadaan saudara perempuannya, maka dijawab oleh saudara tertuanya bahwa saudara perempuannya telah mati dan dikubur di sana. Iblis pun berkata,”Keterangan rahib kepadammu bohong semua, sebenarnya saudara perempuanmu itu dizinahi oleh rahib itu kemudian hamil dan melahirkan bayi laki-laki, maka  disembelihlah bayi itu dan juga adik perempuanmu, kemudian dikubur kedua-duanya di dekat pintu rumah sebelah kanan, karena takut pada kalian.” Saudara laki-laki yang tengah dan saudara laki-laki yang paling kecil juga diberi impian yang sama.

Setelah pagi hari, ketiga-tiganya berkumpul dan yang paling besar berkata menghibur saudara-saudaranya,” Sudahlah, ini impian yang tidak benar, tidak usah dipersoalkan.” Tetapi saudara yang paling kecil ngotot ingin membuktikan impiannya.

Akhirnya mereka datang ke rumah saudara perempuannya membongkar kuburannya dan bayi laki-lakinya. Maka mereka menemukan saudara perempuannya yang mati disembelih, begitu pula bayinya. Maka mereka datang kepada rahib itu dan menanyakan hasil penemuannya,  rahib itu itu akhirnya mengaku dan membenarkannya.

Peristiwa tersebut dilaporkan kepada raja, raja pun mengurusnya menangkap si rahib itu, membelenggunya dan menyalibnya di atas sebuah kayu.

Iblis pun datang dan berkata,” Wahai rahib, kamu telah mengerti bahwa aku adalah temanmu yang telah memfitnahmu dan merusakmu dengan seorang perempuan hingga kamu menghamilinya dan kamu membunuh seorang gadis dan anaknya, maka jika kamu taat kepadaku hari ini dan kamu kufur kepada Allah yang telah menciptakanmu dan telah membentukmu, niscaya aku selamatkan kamu dari siksa ini.”

Maka kafirlah rahib itu kepada Alloh. Dan setelah rahib itu kafir, iblis pun pergi membiarkan si rahib di salib oleh orang banyak.

MasyaAllah!
Dari cerita di atas menunjukkan betapa telatennya iblis menggoda dan menjerumuskan manusia dengan rayuan, pujian, dan jebakan-jebakan mautnya hingga tanpa terasa seorang rahib yang ahli ibadah pun bisa terjerumus melakukan hal yang dilarang agama, hingga akhirnya mati dalam keadaan kufur kepada Allah.

Cobaan ahli ibadah adalah pujian. Pujian adalah perangkap syetan menjerumuskan manusia hingga manusia menjadi lupa diri, riya dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *