“Ach elo nyet”, “Ach elo juga frog”!

By | Mei 31, 2013
Bahasa Gaul apa bahasa kebon Binatang..hehe
Saya senyum-senyum sendiri membaca percakapan di facebook di atas. Bagaimana tidak, yang satu memanggil temannya dengan sebutan “nyet”, yang satu dengan sebutan “frog”, bisa ketebak khan yang satu monyet, yang satu kodok, kok mau-maunya ya dipanggil dengan panggilan piaraannya…hehe….Ada-ada saja anak muda zaman sekarang ya, kayaknya teman-teman lainnya dari saudara kita yang senang dirinya dipanggil dengan panggilan “nyet” dan “frog” tadi dari kebon binatang juga, ada “krik” (jangkrik), gog (gogog), jing (anjing), rus (dinosaurus), jah/phant (elephant) (gajah), pah (jerapah), gor (gorila), pig (babi), cow (sapi), mut (marmut atau semut), rit (beurit), dll..kebayang khan perbincangan antar margsatwa, “ach elo dinosaurus!”, “ach elo bebek”, “ach elo entog”, wkwkwk.
Husnudzon saja, percakapan di atas hanya bercanda, panggilan akrab atau bahkan panggilan sayang (hah,apa iya?!) dan mudah-mudahan bukan ucapan sehari-hari. Seperti di Bandung kadang-kadang miris juga mendengar segelintir anak-anak kecil bicara bahasa kasar dengan lancar dan tanpa beban, maaf lafalnya :  “anj*ng go***k”, “jadi begini, njink!”,” naon anj*ng”, “eh, gob**k siah”, “beubeul siah (sialan lu,red)…weleh-weleh bagaimana ntar kalau jadi anggota dewan ya.
Belum lagi, bahasa anak-anak gaul lebih tepatnya alay, kadang susah dibacanya, harus mengernyitkan dahi dulu kita membacanya. Sampai-sampai ada anekdok kalau sumpah pemuda dibacakan saat ini, bunyinya jadi “cumpah pemuda, ciyus miyapa”…hehe.
Eh, btw hati-hati lho kalau suka ngomong “CIYUS” ntar nggak masuk SURGA…nah lho!
Soalnya yang suka ngomong CIYUS, masuknya ke “CULGA”..wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *