Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Nasehat Rasulullah : Berharap Hanya kepada Allah SWT !

Kali ini penulis ingin membagikan kisah hikmah "Berharap Hanya kepada Allah semata!". Kisah nyata nasehat Rasulullah SAW kepada cucunya yakni Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib, putra Fatimah Azzahra. Seperti yang kita ketahui bahwa beliau Hasan adalah Saudara kandung dari Husein Bin Ali Bin Abi Thalib. 
Bagi anda yang sering kecewa karena mengharapkan sesuatu dari seseorang, misalnya dari relasinya, teman dekatnya, sahabatnya, saudaranya, dan lain-lain, Anda perlu merenungi kisah Cucu Rasulullah yang mengalami kesusahan kemudian mendapat nasehat dari Rasulullah SAW yang berbunyi: "Apakah kamu berharap kepada selain Allah?, padahal Allah lah tempat berharap yang sesungguhnya". 
Inti isi artikel kisah hikmah ini agar kita hanya berharap dan bergantung kepada Allah semata, tunggulah kejutan-kejutan yang akan Allah berikan apakah kontan di dunia, bisa juga ditunda di akhirat. 

 Nasehat Rasulullah : " Berharap Hanya kepada Allah SWT"
 
Adapun yang melandasi nasehat Rasulullah SAW tersebut cerita lengkapnya sebagai berikut :

Alkisah, di masa Kekhalifahan Mu'awiyah, pernah di saat itu seorang Hasan yang notabene adalah cucu dan kekasih rasulullah diberikan ujian berat selama bertahun-tahun oleh Allah SWT yang ujian itu adalah KEMELARATAN / KEMISKINAN / KESUSAHAN HARTA.

Beliau mengalami, hidup di dunia yang sangat berat bahkan hendak makan pun sulit (tidak ada). Alhasil, beliau sehari-harinya merasakan lapar.

Hasan bersabar bertahun-tahun sebab Khalifah Mu'awiyah pun juga belum membayar ukhro/gaji-nya yang totalnya sudah senilai 150.000 Dirham.

Sampai di suatu ketika, Hasan merasa sudah maksimal bertahan hidup, dia pun berkehendak menulis surat kepada sang Khalifah.

Ia pun mulai menulis surat, namun hatinya pun merasa sungkan jika surat itu betul-betul nanti dibaca oleh khalifah.

" Rasa malu yang luar biasa padahal hendak meminta haknya, sungguh sifat asli Muslim Sejati".

Tidak rakus, malu, dan menghormati orang lain meskipun hendak meminta haknya sendiri.

Pada kondisi bimbang, Hasan tertidur. Dan dalam tidurnya ia bertemu dengan kakeknya yakni Rasulullah SAW (diceritakan di beberapa hadits shohih bahwa jika bermimpi bertemu Rasulullah maka itu adalah nyata, karena Iblis & para setan tidak mampu menyerupai wajah/fisik beliau).

Pada kesempatan itu, Hasan pun bercerita & berkeluh kesah kepada kakeknya tercinta. Ia betul-betul merasakan kesedihan.

Lalu Rasulullah pun memberikan nasehat, yang justru isi nasehatnya sangat mengejutkan.

Yaitu : "Wahai Hasan, apakah kamu bergantung kepada selain Allah?, padahal Allah lah tempat bergantung yang sesungguhnya.

Wahai Hasan, apakah kamu berharap kepada selain Allah?. Kenapa kamu meminta kepada selain Allah, padahal Allah-lah tempat meminta".

Sangat mengejutkan, Rasulullah tidak menyuruh Hasan protes pada Khalifah, tapi justru menasehati agar Hasan bersabar dan hanya memberikan harapan pada Allah semata.

Kemudian rasulullah mengajari sebuah doa kepada Hasan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اقْذِفْ فِي قَلْبِي رَجَاءكَ ، وَاقْطَعْ رَجَائِي عَنْ مَنْ سِوَاكَ حَتَّى لا أَرْجُو أَحَدًا غَيْرَكَ ، اللَّهُمَّ وَمَا ضَعَُفَتْ عَنْهُ قُوَّتِي ، وَقَصَُرَ عَنْهُ عَمَلِي ، وَلَمْ تَنْتَهِ إِلَيْهِ رَغْبَتِي ، وَلَمْ تَبْلُغْهُ مَسْأَلَتِي ، وَلَمْ يَجْرِ عَلَى لِسَانِي مِمَّا أَعْطَيْتَ أَحَدًا مِنَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ مِنَ الْيَقِينِ ، فَخُصِّنِي بِهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

"Yaa Allah, penuhilah hatiku dengan harapan hanya kepada-MU. Dan tutuplah setiap hal yang bisa membuatku berharap pada selain Engkau. Yaa Allah, jadikan aku hanya bergantung kepadaMU & tutuplah setiap hal yang bisa membuatku bergantung kepada selain-MU. Yaa Allah, penuhilah dadaku dengan keyakinan bahwa hanya Engkaulah yang menolongku, yang mengabulkan harapan-harapanku. Tidak ada yang lain".

Hasan pun terbangun dari tidurnya, ia membatalkan niat berkirim surat kepada sang khalifah. Ia pun memperbanyak doa yang telah diajari oleh Rasulullah.

Menata hatinya hanya bergantung dan berharap hanya kepada Allah saja.

Terus menerus ia berdoa dengan keyakinan penuh bahwa doanya pasti dikabulkan oleh Allah.

Seorang cucu Rasulullah pun diberikan ujian berat yang berupa kemiskinan harta.

Dengan sabar ia menjalani.

Hingga seminggu kemudian, setelah hasan terus menerus berdoa penuh keyakinan. Datanglah seorang utusan menghadap pada Hasan Bin Abi Thalib, utusan tersebut menyerahkan uang senilai 1,5 juta Dirham.

Maa Syaa Allah, Allah selalu memberikan kejutan luar biasa kepada setiap Hamba-Nya yang bergantung hanya kepada-Nya. Yang ridho menjalani setiap ujian-Nya meskipun sangat berat.

Bukan perkara nilai uang yang diberi Allah melebihi dari kebutuhannya Hasan. Tapi, pertolongan Allah yang harus diyakini setiap saat.

Dan Allah selalu menolong dengan cara-Nya. Selama seorang hamba selalu bersabar, & hanya berharap kepada-Nya.

Mengingat sebuah hadits yang berbunyi "Barangsiapa dicintai Allah dan akan diberikan kebaikan, maka (terlebih dahulu) akan diberikan musibah kepadanya".

Maka, setiap kita susah dan selama masih beriman kepada Allah & Rasul-Nya maka itu berarti kita masih dicintai oleh Allah.

Kesedihan Hasan pun diganti oleh kebahagiaan. Allah tidak memberinya sesuai keinginannya yaitu 150.000 Dirham, tapi Allah memberinya yang jauh lebih baik & sempurna yaitu 1,5juta Dirham.

Betapa cintanya Allah kepada kita sehingga Alhamdulillah, Allah masih memberikan ujian yang mungkin kita rasakan begitu berat.

Bagaimanapun susahnya hidup kita, Allah masih memberi nikmat yang sempurna yang disebut HIDAYAH. Dengan hidayah itulah berarti Allah masih mencintai (merahmati) kita, siapakah orang yang tidak bahagia dicintai oleh Tuhannya?.

Dengan hidayah itu, hidup yang sekali ini kita bisa menetapi agama yang diridhoi-Nya, bisa beribadah dengan cara sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya, bisa taat kepada Allah, kepada Rasulullah, dan kepada para ulil 'amri dengan benar, serta yang luar biasa adalah : dengan Hidayah ini maka Allah nanti akan mengganti dengan Surga yang nyata, In Syaa Allah Aljannatul Firdaus.

Sungguh kepedihan yang kita rasakan akan berganti dengan kenikmatan yang kekal abadi selamanya.
  • Maka berhentilah berharap kepada selain Allah.
  • Maka jangan lagi bergantung kepada selain Allah.
  • Maka yakinlah 100% hanya kepada Allah, bahwa Allah PASTI mengabulkan doa kita bhkn menggantinya dengan lebih baik & sempurna.
  • Maka cukuplah mencintai Allah dg sempurna, maka Allah akan mencintai kita lebih sempurna & memberikan cinta-cinta yg sempurna utk kita.
  • Tetaplah bersabar wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, Rasulullah, & Hari Akhir.

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ وَإِنَّہَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَـٰشِعِينَ

“Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan Shalat. Dan sesungguhnya hal itu sungguh berat, kecuali atas orang-orang yang merendahkan diri.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 46).

ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّہُم مُّلَـٰقُواْ رَبِّہِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ

“Orang-orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka dan bahwa kepada-Nya juga mereka akan kembali. (Q.S. 2 / Al Baqarah : 47).

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Shalat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154).

أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَيۡہِمۡ صَلَوَٲتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ

yakni, “Mereka itulah yang dilimpahi berbagai berkah dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.(Q.S. 2 / Al Baqarah : 158)

Note:

Jika mencintai manusia, belum tentu cintamu dibalas dengan sempurna.

Namun jika bisa mencintai Allah sepenuh hatimu, DIA pasti membalasmu dengan cinta-cinta yg luar biasa dan sangat sempurna.

Allah mencintai Hamba-Nya dengan cara-Nya meskipun kadang terasa pedih dan menyakitkan.

Semoga Allah selalu mendekatkan kita kepada orang-orang yang sangat mencintai Allah. Semoga kita selalu bisa memberikan cinta-cinta seutuhnya hanya kepada Allah semata. Semoga Allah mengqodar kita menjadi orang yang hanya bergantung dan berharap kepada-NYA.

Semoga saya bisa menjadi orang yg selalu bersabar.

Semoga kita bisa memberikan cinta seutuhnya kepada Allah semata, dan mencintai pun hanya karena Allah saja.  Berharap Hanya kepada Allah !

#MengajiQuranHadits

#MengamalkanQuranHadits

#MenghidupkanSunnah

#MemurnikanIslam

#MenegakkanSyariat

-------------------------------------------

Materi Nasehat di atas merupakan ringkasan nasehat Ust. Fuad Bin KH. Kasmudi Assiddiqi saat pengajian saat i'tikaf malam 23 Ramadhan 1437 H di Gresik Utara yang dirangkum oleh Ferry Kurro.
 
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR Tirmidzi dan ad Darimi).

Keutamaan 5 Amalan Ibadah yang Khusus Ada di Bulan Dzulhijjah

5 Amalan ibadah ini khusus ada di Bulan Dzulhijjah yang merupakan Keutamaan Bulan Dzulhijjah. Nomor 1 sd 4 khusus bagi kaum muslim yang sedang tidak menunaikan ibadah haji.

Inilah 5 (lima)  amalan ibadah yang dikerjakan dalam Bulan Dzulhijjah baik amalan sunnah maupun amalan wajib yang khusus ada di Bulan Dzulhijah :

1. Tidak memotong rambut dan kuku Menjelang Qurban.

10 hari menjelang mengerjakan amalan qurban disunahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. (Insya Allah mulai tgl 22 agustus 2017 ). Hingga nanti pelaksanaan qurban dilaksanakan baru kita memotong kuku dan mencukur rambut.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :


ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮُ ﻭَﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ ﻓَﻼَ ﻳَﻤَﺲَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌَﺮِﻩِ ﻭَﺑَﺸَﺮِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian telah berniat untuk berqurban, maka janganlah ia memotong rambutnya dan kulitnya sedikitpun.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat yang lain,


ﻓَﻼَ ﻳَﺄْﺧُﺬَﻥَّ ﻣِﻦْ ﺷَﻌْﺮِﻩِ ﻭَﻻَ ﻣِﻦْ ﺃَﻇْﻔَﺎﺭِﻩِ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻀَﺤِّﻰَ

“Janganlah ia memotong rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sampai ia menyembelih.” (HR. Muslim).

Sehingga tidak heran kita melihat orang yang biasanya klimis tidak berkumis dan berjenggot, pada saat mengerjakan sunnah tidak memotong rambut dan kuku ini, kelihatan mukanya lebih lebat oleh kumis dan janggut, tiba-tiba jadi brewokan, orang sunda bilang "katingali bala".


2. Puasa Arafah
Bagi warga muslim yang sedang tidak berhaji di sunnahkan mengerjakan puasa Arofah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah pada saat muslim yang berhaji melaksanakan wuquf di Arafah.
(Insya Allah puasa Arafah dikerjakan tanggal 31 agustus 17).

Inilah ganjaran pahala bagi yang melaksanakan Puasa Arafah, berdasarkan Sabda Rosulullah SAW:

ﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺑَﻌْﺪَﻩُ
ﻭَﺻِﻴَﺎﻡُ ﻳَﻮْﻡِ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﺍﻟﺴَّﻨَﺔَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺒْﻠَﻪُ

“ Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya. ” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

BACA JUGA :
Meraih Keutamaan Sunnah Puasa Arafah

3. Sholat Idul Adha.
Ada beberapa amalan sunnah di Hari Raya Idul Adha, diantaranya :

a. Mandi. 
Dalilnya:

ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺳﺄﻝ ﻋﻠﻴﺎ ، ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﻋﻦ ﺍﻟﻐﺴﻞ ، ﻓﻘﺎﻝ : ﻏﺘﺴﻞ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ ، ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺑﻞ ﺍﻟﻐﺴﻞ , ﻗﺎﻝ ﺍﻏﺘﺴﻞ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺟﻤﻌﺔ ، ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﻔﻄﺮ ، ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﻨﺤﺮ ، ﻭﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ

“Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah’ ”
(HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa 1/177)

b. Memakai pakaian yang terbaik.
Sebagaimana diriwayatkan dari Nafi’:

ﺃَﻥَّ ﺍﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻠْﺒَﺲُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌِﻴﺪَﻳْﻦِ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺛِﻴَﺎﺑِﻪِ

“Ibnu Umar biasa mengenakan bajunya yang terbaik pada Idul Fitri dan Idul Adha ”(HR. Al Baihaqi 6143, dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 2/510)

c. Tidak makan hingga kembali dari sholat Ied.

Dalilnya hadits Buraidah:

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻻ ﻳﺨﺮﺝُ ﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻔﻄﺮِ ﺣﺘَّﻰ ﻳَﻄﻌَﻢ ، ﻭﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻨﺤﺮِ ﻻ ﻳﺄﻛﻞ ﺣﺘَّﻰ ﻳﺮﺟﻊَ ﻓﻴﺄﻛﻞَ ﻣﻦ ﻧَﺴِﻴﻜﺘِﻪِ

“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari sholat, lalu makan dengan daging sembelihannya ” (HR. Muslim 1308)


4. Ber-Qurban.
Inilah pahala terbesar di Bulan Dzulhijah, yakni mengerjakan qurban. Perintah Qurban adalah perintah Allah yang difirmankan-Nya dalam Surat Al Kautsar : 2

ﻓَﺼَﻞِّ ﻟِﺮَﺑِّﻚَ ﻭَﺍﻧْﺤَﺮْ


“ Sholatlah kepada Rabb-mu dan berqurbanlah ” (QS. Al Kautsar: 2)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

" Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda "Tidak ada amalan yg dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yg lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya". HR. Ibnu Majah

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺷَﻬِﺪْﺕُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺍﻷَﺿْﺤَﻰ ﺑِﺎﻟْﻤُﺼَﻠَّﻰ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﻀَﻰ ﺧُﻄْﺒَﺘَﻪُ ﻧَﺰَﻝَ ﻣِﻦْ ﻣِﻨْﺒَﺮِﻩِ ﻭَﺃُﺗِﻰَ ﺑِﻜَﺒْﺶٍ ﻓَﺬَﺑَﺤَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻭَﻗَﺎﻝَ :  ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻫَﺬَﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻋَﻤَّﻦْ ﻟَﻢْ ﻳُﻀَﺢِّ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻰ


“Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata, “Saya menghadiri sholat ldul Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mushalla (tanah lapang). Setelah beliau berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya dan didatangkan kepadanya seekor kambing. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelihnya dengan tangannya, sambil mengatakan:

Dengan nama Allah. Allah Maha Besar. Kambing ini dariku dan dari orang-orang yang belum menyembelih di kalangan umatku”
Saking pentingnya berqurban Rasulullah s.a.w mengecam seorang Muslim yang mampu/ mempunyai keluasan harta untuk berqurban namun ia tidak mau berqurban.

 حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memiliki keluasan harta dan tidak mau menyembelih qurban maka jangan mendekat tempat shalatku”.[Hadist Ibnu Majah No. 3123 Kitabul Adlohi]

BACA JUGA :
Qurban Sesudah Shalat Idul Adha Amalan Paling Afdhal di Bulan Dzulhijah

5. Haji dan Umrah

Ibadah Haji merupakan rangkaian ibadah yang hanya dikerjakan di Bulan Dzulhijjah saja. Jadi kita tidak bisa melaksanakan ibadah haji di luar bulan Dzulhijjah.

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang wajib dikerjakan oleh seorang muslim yang mampu. Bilamana ia mampu namun tidak mau melaksanakan ibadah haji maka ia dihukumi mati dalam keadaan yahudiyyan atau nashroniyyan.

Selain ancaman tersebut, orang yang melaksanakan haji akan mendapat balasan  surga seperti disabdakan Rasulullah SAW :

وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلا الجَنَّةُ

"Adapun haji yang mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya kecuali surga" (H.R. Tirmidzi)
Adapun rangkaian ibadah haji adakah sebagai berikut :

1.    Umrah, tawaf di Baitullah diakhiri dengan shalat 2 rakaat di belakang Makom Ibrahim dilanjutkan dengan Sai Safa Marwah. Umrah bisa dilaksanakan dalam bulan haji atau di luar bulan haji.  Bulan haji adalah tanggal 1 Syawal sampai dengan 10 Dhul-Hijjah.

2.    Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzul-Hijjah.

 حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَطَاءٍ قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ يَعْمَرَ الدِّيلِيَّ، قَالَ: شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ، وَأَتَاهُ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الْحَجُّ؟ قَالَ: الْحَجُّ عَرَفَةُ، فَمَنْ جَاءَ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ، لَيْلَةَ جَمْعٍ، فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ، أَيَّامُ مِنًى ثَلَاثَةٌ، فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ، فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ، وَمَنْ تَأَخَّرَ، فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ، ثُمَّ أَرْدَفَ رَجُلًا خَلْفَهُ، فَجَعَلَ يُنَادِي بِهِنَّ … الحدث
3.    Mabit / menginap di Muzdalifa malam tanggal 10 Dzulhijjah
4.    Melempar Jumroh Aqobah di Mina waktu dhuha tanggal 10 Dzulhijjah
5.    Menyembelih dam / hadiyah atau Qurban bagi yang berqurban
6.   Cukur rambut kepala dan lukar, dan semua larangan ihram sudah halal kecuali berhubungan suami-istri, sebelum Tawaf Ifadhoh.
7.    Tawaf Ifadhoh di Baitullah disambung dengan Sai Safa Marwa.
8.    Pada malam tanggal 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah bermalam / mabit di Mina dan siang harinya, melempar jumroh Ula – Wustho – Aqobah. Waktu melempar mulai matahari condong ke barat sampai sebelum terbenam.
Bagi jamaah yang nafar awal amalan mabit di Mina dan melempar 3 jumrah cukup sampai tanggal 12 Dhul-Hijjah. Sebelum matahari terbenam harus sudah meninggalkan Mina.

9.    Menjelang pulang mengerjakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan)
Itulah 5 amalan besar yang dikerjakan khusus dan hanya ada dalam Bulan Dzulhijah baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak sedang beribadah haji.

Semoga Allah memberi manfaat dan barokah. Aamiin.

Puasa Sunnah Syawal Dikerjakan Berapa Hari ? Jangan Kaget, ini Pahalanya !

Pahala Puasa Syawal

Sebelum kami melanjutkan tulisan kami tentang pengertian puasa syawal, pahala puasa di Bulan Syawal, puasa syawal berapa hari, puasa syawal dimulai kapan, puasa syawal berapa hari setelah lebaran, apa dalil hadits tentang puasa syawal, dll, mumpung masih di Bulan Syawal dan suasana shilaturahim lebaran masih terasa kental seperti opor ayam, dengan segala kerendahan hati perkenankan kami mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H..


تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ


"Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan anda sekalian "


Serta semoga Alloh SWT memberi rohmat, kesempatan, kesehatan dan rizqi untuk bertemu kembali di ramadhan tahun depan.


آمــــــــــــــين

Para pembaca yang budiman, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah telah berlalu beberapa hari yang lalu. 

Orang beriman memang tiada henti-hentinya terhadap lapangan pahala & kebaikan. Bukan hal yang aneh, dan memang sudah seyogyanya bahwa "beriman dan beramal shalih" adalah satu paket. Innalladziina aamaanu wa amilushholihaat. 

Setelah selesai satu amal shalih, maka akan menunggu amal shalih berikutnya. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Surah Al Insyirah ayat 7-8: "Faidza faroghta fanshob, wa ilaa robbika farghob." 

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan/amal shalih), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Lanjutkanlah/teruskanlah dengan amal shalih berikutnya ! Dan Hanya kepada Tuhanmu lah kamu berharap (pengampunan).

Setelah menyelesaikan kewajiban puasa ramadhan, pada bulan syawal ini sudah menunggu lapangan amal shalih kebaikan yang lain yaitu puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari saja. 

Memang merupakan cobaan tersendiri harus berpuasa lagi setelah satu bulan penuh berpuasa di Bulan Ramadhan. Namun demi mendapat keridhoan dan pengampunan Alloh SWT dan bonus dari Alloh berupa pahala yang sebanding puasa satu tahun penuh, kita perlu mengalahkan hawa nafsu dan segera mengendakan kapan mulai berpuasa syawal. 

Berpuasa 6 hari bulan Syawal pahalanya juga tidak main-main, pahalanya sebanding dengan puasa satu tahun penuh. Adakah diantara kita yang kuat berpuasa selama satu tahun penuh ?

Dengan dalil puasa syawal tersebut, bukankah sungguh satu amalan yang sayang bila dilewatkan begitu saja?

Pengertian Puasa Syawal 

Puasa syawal adalah sebuah puasa shunah (bukan puasa wajib) yang dikerjakan di Bulan Syawal pasca melaksanakan puasa ramadhan. Puasa Syawal dikerjakan selama 6 Hari, bisa berturut-turut, bisa juga selang-seling, yang penting dikerjakan di Bulan Syawal.

Walaupun puasa syawal merupakan amalan sunnah, namun mengingat keutamaan puasa sunnah syawal ini sangatlah besar. Dan, dalam satu tahun, bulan syawal hanya terjadi satu bulan saja, hanya satu kali dalam setahun, dan puasa syawal hanya di bulan syawal. Ya, iyalah!

Selain puasa syawal, masih ada beberapa puasa sunnah yakni puasa arafah di bulan dzulhijah/ tgl. 9 dzulhijah, puasa asyura yakni puasa bulan muharram / tanggal 9-10 muharram, puasa Nabi Daud yakni sehari puasa sehari tidak puasa, dll. 

Hadits Tentang Puasa Syawal 

Berikut ini dalil hadits tentang Puasa Syawal, yang akan menjelaskan berapa hari puasa syawal itu, dan apa pahalanya :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر


…Sesungguhnya Rasulalloh SAW bersabda, ”Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkannya dengan enam hari pada bulan Syawal, maka ada (ia) seperti puasa selama satu tahun penuh”. (HR Shohih Muslim 204 – (1164) fii kitabushiam)


عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ


مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ، مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا


… dari Rasulillahi SAW, sesungguhnya beliau bersabda,”Barang siapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri sebagaimana (berpuasa) satu tahun penuh”. (Barang siapa datang dengan sebuah kebaikan maka baginya sepuluh kali sebagaimana kebaikan tersebut)[surat Al-An’am 16o].(HR. Sunan Ibnu Majah No. 1715 Kitabushiam).

MasyaAllah, kalau tiap tahun kita bisa mengerjakan puasa syawal berarti seperti puasa sepanjang tahun. waaahh...mantaps bro, mantaps sis !





Puasa Syawal Dimulai Kapan ? 

Pertanyaan, kapan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal ini dimulai, tentu dimulainya pada hari kedua bulan syawal. Artinya sehari setelah berlebaran kita bisa memulai puasa syawal, karena pada hari berlebaran tanggal 1 syawal kita tidak boleh berpuasa, bahkan sunnahnya sebelum berangkat ke tempat pelaksanaan shalat ied, disunnahkan makan/sarapan dulu. 

Selanjutnya, puasa syawal bisa dikerjakan berturut turut selama 6 hari atau berselang-seling misalnya sehari puasa, sehari tidak, atau dua hari sekali, dan sebagainya, yang penting genap enam hari dan masih di Bulan Syawal.

Berdasarkan kalender Masehi berarti puasa syawal dikerjakan mulai tanggal 26 Juni 2017 yakni sehari pasca berlebaran 1 syawal 1438 H dan berakhir pada tanggal 24 Juli 2017. Tanggal 25 Agustus 2017 sudah memasuki Bulan Dzulqa'dah.

Niat Puasa Syawal 

Bagaimanakah lafal niat puasa syawal ? Sepanjang yang penulis ketahui, belum ditemukan hadits tentang lafal berpuasa syawal dan yang namanya niat cukup di dalam hati. Tidak usah kuatir, Allah SWT pasti mengetahui niat kita kok. 

Niat hati yang tidak karena-Allah saja diketahui oleh Allah, apalagi hanya niat puasa.

Namun bagi anda yang memang ingin melafalkan niat puasa syawal, mungkin bisa mengkajinya terlebih dahulu kepada guru mengajinya bagaimana lafal niat puasa syawal tersebut, supaya amalan kita benar-benar sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya yang termaktub di dalam Al Quran dan Al Hadits. 

Bayar Hutang Puasa dulu apa Puasa Syawal dulu?

Tentu saja pertanyaan dilema antara bayar hutang puasa ramadhan dulu ataukah mengerjakan puasa sunnah syawal dulu baru bayar hutang puasa, jawabannya ada pada diri masing-masing, tergantung situasi kondisi, kemauan, kemampuan, kesempatan dan kekuatan masing-masing. 

Bagi kaum muslimin yang di qodar sakit saat bulan Ramadhan atau bagi para wanita/ibu-ibu yang datang bulan sehingga diqodar punya hutang puasa, mungkin merasa dilema ya, apakah bayar hutang puasa dulu ataukah mengerjakan puasa shunah syawal dulu?

Katakanlah hutang puasa ramadhannya 5 hari. Bila bulan syawal waktunya masih panjang sampai berakhirnya bulan syawal, tentu lebih afdhal membayar hutang puasa dulu baru mengerjakan puasa syawal. 


Itu pun kalau dirinya mampu mengerjakannya (membayar hutang puasa yang 5 hari tadi ditambah puasa syawal 6 hari). Bila waktu syawalnya masih panjang dan mengerjakan puasa syawal itu tidak harus berturut-turut tapi bisa selang-seling hari ini puasa besoknya tidak atau diatur 2 hari sekali dsb. 

Namun kalau waktunya sudah mepet dimana bulan syawal akan berakhir tentu tidak ada salahnya mengerjakan puasa syawal dulu mengingat besarnya ganjaran pengampuanan dosa selama satu tahun penuh yang dijelaskan hadits di atas. 

Melihat besarnya ganjaran pahala seperti dijelaskan di atas, kita nggak mau ketinggalan dong? Yuk, paling tidak kita persiapkan diri kita, bagi yang mampu kita perlu-perlukan puasa syawal 6 hari ! 

Semoga para pembaca diberi kesehatan, kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan puasa sunnah syawal ini. 

Bro, Sis, Nyak, Babe ! Puasa Syawal Berapa Hari kita kerjakan ? Cuma 6 (enam) hari doang, tapi ganjaran pahalanya mantaps. bayangin saja anda puasa selama setahun berturut-turut, bukankah itu berat ? Berarti pahalanya besar dong ! Kalau kita sehat, kuat, longgar, kesempatan ada, masa sih kita sia-siakan?

Inilah Tugas dan Peranan Para Amil Zakat

Membayar zakat fitrah  merupakan kewajiban fardhu a'in bagi setiap muslim tanpa kecuali. Tugas dan Peranan para amil zakat sangatlah strategis, disamping mereka harus jujur dan amanah, mereka juga perlu memahami betul hak dan kewajibannya sebagai petugas penghimpun zakat dari muzaqi/orang yang menunaikan zakat dan kemudian menyalurkannya kepada para mustahik/ para penerima zakat.

Pembagian zakat fitrah harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan shalat ied. Bila dilakukan sesudah shalat ied, hukumnya hanya sebagai shadaqah biasa, bukan sebagai zakat.
 
Kewajiban Seorang Muslim Menunaikan Zakat

Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menunaikan zakat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang juga diperkuat oleh Rasulullah SAW. 

Allah SWT berfirman : 

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) سورة البقرة ٤٣ 

Artinya : Dan kerjakanlah shalat dan tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (shalat berjamaah). QS. Al Baqoroh : 43

Di dalam riwayat Hadits Riwayat Bukhary dan Muslim, Rasulullah SAW juga mensabdakan perintah Allah SWT di atas : 

روى البخاري ومسلم في " صحيحهما " عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : " فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ

Artinya : Diriwayatkan dari Hadits Bukhary dan Muslim (yang shahih keduanya), dari Ibni Umar Radhiallahu Anhu, berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sho' berupa kurma atau satu sho' dari sya'ir, bagi budak (hamba sahaya), orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang tua dari orang Islam dan Nabi memerintahkan agar zakat tersebut diserahkan sebelum manusia keluar melaksanakan shalat (shalat iedul fitri). 



Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam. Rukun Islam yakni syahadat, shalat, puasa, zakat, dan melaksanakan ibadah haji Rasulullah SAW (bagi yang mampu melaksanakannya).

Sabda Rasulullah SAW :

 بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
[متفق عليه عَنْ ابْنِ عُمَرَ]

Islam dibangun atas 5 (perkara) yakni :
  1. Penyaksian bahwa tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Alloh dan penyaksian bahwa Muhaammad adalah Rasulullah (Syahadat)
  2. Menegakkan shalat
  3. Memberikan/ menunaikan zakat
  4. Haji
  5. Puasa Ramadhan 
Baca Juga :
Apakah Kaum Faqir, Miskin Harus Bayar Zakat Fitrah?Zakat Merupakan Wujud Solidaritas dan Penyempurna Puasa Ramadhan



“ Tugas dan Peranan Amil Zakat “

Biasanya di suatu Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau Majelis Ta'lim ditunjuk para petugas Amil Zakat yang menghimpun zakat dari muzaqi/ orang yang menunaikan zakat dan menyalurkan zakat tersebut kepada yang berhak menerima zakat yakni yang disebut para mustahik /penerima zakat. Peranan amil zakat untuk menghimpun dan melancarkan Orang Islam yang mau berzakat sangatlah strategis dan perlu memahami tugas-tugasnya, perlu mengetahui hak dan kewajibannya. 
 
Amil harus memahami bagaimana seorang mustahik menunaikan zakatnya, bagaimana cara bayar zakat nya. Juga harus memahami siapa saja yang harus diberi bagian zakat sehingga amanat zakat dari para muzaqi menjadi tepat sasaran dan sesuai syar'i.

Yang terpenting juga adalah pembagian zakat harus sudah selesai sebelum shalat Ied. Karena, bila dibagi setelah shalat ied tidak dianggap sebagai zakat fitrah tapi sebagai shodaqoh biasa.

Mengingat kewajiban menunaikan zakat adalah perintah fardhu a'in artinya tanpa kecuali, mau tidak mau harus menunaikan zakat, baik tua-muda, besar-kecil, anak-anak maupun orang dewasa, orang kaya maupun orang miskin, semua terkena kewajiban zakat tanpa kecuali.
 
Untuk urusan zakat ini, banyak yang salah kaprah bahwa kaum faqir/ miskin tidak diurus kewajibannya menunaikan zakat. Memang secara logika, bukankah mereka adalah kaum dhuafa / lemah, dari mana mereka bisa bayar zakat, sedangkan mereka sendiri kekurangan harta. jangankan untuk bayar zakat, untuk makan sehari-hari saja kesusahan.

Nah, disinilah dituntut peranan para amil zakat.
 
Lalu Bagaimana Caranya Para kaum dhuafa/ faqir/ miskin menunaikan zakatnya ?
 
Bagi kaum faqir, miskin, yang tidak mampu, amil zakat/ keluarganya/pengurusnya/ orang yang mampu di sekitarnya harus memberi pinjaman zakat kepada mereka (sebagai wujud saling memperhatikan dan solidaritas sesama muslim). Nanti, pada saat pembagian zakat fitrah maka mereka diberi bagian zakat lebih banyak, tujuannya supaya bisa melunasi pinjaman zakat yang dipinjami sebelumnya, dan masih banyak sisa untuk dibawa pulang sebagai kegembiraan bagi mereka.

Amil zakat harus jeli bila melihat ada ibu hamil dan siap melahirkan, karena anak yang baru lahir tersebut juga wajib dizakati/ menunaikan zakat.  Tentu saja yang membayar adalah orang tuanya.

Itulah tugas mulia seorang amil zakat, tidak hanya diam menerima orang-orang yang menyetorkan zakat tapi memperhatikan siapa saja yang seharusnya membayar zakat, kalau perlu door to door melancarkan para muzaqqi.

Dari uraian di atas,

foto : tribunnews
Inilah beberapa tugas para amil zakat :

1. Mempelajari dan memahami ilmu zakat

2. Membantu menghitung dan menerima zakat dari muzaki yang telah nishob, termasuk zakat perniagaan. Dalam perhitungan zakat perniagaan perlu diperhatikan : modal di tengah perjalanan usaha, tetap dihitung karena dicampuri dengan yang sudah haul (berputar 1 tahun) kecuali ditarik, tapi tidak boleh mengakali untuk menghindari nishob

3. Menyalurkan zakat yang diterima dari muzaki kepada para mustahik.

4. Mendata dan meng-update/ memutahirkan data mustahik di sekitarnya.

5. Amil berijtihad agar pembagian mustahik adil dan tepat sasaran "8 asnaf" kalau ada

6. Mengevaluasi data sensus, dengan membuat nilai bobot mustahik (selalu di update)

Contoh:
Tempat tinggal Sendiri = 1 Sewa = 4 Numpang = 2 Sabilillah = 0
Penghasilan Kerja/Pensiun = 1 Dagang = 2 Tidak tetap = 4
Tanggungan / keluarga < 2 = 1 2 s/d 4 = 2 > 4 = 4
Usia < 40 th = 1 40 s/d 60 th = 2 > 60 th = 4

Per Bagian Bobot – Jumlah total bagian mustahik dibagi dengan jumlah mustahik yang dipilih. Cara ini anjuran saja.

7. Para amil bermusyawarah dalam rencana pembagian kepada mustahik

8. Bila mustahik di sekitarnya tidak ada/sedikit, bisa dibagikan melalui amil yang cakupannya lebih luas.

9. Dalam memasukan uang pembagian zakat ke amplop supaya disaksikan oleh amil yang lain sebagai penjagaan penyaluran amanah dari muzaki

10. Membuat laporan penerimaan zakat dan tanda terima dari mustahik (Foto copy serah terima untuk muzaki) dibuat rangkap 2.

11. Amil bisa memberikan sebagian hak amil kepada pihak yang membantu tugas

12. Pembagian zakat kepada mustahik menjadi wewenang utama amil di DKM tersebut.

13. Ghorim adalah yang tidak mampu bayar hutang disebabkan :

a. Karena sakit, cacat, penghasilan minim, meninggal
b. Aset yang dimiliki tidak bisa mencukupi untuk membayar hutang
c. Tidak ada yang mau menanggung hutangnya
d. tidak dibebaskan oleh yang berpiutang

14. Zakat yang di atas 5 juta sebelum dibagi supaya melaporkan tertulis dan ditandatangani minimal 2 amil di tingkat yang lebih tinggi.

15. Tiap-tiap amil berhak mendapatkan bagian amil karena kerjanya (kalau tidak bekerja maka tidak berhak mendapat bagian amil).

Demikian penjelasan tentang tugas dan kewajiban, para petugas amil zakat. Semoga tulisan ini ada manfaat dan barokahnya dari Allah SWT untuk kita, bilkhusus bagi para petugas amil zakat.

Bapak-bapak Amil Zakat. Selamat bertugas..!

Yuk, kita kenali Apa Saja yang Membatalkan Puasa?


credit : pixabay

Bagi orang yang berpuasa tentu akan menahan makan dan minum sejak shubuh hingga tiba adzan maghrib. Dan mereka akan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa. 

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ، ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ


Artinya :  Makan dan minumlah sampai jelas  bagi kalian benang putih dari benang hitam yaitu sampai terbit fajar shidiq, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam [terbenam matahari]. QS Al Baqoroh 187.

Dalam surat Al Baqoroh tersebut dijelaskan bahwa bagi orang yang berpuasa supaya menahan makan dan minum sejak fajar shidiq / shubuh hingga terbenamnya matahari. 

Mungkin ada diantara pembaca yang bertanya-tanya, apa saja kah yang bisa membatalkan puasa? 
Apakah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, selalu membatalkan puasa? Misalnya : saat kita menggunakan obat tetes mata, biasanya terasa ada yang masuk ke hidung. 

Apakah menggunakan obat tetes mata membatalkan puasa ?
Apakah menghirup obat hisap membatalkan puasa? 
Apakah mengoleskan remason atau salep membatalkan puasa? 
Apakah suntik insulin membatalkan puasa? 
dll

Yuk, kita lanjutkan !

Saudara-saudariku, segala sesuatu, baik berupa makanan maupun minuman yang mengenyangkan perut akan membatalkan puasa. Walaupun masuknya makanan dan minuman tersebut tidak melalui mulut, hukumnya tetap membatalkan puasa, seperti memasukkan cairan yang mengandung zat-zat makanan )sebagai pengganti makanan dan minuman) baik melalui suntikan maupun infus.

Adapun segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh, yang tidak melalui mulut dan bukan merupakan pengganti makanan atau minuman, maka hukumnya tidak membatalkan puasa.

Nah, berarti beberapa hal berikut ini, tidaklah membatalkan puasa :

1. Suntikan cairan obat, contoh : suntikan obat ant biotik, analgesik
)penghilang rasa sakit) atau suntikan cairan yang bukan sebagai pengganti makanan dan minuman, conth : suntikan insulin, vaksin meningitis.
2. Mengoleskan minyak angin, remason, menghirup inhaler, fresh care dan sejenisnya.
3. Obat tetes mata
4. Obat semprot Asma )nasal spray bronchodilator)
5. Transfusi darah

Demikian semoga penjelasan ini cukup menjelaskan kepada kita apa saja yang membatalkan puasa ? dan apa saja yang tidak membatalkan puasa

Semoga bermanfaat.

Resolusi (Harapan dan Target) Ramadhan 1438 H

Sabtu Tanggal 27 Mei 2017 sebagai awal Ramadhan 1438 H telah diumumkan secara resmi melalui sidang isbat Kementrian Agama Pemerintah Republik Indonesia. Semoga Alloh SWT memberi kita umur, kesempatan, kesehatan dan kekuatan hingga akhir ramadhan nanti dan masih menjumpai ramadan berikutnya.

Sudahkah kita membuat sebuah resolusi (harapan/target/tujuan) untuk ramadhan yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya?. Mana tahu apakah kita akan berjumpa kembali dengan ramadhan tahun depan apa tidak. Resolusi itu jangan hanya dipersiapkan saat menjumpai tahun baru saja, namun juga saat menjumpai ramadan seperti ini, ada baiknya kita membuat sebuah resolusi (harapan). Apalagi ramadhan adalah bulan istimewa dibanding bulan-bulan yang lain, penuh lipatan pahala dan pengampunan Allah SWT. 

Arti Kata & Pengertian Resolusi Menurut Kamus Bahasa Indonesia

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online di http://kbbi.web.id/resolusi, kata "resolusi" dalam Bahasa Indonesia berarti :

re·so·lu·si /résolusi/ n : putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yang akan diajukan kepada pemerintah.

Kalau kita merujuk pada arti tersebut, berarti resolusi adalah hasil dari sebuah rapat yang biasanya berisi permintaan atau tuntutan suatu hal. Misalnya, ketika organisasi buruh akan melakukan aksi, terlebih dahulu mereka melakukan rapat atas tuntutan apa yang akan mereka ajukan. Hasil dari rapat tersebut disebut resolusi.

Namun kata resolusi dalam artikel ini merupakan perluasan makna dari arti aslinya. Di sini, makna dari resolusi bisa berarti berbagai harapan (resolusi) tentunya dalam arti positif yakni harapan yang sungguh-sungguh dari pribadi seseorang, di mana ia metetapkan tujuan yang ingin dicapainya/ diraihnya dalam sebuah momen, dalam hal ini kita sedang membicarakan resolusi/harapan di Bulan Ramadhan 1438 H yang in syaa Allah sebentar lagi akan menjelang dalam hitungan hari ke depan. 

Jadi, kata resolusi yang saya tulis di judul artikel merupakan makna luas dari sebuah ungkapan harapan seseorang atau cita-cita tentang apa saja yang mau diraih dalam suatu momen tertentu, sehingga tujuan hidupnya lebih terarah dan tertarget. 

Dengan menuliskan sebuah resolusi, berarti seseorang memiliki semangat dan komitmen untuk melakukan sesuatu yang ingin diwujudkannya. Adanya resolusi menandakan ia memiliki semangat untuk melakukan perbaikan diri yang lebih baik daripada sebelumnya. Ketetapan hati ini tentu ini merupakan hasil "rapat di dalam hatinya" tentang apa saja yang mau diraihnya, sebagai tuntutan bagi diri kita sendiri untuk mewujudkan hal-hal yang kita cita-citakan.

Biasanya kita lihat atau kita baca di berbagai media sosial, orang-orang ramai membuat resolusi di awal pergantian tahun (tahun baru). Resolusi di sini diartikan tujuan atau sesuatu yang hendak di capainya untuk tahun-tahun ke depan. Acara-acara gosip pun ramai menayangkan liputan-liputan mengenai resolusi-resolusi artis di awal tahun baru. Atau juga ketika seseorang selesai mengadakan sebuah momentum besar dalam hidupnya seperti menikah, bertunangan, perayaan ulang tahun atau kenaikan jabatan.

Tentang resolusi tahun baru, bisa dilihat di Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, https://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi_Tahun_Baru

Berikut adalah beberapa resolusi tahun baru yang paling populer yang sering dibuat orang :
  • Meningkatkan kesejahteraan fisik: makan makanan yang sehat, menurunkan berat badan, berolahraga teratur, makan yang lebih bernutrisi, mengurangi minum alkohol, berhenti merokok, berhenti menggigit kuku, dan menyingkirkan kebiasaan buruk yang lama
  • Meningkatkan kesejahteraan mental: berpikir positif, lebih sering tertawa, menikmati hidup
  • Meningkatkan kesejahteraan keuangan: bebas dari utang, menghemat uang, berinvestasi kecil-kecilan
  • Meningkatkan karier: lebih baik dalam pekerjaan saat ini, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membangun bisnis sendiri
  • Meningkatkan pendidikan: meningkatkan nilai, mendapatkan pendidikan yang lebih baik, belajar sesuatu yang baru (seperti bahasa asing atau musik), belajar lebih sering, membaca lebih banyak buku, mengembangkan bakat, lulus atau wisuda
  • Meningkatkan kemampuan diri: menjadi lebih terorganisir, mengurangi stres, mengurangi sifat pemarah, bisa mengatur waktu, menjadi lebih mandiri, mengurangi menonton televisi, mengurangi bermain permainan video
  • Pergi berlibur
  • Menjadi relawan untuk membantu orang lain, mempraktikkan keterampilan hidup, beramal, bekerja paruh waktu di sebuah organisasi amal (NGO)
  • Bergaul lebih baik dengan orang-orang sekitar, meningkatkan keterampilan sosial, meningkatkan kecerdasan sosial
  • Memiliki teman-teman baru
  • Meluangkan waktu yang berkualitas dengan anggota keluarga
  • Bertunangan/menikah, memiliki momongan
  • Mencicipi makanan asing, menemukan budaya baru
  • Beribadah lebih sering, lebih dekat dengan Tuhan, menjadi lebih taat pada agama
Mengapa Kita Perlu Membuat Resolusi Ramadhan ?

Resolusi juga bisa dikatakan kebulatan tekad dalam hati seseorang ketika mengambil sikap atau tindakan serta perilaku yang lebih baik dibandingkan dengan yang sudah dilalui, dengan bahasa mudahnya di tahun baru harus lebih baik dari tahun sebelumnya, begitu pula untuk ramadhan, kita perlu sebuah resolusi agar kita terpacu mengisi ramdhan yang lebih baik.

Tidak ada salahnya menjelang Bulan Ramadhan pun kita membuat sebuah resolusi/ harapan. Malah insyaaAllah baik karena kita ingin sebuah peningkatan dibanding ramadhan-ramadhan sebelumnya, mengingat belum tentu tahun depan kita akan menjumpai ramadhan kembali.

Apalagi di Bulan Ramadhan, pahala dilipatgandakan tidak seperti hari-hari biasa, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW :


فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيمَا سِوَاهُ ...


… Rasulullah s.a.w. bersabda: “…maka sesungguhnya kebaikan dilipat-gandakan pada bulan Ramadhan tidak seperti dalam bulan-bulan lainnya...




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
  كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ :  إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ، وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ "








"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi"  


Resolusi ialah ketetapan hati. Itu adalah kebulatan tekat untuk mengambil sikap, melakukan tindakan, serta menunjukkan perilaku baru yang berbeda dengan yang sudah-sudah. Lazimnya yang baru ini lebih baik daripada yang dulu.

Resolusi ramadhan adalah tujuan atau sesuatu yang hendak saya capai dalam Bulan Ramadhan nanti. Kenapa kita bikin resolusi hidup? Karena kadang kala kita lupa akan tujuan yang hendak kita capai. Jadi dengan adanya resolusi kita bisa mengingat dan menguatkan tekat kita untuk resolusi yang telah kita buat. Manfaatnya adalah kita mempunyai tujuan yang terarah selama ramadhan.
Di Bulan Ramdhan 1438 H nanti, sudahkah anda membuat sebuah resolusi sukses ramadhan ? Apa sajakah?

" Oh sudah dong, resolusi saya adalah saya harus turun berat badan sampai seperti dulu lagi, yakni kurang lebih 55 kg!".

Oh bukan itu maksudnya...kita perlu resolusi yang lebih visioner jauh ke depan yakni urusan ibadah untuk meraih pahala dan pengampunan Alloh SWT.

Kalau belum, yuk kita bikin sebuah target / harapan / cita-cita akan yang kita lakukan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapat banyak pahala dan pengampunan-Nya.

Jika resolusi itu berhasil dilaksanakan, maka itu adalah satu langkah besar dalam kehidupan kita, kita bisa menulis resolusi untuk ramadhan ini pada selembar kertas resolusi mengenai apa yang ingin dicapai, kita tulis pada kertas dan tempel pada dinding kamar kita sebagai pengingat.


Resolusi 5 Sukses Ramadhan 1438 H

1. Sukses Puasa
2. Sukses Shalat Tarawih
3. Sukses Baca AlQuran
4. Sukses Lailatul Qodar
5. Sukses Zakat Fitroh



Untuk mewujudkan 5 target sukses ramadhan tersebut, tentu perlu dirinci apa yang akan kita lakukan di bulan ramadan tersebut supaya sukses.

Misal : kita punya resolusi menjadi penjahit handal, tentu langkah rill nya misalnya saya harus segera menyelesaikan kursus jahit saya secepat mungkin, dengan rajin datang dan memanfaatkan waktu untuk praktek-praktek menjahit lagi. Juga, mencari info sebanyak mungkin tentang ilmu menjahit dari berbagai media seperti memanfaatkan Internet untuk menjelajahi Google, Yahoo, Facebook, Twitter, blog baik blogspot, wordpress, Burdastyle, serta blog atau situs lain yang terkait sehingga Saya bisa mengoptimalkan kemampuan Saya dalam menjahit.

Dengan sebuah resolusi yang kita targetkan kita akan lebih terarah dan terpacu bagaimana mewujudkannya. Misal dalam bulan ramadan ini saya ingin lancar membaca Al Quran, tentu kita perbanyak menderes membaca Al Quran tidak seperti hari biasanya yang mungkin hanya membaca 3 ayat perhari. Supaya jadi lancar membaca Al Quran misal minimal membaca 3 lembar perhari.

Bila kita bikin resolusi ingin mengkhatamkan membaca Al Quran minimal 1 x selama Bulan Ramadhan ini tentu kita targetkan perhari minimal membaca Al quran sebanyak 1 juz supaya dalam 30 hari bisa khatam 30 juz. Bila ingin khatam 2 kali berarti minimal harus membaca Alquran minimal 2 juz. dst.

Berikut ini contoh Resolusi Target 5 Sukses Ramadhan, silakan di sesuaikan sikon, kemampuan dan kondisi masing-masing :TARGET SUKSES RAMADHAN
TARGET SUKSES RAMADHAN
HARI Ke-1 sd 19
No
DESKRIPSI
TARGET
Estimasi
Hari ke :
minimal
durasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
1
Puasa
tiap hr




















2
Salat Tarawih
tiap mlm




















3
Membaca AlQuran (minimal……..juz)
tiap hr




















4
Lailatul Qadar (mulai mlm 20)





















5
Zakat Fitrah












































6
DOA PAGI-SORE :






















* Bc Raja Istighfar (PR13 No.10), K.Doa hal.7

17det




















* Bismillahi layadhurru…(PR-13 No. 9), K.Doa hal.6
3x
15 det




















* Surat Al Iklash-Al Falaq-An nas
@3x
3mnt




















* Asyhadu alla ilaaha illalloh wahdahu laasyarikaalah
10x
2 mnt




















ilaahan waahidan ahadan shomadan lam yattaakhid






















shohibatan walamyakunlahu kufuwan ahadd













































Tasbih-Tahmid-Takbir-Tahlil PR-13 No.12
@100x
6-7mnt











































* Albaqoroh 1-4 + ayat kursyi (ayat 255) +
2 ayat setelah ayat kursi (ayat 256-257) +
3 ayat terakhir albaqoroh (ayat 284-286)

3.5mnt










































7
BACA PR-13 yang lain :






















PR-1 (Laailaahaillalohu wahdahu ……)
100x
9'




















PR-2 (Subhanaalloh Wabihamdihi), K.Doa hal.30 a
100x
3'




















PR-3 (Subhanaallohu wabihamdihi, Subhanallohil adzim), K.Doa hal.30 b
100x
7'




















PR-4 (Laaillaha illallohu wallohu akbar…)






















PR-5 ketika mau tidur (Astagfirulllohalladzi…)






















PR-6 (Rodhitu billahi robban…) K.Doa hal.52






















PR-7 (subhanakallohumma…)






















PR-8 (Robbighfirli watub alayya…) K.Doa hal.49
100x





















PR-11 (Do'a ketika susah), K.Doa hal.19






















PR-13 (alhamdulillahilladzi aafani…)












































8
Baca Istighfar
1000x
18mnt



















9
Baca Sholawat
………..x




















10
Baca Al-ikhlas 50x (diampuni 50 tahun)

6 mnt



















11
Shodaqoh





















12
Berdo'a 1/3 malam





















13
Sahur





















14
Shalat Dhuha 4 rakaat/ 12 rakaat
tiap hr




















15
Sholat Hajat
tiap hr
5 mnt



















16
Sholat Istikhoroh
tiap hr
5 mnt



















17
Sholat Tasbih
tiap hr
15 mnt



















18
Mendengar nasehat bada tarawih
tiap mlm




















19
Tadarus Alquran bada tarawih
tiap mlm





















Cara pengisian Target Sukses Ramadhan di atas cukup di checklist(√) kolom yang ada. Setiap selesai ramadhan kita simpan hasilnya. Sebagai evaluasi dari tahun ke tahun kita bandingkan rekapnya, sehingga sebagai masukan untuk kita sendiri amalan apa yang perlu kita tingkatkan, sehingga dari tahun ke tahun kita harapkan bisa lebih meningkat.

Hakikat sesungguhnya dari Resolusi Sukses Ramdhan 1438 H adalah membangun diri untuk menyadari tujuan kita, fokus, dan terarah dengan amalan terbaik yang bisa kita lakukan untuk tidak menyia-nyiakan Ramadan berlalu begitu saja.

BACA JUGA :
5 Amalan yang Melejitkan Pahala & Pengampunan Allah SWT di Bulan Ramadhan


Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa. Mari kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Dan bila kita praktekkan hal di atas mudah-mudahan kita setelah melewati Bulan Ramadhan bisa menjadi ahli dzikir, ahli shalat sunnah, ahli membaca AlQuran, dsb sehingga kita bisa memiliki amalan andalan di sisi Allah.


Semoga kita bisa meraih 5 Sukses Ramadhan. Aamiin.