Showing posts with label Kumpulan Doa. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Doa. Show all posts
Doa Perlindungan dari Berbagai Kerusakan Akibat Bencana Seperti: Gempa Bumi, Tanah Longsor, Banjir, Badai dan Kebakaran

Doa Perlindungan dari Berbagai Kerusakan Akibat Bencana Seperti: Gempa Bumi, Tanah Longsor, Banjir, Badai dan Kebakaran

Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun. Sejak bangun tidur sampai dengan kembali lagi ke peraduan, ada doanya lho. Begitu pun saat Allah SWT mengutus angin kencang atau angin ribut berupa angin topan, angin puting beliung, hujan badai, petir, kilat, hujan deras, dsb, maka kita harus bermohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi siksa bagi orang yang tidak beriman. Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb. Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.

Sumber: https://www.bandungtimur.net/2015/10/doa-ketika-terjadi-angin-kencang-hujan-petir-halilintar.html
Artikel ini berasal dari bandungtimur.net. Terima kasih telah mencantumkan sumber artikel ini
Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun. Sejak bangun tidur sampai dengan kembali lagi ke peraduan, ada doanya lho. Begitu pun saat Allah SWT mengutus angin kencang atau angin ribut berupa angin topan, angin puting beliung, hujan badai, petir, kilat, hujan deras, dsb, maka kita harus bermohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi siksa bagi orang yang tidak beriman. Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb. Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.

Sumber: https://www.bandungtimur.net/2015/10/doa-ketika-terjadi-angin-kencang-hujan-petir-halilintar.html
Artikel ini berasal dari bandungtimur.net. Terima kasih telah mencantumkan sumber artikel ini
Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun. 


Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi peringatan bagi orang yang tidak beriman. 

Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb.

Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.
Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun. Sejak bangun tidur sampai dengan kembali lagi ke peraduan, ada doanya lho. Begitu pun saat Allah SWT mengutus angin kencang atau angin ribut berupa angin topan, angin puting beliung, hujan badai, petir, kilat, hujan deras, dsb, maka kita harus bermohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi siksa bagi orang yang tidak beriman. Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb. Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.

Sumber: https://www.bandungtimur.net/2015/10/doa-ketika-terjadi-angin-kencang-hujan-petir-halilintar.html
Artikel ini berasal dari bandungtimur.net. Terima kasih telah mencantumkan sumber artikel ini
Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun. Sejak bangun tidur sampai dengan kembali lagi ke peraduan, ada doanya lho. Begitu pun saat Allah SWT mengutus angin kencang atau angin ribut berupa angin topan, angin puting beliung, hujan badai, petir, kilat, hujan deras, dsb, maka kita harus bermohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi siksa bagi orang yang tidak beriman. Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb. Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.

Sumber: https://www.bandungtimur.net/2015/10/doa-ketika-terjadi-angin-kencang-hujan-petir-halilintar.html
Artikel ini berasal dari bandungtimur.net. Terima kasih telah mencantumkan sumber artikel ini

Dalam situasi dan kondisi cuaca ekstrim saat ini, banyak terjadi bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dll. Oleh karena itu marilah kita perbanyak do’a penjagaan dan keselamatan :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرَقِ، وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغاً. رواه ابو داود

Artinya : "Yaa Allah aku berlindung kepadaMu dari kejatuhan/tertimpa sesuatu (longsor), dan aku berlindung padaMu dari tergelincir, dan aku berlindung padaMu dari tenggelam (banjir), terbakar dan pikun. Dan aku berlindung padaMu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung padaMu apabila mati dalam keadaan mundur dari agamaMu, dan aku berlindung padaMu apabila mati karna disengat. HR. Abu Dawud


BACA JUGA :
DOA KETIKA TERJADI ANGIN KENCANG

                   آمين.....آمين..... آمين

Kumpulan Doa PR 13 dan Kefadhalannya

Kumpulan Doa Harian beserta Penjelasan Keutamaannya.

PR13, PR 13, Doa Harian, Doa
image credit : pixabay

Berikut ini kami tuliskan beberapa doa harian yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih mantap, kami sertakan juga keutamaanya / ganjarannya dengan kita membaca doa tesebut. Karena jumlahnya ada 13 doa maka kita menyebutnya PR 13. 

١. لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلملْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (رواه البخارى كتاب الدعوات)

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH YANG MAHA ESA, TIADA SEKUTU BAGINYA, BAGINYA/MILIKNYA KERAJAAN, DAN BAGINYA/MILIKNYA SEGALA PUJI, DAN DIA MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU

KETERANGAN : DIBACA 100 X DALAM SEHARI,

KEUTAMANNYA : A. MENDAPAT PAHALA SEPERTI MEMERDEKAKAN 10 BUDAK, B. DITULIS 100 KEBAIKAN, C. DIHAPUS 100 KEJELEKAN, D. DIJAGA DARI GANGGUAN SYETAN, E. TIADA YANG MEMBANDINGINYA KECUALI ORANG YANG MEMBACA LEBIH BANYAK DARI 100 X

٢. سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ (رواه البخارى كتاب الدعوات)

MAHA SUCI ALLOH DAN DENGAN PUJIANNYA

KETERANGAN : DIBACA 100 X DALAM SEHARI, KEUTAMANNYA : DIAMPUNI DOSANYA MESKIPUN SEBANYAK BUIH SAMUDERA

٣. سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ (رواه البخارى كتاب الدعوات ٦/١٠٧)

MAHA SUCI ALLOH DAN DENGAN PUJIANNYA, MAHA SUCI ALLOH LAGI MAHA AGUNG

KETERANGAN : DUA KALIMAT YANG DAPAT MEMPERBERAT TIMBANGAN AMAL DIHARI QIYAMAH

٤. لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ وَ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ (رواه الترمذى)

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH, DAN ALLOH MAHA BESAR, DAN TIADA DAYA SERTA UPAYA MELAINKAN DENGAN SEIZIN ALLOH

KETERANGAN : DIAMPUNI DOSANYA MESKIPUN SEBANYAK BUIH SAMUDERA

٥. أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِى لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ اْلحَيَّ اْلقَيُّوْمَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْهِ (رواه ابو داود)

AKU MINTA AMPUN KEPADA ALLOH YANG TIADA TUHAN SELAINNYA, DIA MAHA HIDUP LAGI MAHA MERAMUT, DAN AKU BERTAUBAT KEPADANYA

KETERANGAN : DIAMPUNI DOSA MESKIPUN TELAH LARI DARI PERANG

٦. رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَسُلاً (رواه ابو داود)

AKU SENANG KEPADA ALLOH SEBAGAI TUHAN, DAN DENGAN ISLAM SEBAGAI AGAMA, DAN DENGAN NABI MUHAMMAD SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM SEBAGAI UTUSAN

KETERANGAN : WAJIB MASUK SURGA BAGI YANG MEMBACANYA

٧. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ (رواه الترمذى)

MAHA SUCI ENGKAU YA ALLOH, DAN DENGAN PUJIANMU AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, AKU MINTA AMPUN KEPADAMU, DAN AKU BERTAUBAT KEPADAMU

DIBACA SAAT AKAN BERDIRI DARI DUDUK (BILA DALAM DUDUKNYA TIDAK INGAT KEPADA ALLOH), KETERANGAN : DIAMPUNI LAHAN DAN DOSANYA SELAMA DUDUK

٨. رَبِّ اغْفِرْلِى وَ تُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (رواه ابو داود)


YA TUHAN, AMPUNILAH ……………

YA TUHAN, AMPUNILAH AKU, DAN TERIMALAH TAUBAT ATASKU, SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA PENERIMA TAUBAT LAGI MAHA PENYAYANG

KETERANGAN : AMALAN YANG BIASA DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEBANYAK 100 X SETIAP DUDUK

٩. بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلأَرْضِ وَ لاَ فِى السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ (رواه الترمذى)

DENGAN NAMA ALLOH, YANG TIDAK MEMUDLOROTKAN BESERTA NAMANYA, SESUATU DI LANGIT DAN DI BUMI, DAN DIA MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI

KETERANGAN : DIBACA 3 X PAGI DAN 3 X SORE, DIJAGA DARI SEGALA BAHAYA/KEMUDLOROTAN

١٠. اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِى وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ وَ أَبُوْءُ إِلَيْكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَعْتَرِفُ بِذُنُوْبِى فَاغْفِرْلِى ذُنُوْبِى إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ (رواه الترمذى ج ١٢ ابواب الدعاء)

YA ALLOH ENGKAU TUHANKU, TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, ENGKAU TELAH MENCIPTAKANKU, DAN AKU HAMBAMU, DAN AKU ATAS PETUNJUKMU DAN JANJIMU SEMAMPUKU, AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI JELEKNYA APA-APA YANG TELAH KUPERBUAT, DAN AKU KEMBALI KEPADAMU BERKAT NIKMATMU (YANG DIBERIKAN) KEPADAKU, DAN AKU MENGETAHUI PADA DOSA-DOSAKU, MAKA AMPUNILAH AKU, SESUNGGUHNYA TIADA YANG BISA MENGAMPUNI DOSA-DOSA SELAIN ENGKAU

KETERANGAN : RAJA ISTIGHFAR INI DIBACA PAGI DAN SORE, KEUTAMAANNYA : DIBACA WAKTU PAGI DAN BILA MENINGGAL SEBELUM SORE, MAKA WAJIB MASUK SURGA. DIBACA WAKTU SORE DAN BILA MENINGGAL SEBELUM PAGI, MAKA WAJIB MASUK SURGA

١١. لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ اْلعَلِيُّ اْلحَلِيْمُ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَ اْلاَرْضِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ (رواه الترمذى)

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH YANG MAHA LUHUR LAGI MAHA ARIS, TIADA TUHAN SELAIN ALLOH, TUHANNYA SINGGASANA YANG AGUNG, TIADA TUHAN SELAIN ALLOH, TUHANNYA BEBERAPA LANGIT DAN BUMI, DAN TUHANNYA SINGGASANA YANG MULYA

KETERANGAN : DIBACA KETIKA TERTIMPA KESUSAHAN

١٢. سُبْحَانَ اللهِ X١٠٠ اَلْحَمْدُ لِلّهِ X١٠٠ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ X١٠٠ اَللهُ أَكْبَرُ X١٠٠ (رواه الترمذى)

MAHA SUCI ALLOH 100 X, SEGALA PUJI BAGI ALLOH 100 X, TIADA TUHAN SELAIN ALLOH 100 X, ALLOH MAHA BESAR 100 X

KETERANGAN : DZIKIR PAGI DAN SORE, A. TASBIH = MENDAPAT PAHALA SEPERTI MENUNAIKAN IBADAH HAJI 100 X, B. TAHMID = MENDAPAT PAHALA SEPERTI MENYERAHKAN 100 EKOR KUDA UNTUK SABILILLAH ATAU SEPERTI IKUT BERPERANG DALAM SABILILLAH 100 X, C. TAHLIL = MENDAPAT PAHALA SEPERTI MEMERDEKAKAN 100 BUDAK BANI ISMA’IL, D. TAKBIR = TIADA YANG MEMBANDINGI ORANG YANG MEMBACANYA KECUALI ORANG LAIN YANG MEMBACA SAMA BANYAK ATAU LEBIH BANYAK

١٣. اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَ فَضَّلَنِى عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّن خَلَقَ تَفْضِيْلاً
(رواه الترمذى)

SEGALA PUJI BAGI ALLOH, YANG TELAH MENYELAMATKAN SAYA DARI APA-APA YANG KAU COBA DENGAN APA-APA, DAN YANG TELAH MEMBERI KEFADLOLAN KEPADAKU DARIPADA ORANG-ORANG YANG ALLOH CIPTAKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MEMBERI KEFADLOLAN

KETERANGAN : DO’A KETIKA MELIHAT ORANG YANG TERTIMPA COBAAN, KEUTAMAANNYA : COBAAN YANG DILIHAT TERSEBUT TIDAK AKAN MENIMPA ORANG YANG MEMBACANYA

Urutan Doa yang Dibaca di Sepertiga Malam yang Akhir

Di Sepertiga Malam yang Akhir Allah Turun ke Langit Dunia



Urutan do'a yang di baca 1/3 malam yang akhir.


Doa Ketika Terbangun Malam

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه                                                                                    

Membaca Istighfar 3x
 اَسْتَغْفِرُ اللَّه

Doa Pengampunan Dosa

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Doa Pengampunan Dosa

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Ali Imron 147

۔... رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسۡرَافَنَا فِىٓ أَمۡرِنَا وَثَبِّتۡ أَقۡدَامَنَا وَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡڪَـٰفِرِينَ

Al A'rof 23 (Doa Nabi Adam AS)

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ibrahim 41 (Mendoakan Ke-2 Orang Tua)

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Al Hasr 10

۔... رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

>Membaca Asmaul Husna

يَااللَّهُ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا اَنْتَ
يَارَحْمٰنُ
يَارَحِيمُ
يَامَلِكُ
يَاقُدُّوسُ
يَاسَلَامُ
يَامُؤْمِنُ
يَامُهَيْمِنُ
يَاعَزِيزُ
يَاجَبَّارُ
يَامُتَكَبِّرُ
يَاخَالِقُ
يَابَارِئُ
يَامُصَوِّرُ
يَاغَفَّارُ
يَاقَهَّارُ
يَاوَهَّابُ
يَارَزَّاقُ
يَافَتَّاحُ
يَاعَلِيمُ
يَاقَابِضُ
يَابَاسِطُ
يَاخَافِضُ
يَارَافِعُ
يَامُعِزُّ
يَامُذِلُّ
يَاسَمِيعُ
يَابَصِيرُ
يَاحَكَمُ
يَاعَدْلُ
يَالَطِيفُ
يَاخَبِيرُ
يَاحَلِيمُ
يَاعَظِيمُ
يَاغَفُورُ
يَاشَكُورُ
يَاعَلِيُّ
يَاكَبِيرُ
يَاحَفِيظُ
يَامُقِيتُ
يَاحَسِيبُ
يَاجَلِيلُ
يَاكَرِيمُ
يَارَقِيبُ
يَامُجِيبُ
يَاوَاسِعُ
يَاحَكِيمُ
يَاوَدُودُ
يَامَجِيدُ
يَابَاعِثُ
يَاشَهِيدُ
يَاحَقُّ
يَاوَكِيلُ
يَاقَوِيُّ
يَامَتِينُ
يَاوَلِيُّ
يَاحَمِيدُ
يَامُحْصِي
يَامُبْدِئُ
يَامُعِيدُ
يَامُحْيِي
يَامُمِيتُ
يَاحَيُّ
يَاقَيُّومُ
يَاوَاجِدُ
يَامَاجِدُ
يَاوَاحِدُ
يَاصَمَدُ
يَاقَادِرُ
يَامُقْتَدِرُ
يَامُقَدِّمُ
يَامُؤَخِّرُ
يَاأَوَّلُ
يَاآخِرُ
يَاظَاهِرُ
يَابَاطِنُ
يَاوَالِيَ
يَامُتَعَالِي
يَابَرُّ
يَاتَوَّابُ
يَامُنْتَقِمُ
يَاعَفُوُّ
يَارَءُوفُ
يَامَالِكَ الْمُلْكِ
يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
يَامُقْسِطُ
يَاجَامِعُ
يَاغَنِيُّ
يَامُغْنِي
يَامَانِعُ
يَاضَارُّ
يَانَافِعُ
يَانُورُ
يَاهَادِي
يَابَدِيعُ
يَابَاقِي
يَاوَارِثُ
يَارَشِيدُ
يَاصَبُورُ

Membaca Sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

Di lanjutkan dengan do'a sesuai kebutuhan masing - masing.

Semoga contoh urutan doa yang dibaca di 1/3 malam yang akhir ini bermanfaat dan barokah.

 آمين  ..   آمين .. يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ .

Masya Allah, Kalimat Doa Ini Menggetarkan Langit Ke 4 ! Silakan Ikuti Kisah Hikmahnya...

Ini adalah cerita hikmah, kisah nyata seorang shahabat Nabi Muhammad SAW yang berdoa menggunakan Asmaul Husna, saking baiknya kalimat tersebut hingga menggetarkan langit ke-4, MasyaAllah mustajab sekali! Pintu-pintu langit pun terguncang!

Di nukil dari kitab Al Mustaghitsin Billah Ibnu Basykuwal


عن أنس، قال: كان رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأنصار، يكنى أبا معلق، وكان تاجرا يتجر بمال له ولغيره، ويضرب به في الآفاق، وكان ناسكا ورعا،


Dari sahabat Anas bin Malik Radliallahu Anhu (semoga Allah meridhoinya), ia berkata :

" Ada seseorang dari sahabat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dari kaum anshor yang berjuluk Abu Mu'allaq, Abu Mu'allaq adalah seorang pedagang, dia berdagang dengan hartanya sendiri dan juga dengan hartanya orang lain, dia berdagang di berbagai daerah dan dia adalah seorang ahli ibadah yang wira'i (menjaga diri dari hal-hal yang di larang).


فخرج مرة فلقيه لص مقنع في السلاح، فقال له:

ضع ما معك فإني قاتلك. قال: ما تريد إلى دمي، شأنك بالمال.

قال: أما المال فلي ولست أريد إلا دمك. قال: أما إذ أبيت فذرني أصلي أربع ركعات.

قال: صل ما بدا لك.


Suatu ketika ia keluar untuk menjalankan roda usahanya, namun di tengah perjalanan ia dihadang oleh perampok dengan pedang terhunus di tangannya, perampok itu berkata padanya :

“Tinggalkan seluruh yang engkau miliki di tempat ini, karena saya akan membunuhmu !”,

“Kau rupanya hanya menginginkan nyawaku, tidakkah cukup bila harta ini jadi milikmu?” jawab Abu Mu’allaq.

“ Adapun harta ini, maka ia telah menjadi milikku, dan saya tidak menginginkan yang lain kecuali kematianmu.” tukas si perampok,

“Baiklah. Tapi saya minta syarat kepadamu”, pinta Abu Mu'allaq.

“Syarat apa?” tanya si perampok.
“Biarkan saya shalat 4 Rakaat dulu” kata Abu Mu'allaq.

“Shalatlah sesukamu” kata perampok.

فتوضأ، ثم صلى أربع ركعات، فكان من دعائه في آخر سجدة أن قال: «يا ودود، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، أسألك بعزتك التي لا ترام، وملكك الذي لا يضام، وبنورك الذي ملأ أركان عرشك، أن تكفيني شر هذا اللص، يا مغيث أغثني» . ثلاث مرات


Abu Mu’allaq kemudian berwudhu lalu melaksanakan shalat 4 rakaat penuh kekhusyu’an. Pada sujud terakhirnya ia kemudian berdo’a,

"Yaa Waduud, Yaa dzal ‘arsyil majiid, Yaa fa’aalul lima yuriid, As-aluka bi’izzatika laa turaam, wa mulkikal ladzii laa yudloom, wa binuurikal ladzii mala-a arkaana ‘arsyika, Antakfiyanii syarra hadza llish Yaa mughiits aghitsni...

“Wahai Yang Maha Kasih, Wahai Pemilik Arsy Yang Maha Agung, Wahai yang sanggup melakukan apapun seusai dengan kehendak-MU, aku memohon pada-Mu dengan segala keagungan-Mu yang tak tertandingi, dan kerajaanMu yang tak terkalahkan. Aku mohon pada-Mu dengan cahaya keagungan-Mu yang telah memenuhi sendi-sendi Arsy-Mu agar Engkau cukupkan keburukan perampok ini,

Wahai Yang Maha penolong, tolonglah aku”,

Do’a tersebut diucapkannya sebanyak 3 kali .


فإذ دعا بها ثلاث مرات، فإذا هو بفارس قد أقبل بيده حربة، وضعها بين أذني فرسه، فلما بصر به اللص أقبل نحوه حتى طعنه فقتله.

ثم أقبل إليه. قال: قم. قلت: من أنت بأبي وأمي؟ ّ! قد أغاثني الله بك اليوم.



Tatkala do’anya yang ketiga kalinya, tiba tiba datang seorang ksatria berkuda dengan sebilah tombak di tangannya muncul dan ketika melihat sang perampok, dia segera menyerang perampok tersebut hingga membunuhnya.



Ia kemudian mendatangi Abu Mu’allaq dan berkata padanya,

“Berdirilah”,

Mendengar perintah tersebut, Abu Mu’allaq tersentak kaget lalu berkata : “Demi ayah dan Ibuku! siapakah anda, sungguh Allah telah menolongku hari ini melalui tangan Anda.”


قال: أنا ملك من أهل السماء الرابعة، دعوت بدعائك الأول فسمعت لأبواب السماء قعقعة، ثم دعوت بدعائك الثاني فسمعت لأهل السماء ضجة، ثم دعوت بدعائك الثالث فقيل: دعاء مكروب.

فسألت الله أن يوليني قتله.

قال: أبشر واعلم أنه من توضأ وصلى أربع ركعات ودعا الدعاء، استجيب له مكروبا كان أو غير مكروب.

Kesatria berkuda berkata : “ Saya adalah malaikat penghuni langit ke empat. Tatkala engkau memanjatkan do’amu yang pertama, maka terdengarlah guncangan pintu-pintu langit, ketika engkau mengucapkan untuk yang kedua, maka getaran do’a itu pun terdengar oleh penghuni langit, dan tatkala engkau mengucapkan untuk ketiga kalinya, maka dikatakan padaku bahwa itu adalah do’a hamba yang sedang dalam kesulitan.

Saya lalu memohon kepada Allah agar menyerahkan tugas membunuh perampok itu kepadaku."

Anas bin Malik berkata :

" Berbahagialah, dan ketahuilah bahwa barang siapa melakukan wudhu dan sholat empat rokaat kemudian berdoa dengan doa tersebut maka akan diijabah baginya baik dia dalam keadaan kesulitan maupun tidak "

Cukup mudah untuk meraih ijabahnya doa

Sholat sunah 4 rokaat, di sujud terakhir baca doa tersebut sebanyak 3x..insya Allah langit akan tergoncang dan malaikat akan turun untuk menolong hamba yang sholeh yang sedang menghadapi kesulitan.

Itulah kisah hikmah, betapa mantapnya berdoa menggunakan Asma Allah yang paling baik yakni Asmaul Husna. semoga barokah.

Mungkin Anda Tertarik Membaca yang ini :

Bagaimanakah Cara Membaca Asmaul Husna dalam Doa Kita
Kefadholan Menghafalkan, Memahami, Menghayati & Mengamalkan Asmaul Husna



Inilah Doa yang Dibaca Sarah Istri Nabi Ibrahim hingga terhindar dari Kejahatan Pemerkosaan

Belakangan ini kita digegerkan dengan berita beberapa kasus pemerkosaan sadis dan biadab yang sangat tidak berperikemanusiaan, selain memperkosanya juga korbannya dibunuh tanpa belas kasihan. masyaAllah! Naudzubillah min dzaalik!

Kebiadaban para pelaku rudapaksa akan membuat geram siapa saja yang membaca/mengikuti beritanya, dan wacana kebiri para pelaku pun mengemuka. Bapak Presiden kita mengatakan bahwa kondisi saat ini sudah merupakan darurat kejahatan seksual dan harus dibuatkan aturan khusus yang harus membuat jera para pelakunya.

Inilah tanda-tanda kerusakan akhir zaman dimana akhlaq manusia makin rusak dengan makin rendahnya pemahaman agama, sementara sarana dan prasarana dosa dan maksiat merajalela dimana-mana. Film yang tidak layak ditonton beredar dimana-mana, mudah diakses sehingga meracuni generasi muda bahkan anak-anak kecil yang masih bau kencur.

Kejadian upaya pemaksaan nafsu hewan ini sebenarnya sudah ada ribuan tahun yang lalu seperti kisah Saroh Istri nabi Ibrahim berikut ini :

doa anti pemerkosaan, doa sarah istri Nabi Ibrahim


Sarah (سَارَةَ) isteri Nabi Ibrahim AS ('AlaihisSalam) termasuk wanita tercantik di negerinya ketika itu. Suatu ketika Nabi Ibrahim dan Saroh masuk ke suatu desa dimana di desa tersebut terdapat raja yang suka memaksa, raja yang bengis dan bernafsu hewan terhadap wanita. Kecantikan Sarah didengar oleh raja yang bejat akhlaknya tersebut.

Singkat cerita, Sarah dibawa ke istana untuk dijadikan pelampias nafsu hewan sang raja.

Ketika di dalam kamar istana raja, dan sang raja sudah bersiap sedia melampiaskan nafsu hewannya, Sarah pun berdoa:
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ

Allohumma in kuntu aamantu bika wabirosulika, wa ahsontu farji illa 'ala zauji, falaa tusallith 'alayyalkaafiro

"Ya Allah, bahwasannya aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku menjaga kemaluanku kecuali untuk suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan aku pada orang kafir ini".
 
Akibat doa tsb, seluruh tubuh sang Raja menjadi kaku dan dia tidak mampu bergerak mendekati Sarah, dan hal itu terjadi berulang-ulang.
 
Akhirnya sang raja merasa ketakutan dan membebaskan Sarah kembali kepada suaminya tercinta Nabi Ibrahim a.s.
 
Bahkan sang raja memberi hadiah kepada Sarah dengan hadiah seorang hamba sahaya (budak) wanita yang bernama Hajar.   (HR. Al-Bukhari: 2065).



Bunyi Haditsnya secara lengkap sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاجَرَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام بِسَارَةَ فَدَخَلَ بِهَا قَرْيَةً فِيهَا مَلِكٌ مِنْ الْمُلُوكِ أَوْ جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ فَقِيلَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ بِامْرَأَةٍ هِيَ مِنْ أَحْسَنِ النِّسَاءِ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ مَنْ هَذِهِ الَّتِي مَعَكَ قَالَ أُخْتِي ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ لَا تُكَذِّبِي حَدِيثِي فَإِنِّي أَخْبَرْتُهُمْ أَنَّكِ أُخْتِي وَاللَّهِ إِنْ عَلَى الْأَرْضِ مُؤْمِنٌ غَيْرِي وَغَيْرُكِ فَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ الْأَعْرَجُ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ يُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ تُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ هَذَا الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ فَيُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا أَرْسَلْتُمْ إِلَيَّ إِلَّا شَيْطَانًا ارْجِعُوهَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَعْطُوهَا آجَرَ فَرَجَعَتْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَتْ أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ كَبَتَ الْكَافِرَ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً


Artinya :

Abul Yaman telah menceritakan kepada kami Imam Bukhary, Syuaib telah mengabarkan kepada kami AbulYaman, Abuzinad telah menceritakan kepada kami Syuaib, (haditsnya) dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

" (Suatu ketika) Nabi Ibrahim Alaihissalam berhijrah bersama isterinya yang bernama Sarah / Saroh lalu memasuki suatu desa yang di dalam desa itu ada seorang raja dari beberapa raja atau seorang yang pemaksa diantara para raja yang suka memaksa. Dikatakan; Nabi Ibrahim datang bersama Sarah seorang wanita yang cantik (sebaik-baiknya wanita).

Lalu Nabi Ibrahim dipanggil kemudian ditanya: Wahai Ibrahim, siapakah wanita yang bersamamu itu?" Nabi Ibrahim berkata: "Dia adalah saudariku". (NB: Nabi Ibrahim terpaksa berbohong karena kalau mengatakan yang sebenarnya bahwa Sarah adalah istrinya maka Ibrahim akan dibunuh oleh raja tersebut).

Lalu Nabi Ibrahim kembali kepada Sarah dan berkata: "Janganlah kamu mendustakan perkataanku karena aku telah mengabarkan kepada mereka bahwa kamu adalah saudariku. Demi Allah sesungguhnya tidak ada orang beriman di tempat ini selain aku dan kamu".

Kemudian Sarah dibawa menghadap raja untuk hidup bersamanya. Maka Sarah berwudhu' lalu shalat seraya berdo'a: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluanku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau kuasakan aku dengan orang kafir ini".

Maka tiba-tiba raja itu langkahnya terhenti hingga kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung-ujung jari-jemari kakinya. Berkata Al A'raj, berkata Abu Salamah bin 'Abdurrahman, sesungguhnya Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Sarah berdo'a: "Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya".

Maka Sarah dibawa kepada raja itu dan telah berdiri dihadapannya. Maka Sarah berwudhu' lalu shalat seraya berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluamku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau kuasakan aku dengan orang kafir ini".

Secara tiba-tiba lagkah raja terhenti dan kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung jari jemari kakinya. Berkata 'Abdurrahman, berkata Abu Salamah berkata, Abu Hurairah radliallahu 'anhu: Sarah berkata: "Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya".

Maka Sarah dibawa untuk kali kedua atau ketiga. Maka raja itu berkata: "Demi Allah, tidaklah kalian bawa ke hadapanku melainkan syetan. Kembalikanlah wanita itu kepada Ibrahim dan berikan dia upah.

Maka Sarah kembali kepada Ibrahim Alaihissalam lalu berkata: "Apakah kamu menyadari bahwa Allah telah menghinakan orang kafir itu dan menjadikannya sebadai budak seorang hamba sahaya?" 

Itulah doa yang dibaca Sarah sehingga ia terselamatkan dari kejahatan pemerkosaan.

Bagaimanakah Cara Membaca Asmaul Husna dalam Doa Kita

Dalam artikel sebelumnya telah kami tuliskan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca Asmaul Husna saat berdoa. Juga telah kami tuliskan kefadholan atau keutamaan menghafalkan, membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan 99 Nama Allah yang disebut Asmaul Husna di dalam doa sehari-hari kita.

Baca juga yang ini : Kefadholan Menghafalkan, Memahami, Menghayati & Mengamalkan Asmaul Husna

Dengan kita membaca asmaul husna dalam doa kita berarti kita mengagungkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang Maha Agung. Kita akan lebih taqorrub ilalloh (mendekatkan diri kepada Alloh). Tentu doa kita akan makin diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT.

Lalu, bagaimanakah cara membaca Asmaul Husna tersebut dalam Doa kita?.
Caranya mudah saja, yakni kita hanya menambahkan kata "Yaa", yang artinya "Wahai", sebelum Nama Allah yang 99 itu yakni seperti ini : Yaa Allahulladzi laa ilaaha illa anta, Yaa Rohmanu, Yaa Rohiimu, dst. Yang berarti, "Wahai Alllah Dzat yang tiada tuhan selain Engkau, wahi Dzat Yang Maha Pengasih, Wahai Dzat yang Maha Penyayang, dst.



Jadi, cara membacanya : Yaa Allahulladzi Laa Ilaaha Illa Anta, Yaa Rohmanu, Yaa Rohiimu, Yaa Maliku, Yaa Qudduusu, dst. Mohon diperhatikan panjang pendeknya dan bagian mana yang di tasydid serta pelafalan huruf perhurufnya.

Disamping itu, saat membaca kita juga mesti meresapi/menghayati arti dan sifat/keagungan Allah sesuai nama Allah yang berjumlah 99 tersebut. Kalau kita baca norolang (tanpa dihayati) tentu paling hanya satu menit atau satu menit setengah sudah selesai, namun tentu kita perlu lebih khusuk dan mengenal betul nama-nama Allah tersebut beserta sifat dan keagungannya. Bukankah kita sedang bermohon kepada Allah dengan merendahkan diri kita dan menyadari betapa agungnya Allah baik nama maupun sifat-sifatnya, bukankah kita ingin lebih dekat kepada Allah SWT?.

Contoh Penerapan Membaca Asmaul Husna dalam Doa Malam (Doa Sepertiga Malam).


Point 1 merupakan doa yang dibaca Rasulullah saat bangun malam,

Point 2-8 merupakan permohonan ampun kita kepada Alloh (adab sebelum berdoa, kita memohon ampunan dulu kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan kita),

Point 9 kita membaca Asmaul Husna,

Point 10. Adab sebelum meminta sesuatu kepada Allah SWT, kita membaca shalawat (doa keselamatan/ minta rohmat kepada Allah SWT) untuk Nabi Muhammad SAW dan untuk keluarganya.

Point 11. Mengucapkan Ismullohil 'adzhom (nama Alloh yang Maha Agung) pada kalimat : " Allohumma inni as aluka yaa Allah, biannakal waahidul ahadusshomadulladzi lam yalid walam yuulad".

Seperti disabdakan Rasulullah SAW : Bilamana ada seorang laki-laki membaca doa dengan menggunakan ismil 'adzom, maka bilamana ia minta sesuatu akan diberi oleh Alloh, bila mana ia berdoa akan dikabulkan.

سمع النبى صلى الله عليه وسلم رجلا يقول 

اللهم إنى أسألك بأنك انت الله الاحداصمد الذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  

لقد سأل الله بسمه الاعظم الذى إذا سئل به أعطى وأذا دعى به أجاب

Nabi Muhammad SAW mendengar ada seorang laki-laki yang membaca Allohumma inni as aluka biannaka antallah al ahadushomaduladzii lam yalid walam yuulad (ismullohil a'dzom), maka Rasulullah bersabda : bilamana ia minta sesuatu akan diberi oleh Alloh, bila mana ia berdoa akan dikabulkan.

(HR. Ibnu Majah 3857) 

Itulah cara membaca Asmaul Husna dalam Doa kita.
Semoga bermanfaat.


Doa Ketika Terjadi Angin Kencang, Hujan disertai Petir dan Halilintar

Apa yang Harus Kita Baca Saat Terjadi Angin Kencang, Petir / halilintar (Biasanya disertai Hujan Deras)?

Doa adalah senjatanya orang Iman. Doa adalah ibadah. Sehingga seorang mukmin tidak akan lepas dari yang namanya doa, dalam keadaan apapun.

Sejak bangun tidur sampai dengan kembali lagi ke peraduan, ada doanya lho. Begitu pun saat Allah SWT mengutus angin kencang atau angin ribut berupa angin topan, angin puting beliung, hujan badai, petir, kilat, hujan deras, dsb, maka kita harus bermohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

Pada dasarnya segala bentuk bencana alam dan fenomena alam adalah Allah yang mengatur dan memerintahkannya, bisa menjadi cobaan dan musibah bagi orang iman dan menjadi siksa bagi orang yang tidak beriman.

Seperti yang kita ketahui, dahulu Allah SWT menyiksa suatu kaum karena durhakanya mereka kadang dengan petir, kadang dengan hujan, dengan angin, dsb. Dalam Hadits juga diterangkan bahwa gelegarnya suara halilintar/ petir adalah salah satu bentuk peringatan dari Allah SWT, menunjukkan Allah sedang murka pada suatu kaum, oleh karenanya kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan mohon perlindungan kepada Alloh SWT.

Pada saat kejadian angin kencang, dengan berdoa berarti kita memohon kepada Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta ini yakni Allah SWT agar kita diselamatkan dari segala kejelekan yang dibawa/ dihembuskan angin kencang tersebut.

Seperti kejadian hujan deras yang disertai angin kencang kemarin di Bandung, banyak kejadian yang terjadi yang ditimbulkan dari hujan selama 1 jam tersebut. Atap-atap berterbangan, banyak pohon tumbang dimana-mana yang menimpa motor dan mobil. Banjir dan kemacetan terjadi di berbagai wilayah Bandung.

Berikut Beberapa Titik Pohon Tumbang setelah hujan deras disertai angin kencang dan petir di seputaran Kota Bandung :
1. Jl Sidomukti, Kelurahan Sukaluyu,Kec Cibeunying Kaler. Saat kejadian, arus kendaraan sementara dialihkan ke Jl. Rerengbarong
2. Perempatan Dago Cikapayang dan perempatan Cikapayang Tamansari.
3. Jl.Hegarmanah Wetan menimpa mobil pickup, tepatnya di Jl.Karel Sasuit Tubun no.46
4. Di area parkir timur kampus ITB menimpa 3 mobil dan sepeda yang parkir
5. Jl. Aceh depan masjid Junuddurahman
6. Halaman golf course Jl.Belitung + ranting patah di belakang kolam renang yang menimpa kabel
7. Jl. Panatayudha dan Jl. Haji Hasan, menimpa mobil L300
8. Di kawasan Baltos
9. dan berbagai wilayah lain di Bandung

Lihat saja foto-foto berikut ini:



mobil tertimpa pohon

akibat angin kencang

pepohonan rentan roboh saat angin kencang

mobil sirion tertimpa pohon

mobil honda tertimpa pohon

angin kencang tumbangkan pepohonan

pohon tumbang akibat angin ribut

pohon tumbang akibat angin kencang

Doa Ketika Ada Angin Kencang

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا رَاَىالرّيْحَ قَالَ:
 اللّهُمَّ اِنّى اَسْاَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَ خَيْرِ مَا فِيْهَا وَ خَيْرِ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهَا وَ شَرّ مَا فِيْهَا وَ شَرّ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ
الترمذى، و هذا حديث حسن ابواب الدعوات، نمرة: 3513

Dari ‘Aisyah Radhiallaahu 'anhu, ia berkata : Adalah Nabi SAW ketika melihat angin kencang beliau berdoa,

“Alloohumma innii as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa fiihaa, wa khoiri maa ursilat bihi. Wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi

(Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan apa saja yang dibawanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dan dari keburukan apa yang ada padanya dan dari keburukan apa saja yang dibawanya). [HR. Tirmidzi, dan ini hadits hasan dalam bab Doa-doa no. 3513 ] juga dalam HR. Bukhari, 4:76; dan HR. Muslim, 2:616

Doa Meminta kepada Allah agar memindahkan Hujan

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

(Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan).” (HR. Bukhary, No. 1014)


Doa Ketika Ada Petir, Kilat atau Halilintar


اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنا بِغَضَبِكَ، ولا تُهْلِكْنا بِعَذَابِكَ، وَعافِنا قَبْلَ ذلكَ

"Ya Alloh, janganlah Engkau menyiksa kami dengan murka-Engkau, janganlah Engkau membinasakan kami dengan siksa-Mu, dan peliharalah/ maafkanlah kami sebelum itu".


Doa Agar Dimatikan Selain Orang yang di Rusak / Disiksa

Terkadang Allah memerintahkan suatu bencana dengan tujuan menyiksa suatu qoum karena pelanggaran mereka.

Nah, Ketika Allah menghendaki merusak (menyiksa) suatu kaum tersebut, ada doa minta kepada Allah agar dimatikan selain orang yang di rusak/disiksa tersebut.

 وفي سنن الترمذي ومسند أحمد وكبير الطبراني ، من رواية معاذ بن جبل رضي الله عنه      

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَإِذَا أَرَدْتَ بِقَوْمٍ فِتْنَةَ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ ...\

 اخرجه الترمذي والحكم. عن معاذ
Allohumma innii as aluka fi'lal khoiroot, wa tarkalmunkaroot, wahubbal masaakiin, wa antaghfirolii watarhamanii, wa idza arodta biqumin fitnah fatawaffanii ghoiru maftuunin, wa as aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wahubba 'amalin yuqorribuunii ila hubbika.

Ya Allah sesungguhnya saya minta pada Engkau berupa perbuatan yang baik, dan meninggalkan kemungkaran, dan mencintai pada orang miskin, dan mengampuni Engkau pada kami, dan menyayangi kami. Dan Ketika Engkau menghendaki fitnah (kerusakan/ siksa) pada suatu kaum maka matikanlah saya selain orang yang di rusak. Dan saya minta pada Engkau bisa senang/mencintai Engkau dan mencintai pada orang yang mencintai-Mu, dan saya (minta) bisa menyenangi suatu amalan yang bisa mendekatkan diri pada cinta kepada-Mu ".

Beberapa doa perlindungan di atas adalah doa permohonan agar diselamatkan dari berbagai bencana akibat angin kencang, angin ribut, angin topan, badai dan sebutan lainnya. Termasuk minta dihindarkan dari segala siksa Allah.

Semoga bermanfaat.

Doa Orang Tua kepada Anak

Pada posting sebelumnya telah ditulis artikel doa anak kepada orang tua. Dimana, ciri anak shalih/ shalihah adalah senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.


Mustajabnya Doa Orang Tua untuk Anak-anaknya
Agar lebih connect dan saling mendoakan (bilkhusus yang antara orang tua dan anak masih hidup), maka agar lebih besar kemungkinan di ijabah/ dikabulkannya oleh Allah Allah Yang Maha Kuasa, tentu orang tua juga harus mendoakan anaknya, apalagi salah satu doa yang mustajab (terkabul) adalah doa orang tua kepada anak. 

Kalau kita ingin memiliki anak yang shalih dan shalihah yang senantiasa mendoakan kita, maka kita sebagai orang tua juga harus menjadi orang tua yang shalih dan shalihah yang senantiasa mendoakan anak-anak kita.


Berikut ini contoh Doa Orang Tua untuk Anak :

1. Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami, menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah yang ahli ibadah, ahli perjuangan dan ber-akhlaqul karimah.

2. Ya Alloh jauhkanlah anak-anak kami dari perbuatan-perbuatan dosa, perbuatan-perbuatan maksiat, perbuatan-perbuatan yang menyebabkan hina dan tercela di dunia dan akhirot.

3. Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami menjadi anak-anak yang ahli ilmu, baik ilmu dunia dan utamanya ilmu akhirot.

4. Ya Alloh jadikanlah anak-anak kami selalu berbakti, ta’dzim dan thoat kepada kedua orang tua dan menjadi jariyah bagi kami kedua orang tuanya.

5. Ya Alloh berilah anak-anak kami berhasil dan sukses dalam menggapai cita-cita yang luhur untuk kebarokahan hidupnya di dunia dan akhirot.

6. Robbana hablana min azwaajinaa, wadzurriyyatinaa qurrota a’yun, waj ‘alna lil muttaqiina imaama.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً . سورة الفرقان (٧٤)
"Ya Allah berilah istri-istri/ suami dan anak-anak turun/keturunan kami suatu kesenangan mata (menyenangkan mata) dan jadikanlah kami sebagai pelopor diantara orang-orang taqwa"

7. Robbi hablii milladunka dzurriyyatan thoyyibah, Innaka samii’uddu’aa.
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء .سورة آل عمران (38)
" Ya Tuhan kami (Allah SWT), berilah kami keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar terhadap doa."

8. Allohummaj’al aulaadan shoolihiin, haafidhiina lil qur’aani wassunnah, Fuqohaa-a fiddiin, mubaarokan hayaatuhum fiddun-yaa wal aakhiroh.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ اَوْلاَدَنَا أَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّـنَّةِ فُقَهَاءَ فِي الدِّيْنِ مُبَارَكًاحَيَاتُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

"Ya Allah jadikanlah anak-anak kami, anak-anak yang shalih, yang hafal terhadap Quran dan Hadits, Faham agama, Barokah hidupnya di dunia dan akhirat"

9. Allohumma habbib ilaihimul iimaan, wa zayyinhu fii quluubihim, wa karrih ilaihimul kufro, walfusuuqo, wal ish-yaan, waj ‘alhum minarroosyidiin.

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْهِمُ اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْ بِهِمْ وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَاْلفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنِ

"Ya Allah senangkanlah kepada mereka (anak) terhadap keimanan, dan hiasilah hati mereka (dengan keimanan), dan bencikanlah kepada mereka dari kekufuran, kefasikan, dan pelanggaran. dan, jadikanlah mereka orang-orang yang jujur"

Semua orang tua tentu me

Doa Anak Kepada Orang Tua dan Untuk Dirinya Sendiri

Salah satu ciri anak shalih/shalihah adalah senantiasa mendoakan orang tuanya. 

Ketika seseorang meninggal, maka semua amalannya terputus (tidak ada kiriman/ aliran pahala lagi), kecuali tiga hal (masih berlanjut walaupun ia sudah meninggal), berdasarkan sabda Rasulullah SAW sebagai berikut :

 حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُؤَذِّنُ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أُرَاهُ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ:

" مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

__________
[حكم الألباني] : صحيح
Artinya: … dari Abi Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Ketika manusia mati maka putuslah darinya amalannya, kecuali tiga perkara, yakni : shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang mendoakan kepadanya”. [Hadist Sunan Abi dawud No. 2880 Kitabul Washoya].


Doa anak shalih (doa pengampunan/memintakan ampun kepada Allah SWT untuk orang tuanya) akan terus terkirim kepada orang tuanya, hingga dalam hadis lain diterangkan, orangtua akan terkaget-kaget ia telah mengerjakan amalan apakah gerangan yang menjadikannya mendapat derajat surga yang demikian tinggi. Allah SWT menjawab: "sebab permohonan ampun anakmu untukmu !".

Betapa berbahagianya orang tua yang anaknya senantiasa mendoakannya. Anda masih punya orang tua, yuk doakan orang tua kita !  

DOA ANAK UNTUK ORANG TUA

1. Ya Alloh semoga engkau tetapkan kedua orangtua saya dalam keimanan/ hidayah sampai akhir hayatnya.

2. Ya Alloh semoga engkau terima semua amal baik kedua orang tua saya.

3. Ya Alloh semoga engkau ampuni semua dosa – dosa dan kesalahan kedua orang tua saya.

4. Ya Alloh semoga engkau memberi kedua orang tua saya: kesehatan, kewarasan, kekuatan, umur panjang barokah, dan rizki yang halal lancar dan barokah.

5. Ya Alloh semoga engkau memberi kedua orang tua saya, sewaktu-waktu Engkau panggil, dalam keadaan husnul khotimah, Engkau masukkan ke dalam surga selamat dari neraka.

6. Robbigfirlii, waliwaalidayya, warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

7. Robbanaghfirlii, waliwaalidayya, walilmu’miniina yauma yaquumul hisaab.
ربَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ    . سورة إبراهيم( 41)
Ya Allah ampunilah saya dan kedua orang tua saya, dan ampunilah orang-orang iman pada harinya hisaban (hari qiamat).


DOA ANAK UNTUK DIRINYA SENDIRI

1. Ya Alloh jadikanlah kami, menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah, yang ahli ibadah, ahli perjuangan dan ber-akhlaqul karimah.

2. Ya Alloh jauhkanlah kami, dari perbuatan-perbuatan dosa, perbuatan-perbuatan maksiat, perbuatan-perbuatan yang menyebabkan hina dan tercela di dunia dan akhirot.

3. Ya Alloh jadikanlah kami, menjadi anak-anak yang ahli ilmu, baik ilmu dunia dan utamanya ilmu akhirot.

4. Ya Alloh jadikanlah kami, selalu berbakti, ta’dzim dan thoat kepada kedua orang tua dan menjadi jariyah bagi kedua orang tua.

5. Ya Alloh berilah kami, berhasil dan sukses, dalam menggapai cita-cita yang luhur, untuk kebarokahan hidupnya di dunia dan akhirot.

6. Allohummaj’alna aulaadan shoolihiin, haafidhiina lil qur’aani wassunnah, Fuqohaa-a fiddiin, mubaarokan hayaatana fiddun-yaa wal aakhiroh.

(Ya Allah, jadikanlah kami menjadi anak-anak yang sholih, yang hafal quran dan sunnah/hadits, yang memiliki kefahaman agama, hidup kami barokah di dunia dan alhirat)

7. Allohumma habbib ilainal iimaan, wa zayyinhu fii quluubina, wa karrih ilainal kufro, walfusuuqo, wal ish-yaan, waj ‘alna minarrosyidiin.
(Ya Allah, senangkanlah/cintakanlah kami pada keimanan, dan hiasilah keimanan itu dalam hati kami. Dan bencikanlah kami pada kekufuran dan kefasiqan/kemunafikan dan menentang. Dan jadikanlah kami orang-orang yang benar/jujur)

Robbana aatina fiddunya hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa adzaabannar.
Allohumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘ala ‘ali muhammad. 
Walhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin. 

Aamiin.

Inilah Doa yang Kita Baca Ketika Susah

Kecil Sukaria,
Muda Kaya Raya,
Tua Bahagia,
Mati Masuk Surga.


Alangkah Indahnya bila kehidupan mengalir mulus dan lancar seperti itu. Namun, ternyata kehidupan di dunia yang fana ini, tidaklah semulus itu. 

Dalam kehidupan yang fana di dunia ini, kesenangan, kesusahan, kegembiraan, kesedihan, kebahagiaan, berita duka, berita baik,  dst datang silih berganti.

Adakalanya kita dihadapkan perkara yang sulit dan belum ada solusinya. Berbagai cara/ ikhtiar sudah kita tempuh, namun masih mentok seolah tak berujung.

Apakah saat ini sedang mengalami gegana (gelisah galau dan merana?). Bagaimana dalam keadaan susah itu kita malah mendapat pahala sekaligus pertolongan Allah SWT?

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita agar tidak berputus ada. Selain usaha lahir, juga diperlukan usaha bathin agar kita terlepas dari kesusahan dan kesulitan tersebut. Sementara, usaha bathin adalah mengimani dengan qodar/ takdir Allah, berpasrah diri dan berdoa memohon kepada-Nya.


Sebagai contoh dengan proses penerimaan siswa baru (PPDB) ternyata setelah kita melakukan proses shalat istikharah, ternyata hasilnya putra/putri kita tidak diterima dimana-mana karena kita salah strategi memilih sekolah (pilihan 1 dan pilihan 2 yang salah). Atau memilih pilihan 1 ternyata terlempar ke pilihan kedua, dll.

Pertama, yang harus kita lakukan adalah istirja, mengucapkan "Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Allohumma'jurni fii mushibati wa akhlifli khoiron minha" Artinya: Sesungguhnya kami hanyalah bagi (milik) Allah dan kepada Allah kami akan dikembalikan. Ya Allah berilah saya pahala atas musibah saya ini dan gantilah dengan yang lebih baik.

Berikutnya, mengimani bahwa ini adalah takdir jalan kehidupan yang harus ditempuh putra/putri kita, dimana kita telah minta pilihan (istikharah) kepada-Nya dan inilah yang terbaik untuk kita/ putra/i kita. Yakin, bahwa itulah jawaban istikharah kita yang terbaik untuk anak kita. Bukankah apa yang menurut kita baik, belum tentu baik bagi Allah? dan sebaliknya.

Selanjutnya kita banyak berdoa ketika tertimpa kesusahan. Doa ini tentu untuk segala kesusahan apa saja dan kita memasrahkan diri kita kepada Allah dengan sepenuh hati.

sudah, doa ketika susah
ilustrasi : susah, sedih, kecewa, frustasi.Image credit : pixabay.com


DO’A YANG DIBACA SEWAKTU MENDAPATKAN/ TERTIMPA KESUSAHAN ATAU SUDAH DALAM KESUSAHAN

      اَلله ُ اَلله ُ رَبِّى لاَ اُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا  (رواه ابوداود ١٣٠٤)

(dibaca: Allahu, Allahu Robbii, laa usyriku bihi syaian.)

Artinya: Alloh, Alloh Tuhanku, Tidak Kusekutukan DIA dengan sesuatu pun.

Keterangan: Kalimat di atas mengandung arti kita mohon kepada Allah dalam keadaan apapun yang terjadi, kita tidak menyekutukan kepada Allah dan kita selalu bergantung/pasrah kepada Allah SWT.


لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ اْلعَلِيُّ اْلحَلِيْمُ

لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ

لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ وَ اْلاَرْضِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ (رواه الترمذى)

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Luhur lagi Maha Aris. Tiada Tuhan selain Allah Tuhannya Singgasana yang agung, Tiada Tuhan selain Allah Tuhannya beberapa langit dan bumi dan Tuhannya arsy/ singgasana yang mulya.

DO’A YANG DIBACA KETIKA MENGHADAPI PERKARA YANG SULIT

  اَللّٰهُمَّ لاَسَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً  (رواه ابن السنى)


Ya Alloh, tiada kemudahan kecuali apa-apa yang telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau menghendaki bukit pasir menjadi rata itu mudah (Allah lah yang menjadikan gundukan pasir dipadang pasir dan jika Allah menghendaki untuk jadi rata, itu mudah saja. Termasuk jika Allah akan memberi kemudahan atas kesulitan kita, itu mudah saja).


DO’A KETIKA MELIHAT ORANG YANG TERTIMPA COBAAN
(Agar kita tidak diberi cobaan seperti orang yang kita lihat tersebut).

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَ فَضَّلَنِى عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّن خَلَقَ تَفْضِيْلاً
 (رواه الترمذى)
Segala puji bagi Allah (milik Allah), yang telah menyelamatkan saya dari segala cobaan, dan yang telah memberi kefadholan kepadaku dibandingkan kebanyakan orang yang elah Engkau ciptakan, dengan sungguh-sungguh memberi kefadholan.

Keutamaan doa tersebut : cobaan yang dilihat tersebut, tidak akan menimpa orang yang baca doa ini.

DO’A KELAYAKAN DI DUNIA DAN DI AKHIROT

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَ أَصْلِحْ لِى دُنْيَايَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى وَ أَصْلِحْ لِى اٰخِرَتِى الَّتِى فِيِهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ اْلمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ  (رواه مسلم كتاب الذكر و الدعاء ٤٨٩٧)

Artinya: Ya Alloh, perbaikilah agama saya yang menjadi pegangan perkara saya, dan perbaikilah keduniaan saya yang merupakan mata pencaharian/ maisyah saya, dan perbaikilah akhirat saya yang menjadi tempat kembali saya, dan jadikanlah hidup/panjang umur sebagai tambahan bagi saya di dalam semua kebaikan, dan jadikanlah kematian saya sebagai istirahat saya dari setiap kejelekan.

Demikian beberapa doa saat kita mengalami kesusahan/ kesulitan. InsyaAllah kita akan lanjutkan di beberapa kumpulan doa yang lain.