Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Ramuan Herbal : Bawang Putih+Bawang Bombay+Jeruk Nipis untuk Obat Gagal Ginjal

Info obat Herbal.

Berikut kiriman HM Jusuf Rizal via whatsapp, kisah nyata kenalan baiknya berjodoh dengan ramuan bawang putih+bawang bombay+jeruk nipis sehingga akhirnya disembuhkan oleh Allah SWT dari sakit gagal ginjal yang dialaminya, barangkali info ini bisa bermanfaat silakan ikuti kisahnya dan bagaimana membuat ramuannya :

All, ini ada sharing dari teman....

Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali. Saya bertegur sapa dengan beliau, "Bapak terlihat sehat sekali Pak". 

Setelah itu, beliau bercerita : "ya, dulu memang saya sakit gagal ginjal dahulunya dan saya harus cuci darah. Bahkan asam urat saya mencapai 14. Dokterpun sudah angkat tangan dengan penyakit saya ini. Namun sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yang diberikan oleh Sinshe saya. 

ramuan herbal bawang putih

Ramuan itu ternyata adalah :

1. 11 (sebelas) siung bawang putih tunggal

2. 2 (dua) siung bawang bombay

3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu. Untuk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan biji-bijinya sekalian. 

Nah ramuan herbal tersebutlah yang dikonsumsi sehari 3 x 1 sendok makan sebelum makan. Walhasil Pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya tersebut dan ramuan itulah yang ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta. Kata beliau, sang Shinse nya berpesan kalau sudah sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat. Sekalipun dokter sudah memvonis tidak bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang Pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo lansung membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang. Rasa kantuk yg selalu melanda saat jam jam kerja jadi hilang sama sekali. Begitu juga linu-linu di tangan. Beliaupun punya anak yang divonis dokter mengalami gejala kangker lidah. Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun Bu Riama Sihite punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lbh. Setiap bangun pagi selalu tidak bisa langsung duduk dan harus pelan-pelan untuk bisa duduk. Maka itu dia suruh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba. Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu langsung kencing darah dan setelah itu tensi nya jadi normal menjadi 125/70. 

Semoga bermanfaat....Sedulur yang punya pengalaman ramuan tersebut silakan di share di kolom komentar.

sumber : H. Dharma Sutisna (Sindang sari - Bandung Timur) via whatsapp group.



TIPS CUCI GINJAL ALAMIAH & MURAH

Berikut ini info sehat dari : group cahaya sunnah tentang TIPS CUCI GINJAL kita secara murah & alami dengan biaya kurang dari Rp.10.000,-

Selama bertahun-tahun ginjal kita menyaring darah dengan cara membuang : garam, racun & zat-zat lain yang tidak diinginkan memasuki tubuh kita.

Seiring berjalannya waktu, terjadi akumulasi garam dan memerlukan perawatan, pembersihan secara rutin & berkala minimal sebulan sekali.

Caranya sebagai berikut :

1. Beli seikat daun Seledri.

2. Cucilah sampai bersih, lalu potong kecil-kecil & masukkan ke dalam panci.

3. Tuangkan air bersih, kira-kira 1liter, didihkan selama 10 menit & biarkan hingga dingin.

4. Saring & tuangkan ke dalam botol yang bersih lalu simpan di dalam kulkas hingga dingin.

Minum satu gelas setiap hari & Anda akan melihat semua endapan garam & racun lain yg keluar dari ginjal Anda sewaktu buang air kecil.

Anda juga akan melihat perbedaan yang tidak pernah anda rasakan sebelumnya.

Seledri dikenal sebagai obat ALAMI terbaik utk mencuci ginjal !!! Jadi tidak ada efek sampingnya !!

Silakan disebarkan ke seluruh saudara & teman anda, agar bisa memberi manfaat bagi banyak orang yg membutuhkan informasi ini. Terutama bagi orang-orang yang rutin mengkonsumsi obat-obatan pabrik.

Semoga bisa bermanfaat !


Tips kesehatan lainnya :

SAYANGI GINJAL ANDA

Kalau terjadi gangguan pada ginjal, jangan buru buru cuci darah !!!

Ini ada tips untuk mengatasinya :

Biji alpukat diiris kecil kecil lalu jemur sampai kering (seperti kerupuk). Lalu di giling sampai halus, ambil serbuknya lalu buat seperti kita buat kopi atau teh. Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari. Minumlah sampai kembali normal.

Tidak ada efek samping. Salam sehat.

Jangan pelit berbagi ke kawan kerabat sahabat family ya. selamat mencoba

Beberapa Pantangan :

> Setelah makan semangka jangan langsung minum susu.

> Setelah makan manggis jangan langsung minum gula.

> Setelah makan durian jangan langsung minum bir dan coca cola bisa stroke.

> Setelah makan buah pear jangan langsung minum madu karena bisa mati keracunan..!

> Setelah makan udang jangan langsung minum vitamin C, karena vitamin C + udang = keracunan arsen (terjadi reaksi arsen dalam udang dan vitamin C)

> Madu + bawang merah = merusak mata.

> Madu + tahu = merusak pendengaran.

> Madu + susu kedelai = mengganggu pencernaan & pendengaran.

> Madu + teh = mengganggu pencer-naan.

> Madu + kepiting = keracunan.

> Madu + pear = merusak 5 organ penting / mati.

> Jangan minum jeruk atau jus jeruk saat makan sea food.. bisa jadi calcium sitrat....tidak bagus u ginjal anda...

> Kirim ke semua org yg kita sayangi..

semoga kita semua hidup sehat...


Dari :  Prof. Dr. Ir Budi Indarto



Melengkapi artikel ini dan atas masukan dari komentator blog ini mengenai pengobatan gagal ginjal, ternyata ada temuan Metode Penyembuhan Gagal Ginjal dengan BAKING SODA / SODA KUE.

Para ilmuwan Inggris mengklaim bahwa bahwa produk dapur – baking soda, yang juga disebut dengan sodium bicarbonate – dapat secara dramatis memperlambat perkembangan sakit ginjal kronis dan mencegah penderitanya utk cuci darah.

Pimpinan studi, Magdi Yaqoob, seorang Professor Renal Medicine di Royal London Hospital, berkata: “Sungguh menakjubkan … Ini adalah studi acak terkontrol pertama dari sejenisnya … suatu pengobatan sederhana seperti sodium bicarbonate (baking soda), ketika digunakan dengan tepat, dapat sangat efektif.”

Studi contoh yang dilakukan di Royal London Hospital, Whitechapel, adalah test terkontrol pertama atas pengobatan dalam pengaturan klinis.

Para peneliti mempelajari 134 pasien yang menderita sakit ginjal kronis dan metabolic acidosis.

Satu grup secara acak diberikan dosis kecil harian sodium bicarbonate dalam bentuk tablet selain perawatan biasa mereka.

Selama periode satu tahun, penurunan fungsi ginjal dari pasien-pasien ini mulai menurun sekitar dua per tiga lebih lambat dibandingkan mereka yang tidak diberikan tablet baking soda. Bahkan, tingkat penurunan tersebut sedikit lebih berbeda dari yang dibayangkan jika untuk penuaan normal.

Perkembangan cepat dari sakit ginjal hanya terjadi pada 9 persen pasien yang diberikan baking soda, dibandingkan dengan 45 persen dari grup yang tidak diberikan baking soda.

Para pasien yang mengkonsumsi tablet sodium bicarbonate juga tidak menunjukkan kondisi parah memuncak yang memerlukan dialysis (cuci darah).

Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of the American Society of Nephrology.

Magdi Yaqoob, menyatakan: “Studi ini menunjukkan bahwa baking soda juga berguna untuk orang-orang yang menderita gagal ginjal. Hal ini, tentu saja selama dosis diatur dan dalam pengawasan.”

Apa yang terjadi di sini adalah peradangan pada ginjal telah dicegah oleh baking soda karena adanya reaksi kimia yang membatasi produksi ammonia di dalam ginjal. Strategi murah dan sederhana ini juga meningkatkan nutrisi pasien dan meningkatkan kualitas hidup karena pasien tidak perlu lagi cuci darah.

Dr. SK Hariachar, seorang nephrologist yang mengawasi Renal Hypertension Unit di Tampa Florida, setelah melihat penelitian tentang pengaruh bicarbonate terhadap sakit ginjal, mengemukakan “Saya senang melihat konfirmasi dari apa yang sudah lama kami ketahui. Saya telah mengobati para pasien memakai bicarbonate selama beberapa tahun dengan tujuan menunda kebutuhan akan dialysis (cuci darah), dan sekarang kami akhirnya memiliki studi resmi yang bisa mendukung kami.  Tidak hanya itu, kami juga punya informasi tambahan bahwa beberapa orang yang dulunya harus dicuci darah akhirnya tidak memerlukannya lagi setelah menggunakan sodium bicarbonate”.

John, seorang teknisi dialysis di tempat yang sama dengan Dr. Hariachar, yang biasanya men-dialisis dirinya sendiri selama 2 tahun oleh karena gagal ginjal yang dideritanya, dengan ajaib ginjalnya mulai berfungsi kembali pada saat dia tidak memerlukan lagi dialysis. John mengungkapkan bahwa ia diresepkan dosis oral sodium bicarbonate selama perawatan, dan sampai sekarang masih tetap konsumsi setiap harinya untuk mencegah terjadinya gagal ginjal kembali.

BICARBONATE JUGA DIPRODUKSI OLEH GINJAL 

Organ pankreas terutama bertanggung jawab terhadap produksi enzim-enzim dan bicarbonate yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Bicarbonate sangat penting untuk melindungi ginjal sehingga ginjal pun juga bertindak memproduksi bicarbonate. Ketika tubuh tubuh kekurangan bicarbonate yang dihasilkan oleh pancreas dan ginjal, keasaman tubuh mulai meningkat sehingga makin mudah menderita penyakit.

Ginjal memproduksi sekitar 250 gr bicarbonate per harinya untuk menetralisir keasaman dalam tubuh.

Ginjal memantau dan mengontrol keasaman (pH) darah. Jika darah terlalu asam, ginjal memproduksi bicarbonate untuk memulihkan keseimbangan pH darah. Jika darah terlalu alkalin (basa), ginjal kemudian mengeluarkan bicarbonate dari tubuh melalui urin.

Pola makan modern ala Barat yang tidak sehat dan asam, menyebabkan keasaman yang makin meningkat secara perlahan. Asam berlebih ini atau yang disebut acidosis, dapat berkontribusi terhadap banyak penyakit dan penuaan dini.

Acidosis muncul ketika tubuh tidak cukup memproduksi ion bicarbonate (atau komponen alkalin lainnya) untuk menetralisir keasaman dalam tubuh yang terbentuk dari proses metabolisme ketika kita mengkonsumsi hal-hal yang tidak sehat (misal: junk food, soft drink, obat-obatan kimia).


MENETRALISIR REAKSI PERADANGAN DAN RACUN KIMIA 

Ion-ion bicarbonate menetralisir kondisi asam yang menyebabkan reaksi peradangan kronis. Dengan demikian, sodium bicarbonate sangat bermanfaat untuk mengobati banyak penyakit peradangan kronis dan autoimun. Sodium bicarbonate telah banyak diteliti dan dipakai sebagai pengobatan yang efeknya sudah disadari (bukan sekedar dugaan atau asumsi).

Sodium bicarbonate atau baking soda, efektif dalam mengobati keracunan atau overdosis dari berbagai bahan dan obat kimia, dengan cara menghilangkan efek kardiotoksik dan neurotoksiknya. Hal ini menjadi alasan utama mengapa onkologi ortodoks memakai sodium bicarbonate untuk mengurangi efek kemoterapi yang sangat beracun.

Sodium bicarbonate bersifat menyerap logam berat, dioksin, dan furan. Jadi sodium bicarbonate sangat baik untuk menetralkan dampak negatif dari pestisida dan bahan kimia berbahaya lainnya yang tidak sengaja dikonsumsi melalui makanan dan minuman sehari-hari.

Menyuntikkan sodium bicarbonate paling baik dilakukan untuk kasus gangguan ginjal parah, diabetes yang tak terkontrol , dan peredaran darah yang tidak lancar akibat dehidrasi. Keseimbangan asam basa tubuh adalah salah satu aspek yang paling diremehkan dalam pengobatan konvensional.

ATURAN KONSUMSI BAKING SODA UNTUK TERAPI 

Bagaimana mengkonsumsi baking soda untuk mengobati gagal ginjal cukup sederhana, yaitu:

Jika Anda sedang mengalami gangguan ginjal, larutkan setengah sendok teh baking soda dengan air secukupnya (suhu ruangan, bukan dingin es, hangat, atau panas). Minum larutan ini 3 kali sehari saat perut kosong.
    
Jika tidak ada gejala penyakit, larutkan setengah sendok teh baking soda ke segelas air suhu ruangan, Anda cukup meminumnya 1 kali sehari saat perut kosong.

Seperti Anda baca sebelumnya bahwa baking soda juga baik untuk menetralisir efek beracun dari obat-obatan kimia. Jadi jika Anda sebelumnya mengonsumsi banyak sekali obat kimia, Anda bisa mulai mengkonsumsi baking soda dengan aturan konsumsi pada poin 1 di atas.

Anda bisa membeli baking soda di supermarket atau toko-toko yang menjual bahan makanan.

Namun perlu diingat, jangan HANYA mengandalkan baking soda untuk menjaga kesehatan Anda. Jagalah pola makan yang sehat dan jangan makan ataupun minuman yang bisa menyebabkan kadar asam Anda melonjak tinggi, seperti misalnya: sering mengkonsumsi daging-daging apalagi dalam jumlah banyak, obat-obatan kimia, junk food, susu sapi, jajan gorengan, soft drink, dan yang manis-manis (dari karbohidrat sederhana).

Memantau kadar pH tubuh Anda sangatlah penting dalam pengobatan gagal ginjal. Anda bisa mengukurnya sendiri dengan memakai kertas lakmus yang bisa dibeli di apotek terdekat atau memakai peralatan lainnya. Aturan pakai bisa ditanyakan kepada apoteker. Anda juga bisa memakai jasa layanan laboratorium swasta seperti misalnya Prodia untuk mengukur kadar pH tubuh Anda. Di antara pengukuran pH urin dan darah, yang paling akurat adalah pengukuran pH darah.

MEMAKAI SUPLEMEN LAIN UNTUK MENYEMPURNAKAN KESEMBUHAN

Selain memakai baking soda untuk terhindar dari cuci darah karena penyakit gagal ginjal, alangkah lebih baik lagi jika Anda memakai suplemen lain untuk membantu regenerasi sel-sel ginjal yang sudah banyak rusak. Beberapa suplemen yang saya rekomendasikan adalah propolis, bee pollen, dan royal jelly.

Anda bisa melihat contoh penggunaan ketiga suplemen ini dalam kesaksian berikut:

“Pada September 2005, saya harus dirawat di sebuah rumah sakit. Pada saat itu, kondisi saya lumpuh total dan sangat terasa sakit pada bagian pinggang ke bawah. Berat badan saya yang awalnya ideal perlahan-lahan mulai mengalami penyusutan. Bahkan tekanan darah saya saat itu mencapai lebih dari 200.

Saya pun melakukan pemeriksaan darah, dan dari hasilnya diketahui bahwa saya mengalami gagal ginjal, dan asam urat yang sangat tinggi, yaitu 14 mg/dl. Oleh sebab itu, saya harus menjalani cuci darah sampai sebanyak 3 kali.

Pada November 2005, seorang suster mengenalkan produk HD kepada saya, karena beliau melihat kondisi saya yang semakin hari semakin menurun. Kemudian, saya mulai rutin mengonsumsi produk-produk HD seperti Pollenergy 520, Bee Propolis Tablet, dan Royale Jelly Liquid.

Setelah mengonsumsi produk HD, saya mulai merasakan perubahan. Nafsu makan mulai membaik dan berat badan mulai meningkat. Akhirnya, tepat sehari menjelang lebaran, saya memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Kini, saya tidak lagi menjalani cuci darah, kondisi saya semakin membaik, dan sudah dapat berjalan kembali. Sungguh produk HD sangat membantu dalam proses penyembuhan saya.”

Syamsuddin A.R, 57 Tahun. Makassar

Suplemen lain yang bisa digunakan adalah ekstrak teripang, spirulina, dan VCO (Virgin Coconut Oil).

Anda sungguh beruntung memiliki informasi yang berharga ini. Semoga artikel ini bisa membantu Anda menjadi praktisi kesehatan yang lebih efektif dalam menyembuhkan kasus gagal ginjal, atau jika Anda sebagai penderita, semoga Anda bisa terbebas dari cuci darah dan mendapatkan kesembuhan yang diidam-idamkan.

Healindonesia, Dt. Awan (Andreas Hermawan)

Untuk melengkapi info ini, mari kita kenali tentang organ tubuh ginjal dan fungsinya, apa yang dimaksud Penyakit Gagal Ginjal dan apa penyebabnya secara medis dari sumber http://www.alodokter.com/ sebagai berikut :

Fungsi Ginjal 

Ginjal terletak di bawah tulang rusuk. Bentuknya menyerupai sepasang kacang di kedua sisi tubuh.

Selain memiliki fungsi utama menyaring limbah dari darah sebelum diubah menjadi urin, ginjal juga berfungsi: 
  • Mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agar bekerja dengan baik. 
  • Membantu mengatur tekanan darah. 
  • Memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang. 
  • Memproduksi hormon glikoprotein disebut erythropoietin yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah. 
Beberapa kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi penyebab terjadinya tekanan pada ginjal. Dalam jangka panjang, kondisi-kondisi ini membuat fungsi-fungsi di atas tidak akan berjalan dengan baik.

Pengertian dan Penyebabnya Gagal Ginjal 

Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Kondisi ini bersifat permanen. Status CKD berubah menjadi gagal ginjal ketika fungsi ginjal telah menurun hingga mencapai tahap atau stadium akhir.

Penyakit ginjal kronis adalah penyakit yang umumnya baru dapat dideteksi melalui tes urin dan darah. Gejalanya yang bersifat umum membuat pengidap penyakit ini biasanya tidak menyadari gejalanya hingga mencapai stadium lanjut.

Penyakit ginjal kronis stadium lanjut umumnya mengalami gejala: sesak napas, mual, kelelahan, mengalami pembengkakan pergelangan kaki, kaki, atau tangan karena terjadi penumpukan cairan pada sirkulasi tubuh, sesak napas, serta munculnya darah dalam urin.

Pemeriksaan darah dan urin secara teratur setiap tahun sangat disarankan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ginjal kronis. Anda termasuk berisiko tinggi, antara lain jika memiliki tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, dan memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ginjal kronis.

Pengidap Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia

Penyakit ginjal kronis diderita sekitar 10% populasi dunia. Tingginya jumlah penderita diabetes di Asia membuat gagal ginjal lebih umum terjadi pada penduduk Asia. Selain diabetes, tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu penyebab terkuat terjadinya penyakit ginjal kronis di Asia. Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara di Asia dengan kasus penyakit gagal ginjal tertinggi.

PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) dan Kementerian Kesehatan menemukan bahwa penderita gagal ginjal kronis di Indonesia mencapai 25 sampai 30 juta orang.

Selain itu, penyakit ini juga diasosiasikan dengan penuaan. Semakin tua, Anda semakin berisiko mengidap gangguan ginjal. Orang lanjut usia, dimulai dari 60 tahun, paling berisiko mengidap penyakit ginjal kronis. Diperkirakan satu dari lima pria dan satu dari empat wanita berusia 65 – 74 mengidap gagal ginjal dalam stadium tertentu.

Berbagai Cara Penanganan Gangguan Ginjal Kronis

Terdiagnosis mengidap CKD dapat membuat Anda dan kerabat merasa cemas. Berkonsultasi dengan dokter dan sesama pengidap dapat membuat Anda menemukan cara agar penyakit ini tidak mengambil alih hidup Anda.

Ini dikarenakan memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal. Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain.

Perubahan yang terjadi dalam sirkulasi tubuh membuat pengidap penyakit ginjal kronis menjadi lebih berisiko menderita stroke atau serangan jantung.

Pada sebagian orang, penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan ginjal berhenti berfungsi sepenuhnya. Kondisi ini disebut gagal ginjal stadium akhir (established renal failure/ERF). Perawatan cuci darah dapat membantu pengidap ERF agar tetap hidup. Proses kerja perawatan ini menyerupai ginjal buatan.

Agar Terhindar dari Gangguan Ginjal Kronis

Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, berolahraga teratur, dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal.

Umumnya tubuh dapat menoleransi berkurangnya fungsi ginjal, bahkan dalam skala besar. Situasi ini membuat pengidap penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) tidak merasa mengalami gejala apapun.

Jika salah satu ginjal Anda rusak, fungsi ginjal manusia masih tetap dapat terpenuhi hanya dengan satu ginjal lain. Fakta ini membuktikan bahwa manusia terlahir dengan kapasitas fungsi ginjal yang jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Penurunan awal fungsi ginjal yang tanpa gejala ini membuat pengidap CKD kerap tidak segera menyadari penyakitnya. Perubahan fungsi ginjal umumnya baru dapat terdeteksi pasti dari pemeriksaan urin dan darah secara rutin.

Pengidap penyakit ginjal yang telah terdiagnosis akan menjalani pemeriksaan secara teratur untuk memantau fungsi ginjalnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah dan perawatan yang bertujuan mencegah agar penyakit tidak berkembang.

Tes darah dan pemantauan rutin ini juga berfungsi untuk mendeteksi jika ginjal mulai kehilangan fungsi dan mengarah pada gagal ginjal. Gagal ginjal menunjukkan gejala sebagai berikut: 
  • Lebih sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari. 
  • Kulit gatal. 
  • Adanya darah atau protein dalam urin yang dideteksi saat tes urin. 
  • Kram otot. 
  • Kehilangan berat badan. 
  • Kehilangan nafsu makan. 
  • Penumpukan cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan. 
  • Nyeri pada dada, akibat cairan menumpuk di sekitar jantung. 
  • Otot kejang. 
  • Sesak napas. 
  • Mual dan muntah. 
  • Gangguan tidur. 
  • Disfungsi ereksi pada pria. 
Pengobatan pada stadium awal penyakit ginjal kronis dapat mencegah timbulnya gejala-gejala di atas.

Kondisi-kondisi yang menekan ginjal menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal. Penyakit ginjal terutama disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi dan diabetes. Sekitar 25 persen kasus gagal ginjal diindikasikan terpicu oleh tekanan darah tinggi, sementara 30 persen terpicu oleh diabetes.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama terhadap penyakit gagal ginjal kronis. Terdapat dua tipe utama diabetes: 

Diabetes tipe 1 adalah kondisi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin. 
Diabetes tipe 2 adalah kondisi saat tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif. 
  • Insulin dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi berikut ini: 
  • Mengatur kadar glukosa (gula) dalam darah. 
  • Membatasi agar glukosa tidak meningkat terlalu tinggi setelah makan. 
  • Menjaga agar kadar glukosa tidak terlalu rendah pada jeda antara waktu makan. 
Jika glukosa dalam darah terlalu tinggi, ini dapat memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring kotoran dalam darah dengan merusak sistem penyaringan ginjal. Maka itu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga tingkat glukosa mereka melalui pola makan yang sehat dan mengonsumsi obat-obat antidiabetes sesuai aturan dari dokter.

Gagal ginjal diperkirakan diderita sekitar 1-2 dari 5 pengidap diabetes tipe 1 sebelum umur mereka mencapai 50 tahun. Hal ini juga terjadi pada pengidap diabetes tipe 2 yang 1 dari 3 di antaranya juga mengalami tanda-tanda kerusakan ginjal.

Tes urin tahunan akan direkomendasikan oleh dokter agar gangguan ginjal dapat dideteksi secepat mungkin. Adanya protein dalam kadar rendah pada urin merupakan gejala utama gangguan ginjal akibat diabetes.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah adalah ukuran tekanan saat jantung memompa darah ke pembuluh arteri dalam setiap denyut nadi. Tekanan darah kerap diasosiasikan dengan penyakit ginjal karena tekanan darah yang berlebihan dapat merusak organ tubuh Anda.

Hipertensi menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik. Kondisi ini merusak ginjal dengan menekan pembuluh darah kecil dalam organ tersebut.

Meski 9 dari 10 penyebab kasus tekanan darah tinggi tidak diketahui, namun ada kaitan antara kondisi tersebut dengan kesehatan tubuh seseorang secara menyeluruh, termasuk pola makan dan gaya hidup.

Orang yang mengidap kondisi atau memiliki kebiasaan tertentu lebih berisiko mengidap hipertensi, yaitu: kurang berolahraga, kebiasaan merokok, stres, obesitas, mengonsumsi minuman keras berlebihan, usia tua, terdapat anggota keluarga yang dulu mengidap hipertensi, terlalu banyak garam dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi, serta kurang potasium dan vitamin D.

Hal-hal Lain yang Menyebabkan Gangguan Ginjal Kronis

Ada beberapa kondisi lain yang lebih tidak umum, tapi juga berisiko menyebabkan penyakit ginjal kronis yaitu: 
  • Gangguan ginjal polisistik: kondisi saat kedua ginjal berukuran lebih besar dari normal karena pertambahan massa kista. Kondisi ini bersifat diwariskan. 
  • Peradangan pada ginjal. 
  • Infeksi pada ginjal. 
  • Penyumbatan, seperti yang disebabkan batu ginjal atau gangguan prostat 
  • Penggunaan rutin obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat anti-inflamasi non-steroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs/NSAIDs), termasuk aspirin dan ibuprofen. 
  • Lupus eritematosus sistemik (kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenali ginjal sebagai jaringan asing). 
  • Kegagalan pertumbuhan ginjal pada janin saat dalam kandungan. 
Menggunakan Kalkulator Risiko Ginjal

Bagaimana cara untuk memperkirakan kondisi ginjal lima tahun yang akan datang? Anda dapat menggunakan kalkulator risiko ginjal dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana di QKidney Web Calculator. Jika saat ini Anda mengidap gangguan ginjal stadium menengah, Anda juga dapat memperkirakan apakah gangguan tersebut menjadi lebih parah lima tahun ke depan.

Diagnosis Gagal Ginjal Kronis

Umumnya diagnosis penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) dilakukan melalui tes urin dan darah. Dulu, gangguan ginjal sering baru teridentifikasi saat sudah mencapai stadium akhir. Ini dikarenakan orang yang tidak berisiko tinggi biasanya tidak menjalani pemeriksaan secara teratur. 

Namun kini diagnosis umumnya bisa dilakukan oleh dokter umum sehingga pengobatan secara efektif dapat dilakukan lebih awal.

Tes-tes untuk Mendeteksi Kadar Kerusakan Ginjal

Ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kerusakan pada ginjal Anda. Tes-tes tersebut meliputi:

Tes urin
Salah satu gejala penyakit ginjal adalah terdapat protein atau darah dalam urin Anda. Maka tes ini digunakan untuk mengecek kemungkinan kandungan tersebut. Beberapa hasil tes urin perlu dikirim ke laboratorium untuk dikonfirmasi. Sementara hasil beberapa tes lain dapat segera diperoleh.

Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)
Laju filtrasi glomerulus/LFG (glomerular filtration rate/GFR) adalah pengukuran yang digunakan untuk menilai seberapa baik ginjal Anda bekerja. Penghitungan GFR melibatkan pengambilan sampel darah dan dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kelompok etnis Anda. Hasil GFR serupa dengan persentase kapasitas fungsi ginjal normal.

Pemindaian
Dalam kasus gangguan ginjal stadium lanjut, ginjal menjadi mengerut dan berbentuk tidak utuh. Sebelum perubahan bentuk ginjal tersebut terjadi, pemindaian digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyumbatan tidak normal dalam aliran urin Anda. Proses ini dilakukan dengan alat-alat seperti USG, computerised tomography (CT) scan, atau pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Biopsi ginjal
Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan ginjal. Deteksi kerusakan ginjal kemudian dilakukan dengan memeriksa sel-sel ini dengan mikroskop.

Menentukan Stadium Gagal Ginjal

Perkembangan penyakit ginjal diklasifikasi dengan sistem pemeringkatan (stadium). Terdapat lima stadium untuk mendefinisikan tingkat keparahan kanker hati:

eGFR bernilai di atas 90 atau normal: stadium 1.
Walau nilai eGFR normal, terjadi kerusakan ginjal yang terdeteksi oleh tes lain.

eGFR bernilai 60-89: stadium 2.
Selain menurunnya eGFR ,tes lain mengindikasikan terjadinya kerusakan ginjal.

Agar perkembangan kondisi ginjal dapat terus dipantau, pengidap CKD stadium satu atau stadium dua direkomendasikan untuk menjalani tes eGFR tahunan.

eGFR bernilai 30-59: stadium 3.
Pada stadium ini, perlu diadakan pemeriksaan lanjutan setiap enam bulan sekali.

eGFR bernilai 15-29: stadium 4.
Pada stadium ini, pengidap kemungkinan telah merasakan gejala-gejala CKD dan perlu mengikuti pemeriksaan tiap tiga bulan.

eGFR bernilai di bawah 15: stadium 5.
Disebut sebagai kondisi gagal ginjal, yaitu ginjal telah kehilangan hampir seluruh fungsinya. Setiap enam minggu, pasien gagal ginjal ini perlu menjalani pemeriksaan.

Hasil eGFR dari waktu ke waktu dapat naik atau turun. Diagnosis CKD biasanya baru bisa dipastikan jika tes-tes eGFR yang dilakukan beberapa kali menunjukkan hasil konsisten di bawah normal.

Kelompok Paling Berisiko

Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi CKD disarankan jika Anda termasuk kelompok orang berisiko tinggi, yaitu:
  • Pengidap diabetes, hipertensi, lupus, stroke, penyakit jantung, dan skleroderma.
  • Orang yang secara teratur mengonsumsi obat pereda sakit dalam jangka panjang seperti ibuprofen.
  • Orang dengan riwayat keluarga yang pernah mengidap CKD stadium lima atau mewarisi penyakit ginjal serta penyakit saluran ginjal struktural, seperti batu ginjal dan pembesaran prostat. 
  • Pengidap hematuria (dalam urinnya terdapat darah) atau proteinuria (terdapat protein dalam urin) yang penyebabnya belum diketahui. 
  • Orang yang mengonsumsi rutin obat-obatan yang membahayakan ginjal, seperti litium dan kalsineurin. 
  • Orang dengan riwayat kesehatan keluarga berpenyakit ginjal. 
Jika tes urin atau darah mengindikasikan kemungkinan bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik, umumnya dokter akan menetapkan diagnosis adanya penyakit ginjal.

Pencegahan Gagal Ginjal Kronis

Orang yang sudah terdiagnosis mengalami penyakit ginjal dapat memperkirakan tingkat keparahannya di masa yang akan datang dengan QKidney Web Calculator.

Umumnya penyakit ini tidak dapat dicegah sepenuhnya meski Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD).

Pola Makan Sehat

Pola makan sehat penting untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menjaga tekanan darah tetap normal. Kedua kondisi ini penting untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis. Konsumsilah makanan berimbang meliputi banyak sayuran dan buah segar.

Selain itu, kontrol kadar kolesterol dengan menghindari makanan kaya lemak jenuh tinggi seperti goreng-gorengan, mentega, santan kelapa, keju, kue, biskuit, serta makanan-makanan yang mengandung minyak kelapa atau minyak sawit.

Sebaliknya, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya lemak tidak jenuh yang dapat mengurangi kadar kolesterol, antara lain minyak ikan, avocad, kacang dan biji-bijian, minyak bunga matahari, minyak biji sesawi, minyak zaitun.

Selain itu, terlalu banyak garam juga akan meningkatkan tekanan darah. Penting untuk membatasi konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram sehari yang setara dengan satu sendok teh penuh.

Hindari Rokok dan Minuman Keras

Selain meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, merokok dan mengonsumsi minuman keras dapat memperburuk kondisi gangguan ginjal yang sudah terjadi. Selain meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan akan meningkatkan tekanan darah Anda. Pastikan Anda tidak mengonsumsi lebih dari 2-2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7% per hari.

Olahraga Teratur

Naiknya tekanan darah dan risiko berkembangnya CKD dapat diminimalkan dengan olahraga teratur. Anda disarankan untuk menjalankan aktivitas aerobik dengan intensitas menengah seperti berenang atau lari pagi selama setidaknya 2 -3 jam tiap minggu.

Baca Petunjuk Obat

Pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaian jika Anda memang harus mengonsumsi obat pereda sakit. Konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid seperti aspirin dan ibuprofen dalam dosis berlebih dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Waspada Diabetes
Penyakit kronis (bersifat menetap dalam jangka panjang), seperti diabetes, dapat berpotensi menyebabkan gangguan ginjal kronis. Tiap tahun, pengidap diabetes disarankan untuk memeriksakan fungsi ginjalnya. Ikuti saran dokter dan lakukan langkah-langkah untuk menjaga kondisi Anda.

Mohon artikel info kesehatan ramuan herbal ini disikapi dengan bijak. Bila perlu silakan berkonsultasi dengan ahlinya.