Genetive 2016, Kemas Kemandirian Generasi Muda dalam Berwirausaha

By | November 6, 2016
GENETIVE 2016, merupakan gerakan kemandirian generasi muda / generasi dalam berwirausaha agar menjadi wirausaha muda. Genetive 2016 hadir untuk para generasi muda/i yang berjiwa entrepreneur, generus yang ingin bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis saat ini, serta para generus yang ingin terus belajar dan ingin usahanya semakin berkembang.
berwirausaha

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

2 Top Speakers akan hadir membagikan ilmu yang spektakuler. Mereka adalah :

1. Pak Wira Pradana
2. Pak Riyanto Nugroho

Pada : 6 November 2016
Pk : 8.00 – 11.30
Tempat : GSG Baitul Manshurin

Ingat ACTION itu penting namun action tanpa BELAJAR sama dengan KEBINGUNGAN

Jadikan diri anda menjadi Generus Creative pada tahun 2016.

Itulah iklan anak-anak muda di Bandung belahan Timur kepada rekan-rekannya, saat akan mengadakan gerakan kemandirian yang mereka namakan Genetive 2016 (Generasi Creative-2016).

Dalam kegiatan tersebut, pemateri yang memang para wirausaha muda, memberikan coaching kepada para peserta bagaimana caranya untuk membuat cetak biru (blueprint) sebuah rencana bisnis (bisnis plan), yakni 9 cetakan dalam perencanaan bisnis, sebagai ikhtiar selain dengan doa/usaha bathin, agar kemungkinan berhasilnya lebih besar :

  1. Produk
  2. Konsumen
  3. Kepuasan Pelanggan
  4. Jalur komunikasi
  5. Mitra
  6. Aktivitas
  7. Sumber daya
  8. Sumber Pendapatan
  9. Pengeluaran
generasi muda creative, generasi muda kreatif

Ya, anak-anak muda memang penuh gejolak darah muda yang menggebu-gebu yang harus disalurkan dalam hal positif.

Kemandirian merupakan Trisukses Keberhasilan Generasi Penerus yang kita harapkan, selain Faqihun Fiddin (faqih dan faham di dalam agama) dan Berakhlaqul Karimah (memiliki akhlaq/budi pelerti yang baik).

Dengan segala potensi yang dikaruniakan Allah SWT kepada kaum muda, kemandirian kalangan muda dan mudi adalah sebuah keniscayaan. Oleh karenanya, mereka perlu dibekali ilmu-ilmu untuk bekal mereka mencari maisyah (mata pencaharian/ mencari nafkah) untuk diri dan keluarganya, selain dibekali ilmu agama sebagi bekal untuk akhiratnya.

Di akhir zaman, tidak dapat dipungkiri, harta, diperlukan untuk bekal duniawinya saat berkeluarga dan bergaul di masyarakat dan juga diperlukan di dalam menegakkan agama seorang mukmin.

Kegiatan dan acara sabilillah yang makin padat/banyak, perlu dana untuk pelaksanaannya. Pembangunan berbagai sarana dan prasarana ibadah, perlu dana untuk membangunnya.  Harta, tidak boleh tidak memang diperlukan untuk kelancaran dunia dan akhirat.

Seperti disebutkan dalam sebuah riwayat at-thabrani yang haditsnya mauquf (sampai kepada Rasulullah) sebagai berikut :

إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ لا بُدَّ لِلنَّاسِ فِيهَا مِنَ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ يُقِيمُ الرَّجُلُ بِهَا دِينَهُ وَدُنْيَاهُ

Ketika akhir zaman, tidak boleh tidak (harus) bagi manusia memiliki ” dinar dan dirham ” (memiliki harta) untuk menegakkan agama dan dunianya. (HR. At-Thabrani).

Dunia dan Akhirat, Dua-duanya Harus Dicari

خَيْرُكُمْ مَنْ لَمْ يَتْرُكْ آخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ ، وَلا دُنْيَاهُ لآخِرَتِهِ ، وَلَمْ يَكُنْ كَلا عَلَى النَّاسِ

  Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang tidak meninggalkan akhiratnya karena dunianya. Dan, tidak meninggalkan dunianya karena akhiratnya. Dan, Janganlah menggantungkan diri pada manusia. 

  أَعْظَمُ النَّاسِ هَمًّا الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَهْتَمُّ بِأَمْرِ دُنْيَاهُ وَآخِرَتِه

Lebih besarnya cita-cita manusia, adalah orang iaman yang bercita-cita dengan perkara dunianya dan perkara akhiratnya. (HR. Ibni Majah)

أَصْلِحُوا دُنْيَاكُمْ ، وَاعْمَلُوا لآخِرَتِكُمْ كَأَنَّكُمْ تَمُوتُونَ غَدًا

 “Perbaikilah/bagusilah dunia kalian (mencari nafkah yang halal dengan sebaik-baiknya),dan ber-amallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok”. (HR. Ad-dailamy)

 َأَجْمِلُوا فِي طَلَبِ الدُّنْيَا فَإِنَّ كُلّاً مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ  (أخرجه ابن ماجه عن أبي حميد الساعدي)

  “Bagusilah di dalam mencari keduniaan kalian (carilah nafkah dengan usaha yang baik), maka sesungguhnya semuanya akan diberi kemudahan pada apa yang dijadikan untuk kalian”. (HR. Ibni Majah).

Berusahalah, Bekerjalah, Janganlah Menjadi Peminta-minta 

 أخرجه ابن ماجه عن أبي حميد الساعديعَنِ الْمِقْدَامِ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

 مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ (صحيح البخاري)

 “Tidak makan salah satu kalian sama sekali yang lebih baik, daripada makan dari hasil karya tangannya (hasil kerjanya). Dan sesungguhnya Nabi Daud AS makan dari hasil kerjanya (membuat baju perang dari besi)“. (HR. Shahih Bukhary).

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

” Niscaya jika salah satu kalian mencari 1 ikat kayu di punggungnya, itu lebih baik, daripada dia minta-minta pada seseorang, yang adakalanya ia diberi dan adakalanya tidak diberi“. (HR. Shahih Bukhary).

  اَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالا كَانَ زَكَرِيَّا نَجَّارً

 ”Rasulullah SAW bersabda : ” Nabi Zakariyya adalah (bekerja sebagai) tukang kayu ” (HR. Ibni Majah).

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

(مسند الإمام أحمد) وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ

 ” Tidaklah bekerja seorang laki-laki pada suatu pekerjaan yang lebih baik, kecuali hasil pekerjaan tangannya (bekerja). Dan, apa-apa yang seorang laki-laki menginfaqkan/ menafkahkan atas dirinya, keluarganya, anaknya, pelayannya, kecuali menjadi shadaqah baginya” 

Perputaran Rezeqi 9/10 (90%) Dalam Perdagangan

تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِّزْقِ فِي التِّجَارَةِ وَالْعُشْرُ فِي الْمَوَاشِي (سعيد بن منصور)

” 9/10 (90%) perputaran rezeqi di dalam perdagangan, dan yang 1/10 lagi di dalam peternakan ” 

Ayo dukung gerakan kemandirian generasi muda dalam berwirausaha ! Bekerjalah, jangan menggantungkan diri pada orang lain…jadilah pemuda/pemudi kreatif !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *