5 Amalan yang Melejitkan Pahala & Pengampunan Allah SWT di Bulan Ramadhan

By | Juni 7, 2016

Ada beberapa amalan yang sebenarnya sederhana dan mudah kita ucapkan, ringan dikerjakan tapi besar ganjaran pahalanya. Inilah sifat Allah yang Maha Pemurah memberi tanpa hitungan, membalas amalan ringan yang dikerjakan hamba-Nya dengan pahala yang jauh lebih besar….masyaAllah.

Amalan ini tentu akan lebih besar pahalanya bila dikerjakan di Bulan Ramadhan (amalan bula ramadhan), dimana besarnya pahala dan maghfirah Allah di Bulan Ramadhan tidak seperti di hari biasa (di luar Bulan Ramadhan), karena pahala dan pengampunan di Bulan Ramadhan akan dilipat gandakan lagi oleh Alloh SWT. 

Umumnya manusia saat ini banyak aktivitas dan kesibukan yang cukup menyita waktu dan tenaga, maka kita perlu mencari. menggali dan mengamalkan amalan yang ringan dikerjakan tapi pahalanya maksimal.  Ini juga merupakan salah satu kelebihan umat Nabi Muhammad SAW, dimana banyak amalan yang dikerjakan sederhana tapi pahalanya membandingi ibadahnya orang-orang terdahulu, seperti amalan satu malam di malam qadar yang membandingi ibadah seribu bulan (kurang lebih 83 tahun).

Memasang Niat Ibadah dilandasi Iman dan Mencari Pahala 

 
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 
 

Barangsiapa yang berpuasa dilandasi keimanan dan karena berharap pahala, maka semua dosanya yang telah lewat akan diampuni. (HR.Shahih Bukhary dan Muslim).

Puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga saja. 

 … Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalatnya kecuali lelah melek”. (Hadist Sunan Termidhi No. 1690 Kitabu Shiam).

… Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dengan dusta, maka Allah tidak ada hajat baginya, walaupun orang tersebut telah meninggalkan makanan dan minumannya (berpuasa)”. (Hadist Shohih Bukhari No. No. 1903 Kitabu Shiam).

… Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Puasa itu sebagai perisai maka janganlah (berkata/berbuat) cabul, jangan berbuat bodoh, dan jika seseorang mengajak bertengkar atau mencelamu maka katakanlah : “inni shoimun, inni shoimun” ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’ (diucapkan dua kali)’”. (Hadist Shohih Bukhari No. 1894 Kitabu Shiam.

 

amalan bulan ramadhan
sumber gambar : Islamicposters.org
 

Setelah kita memasang niat dengan benar dan menahan berbagai hawa nafsu, maka berikut ini beberapa amalan yang dapat melejitkan pahala dan pengampunan dari Allah SWT : 

1. Membaca Al Quran

 
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ , وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ , وَلَامٌ حَرْفٌ , وَمِيمٌ حَرْفٌ . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
 

” Dari Ibni Mas’ud, berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang membaca Kitabnya Allah (Al-Quran) maka baginya akan mendapat kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh semisalnya (10x lipat). Tidak saya katakan bahwa lafal “ الم  alif lamm mim” itu satu huruf, tapi alif-nya satu huruf, lam-nya satu huruf dan mim-nya satu huruf. (Artinya membaca alif-lam-mim sudah 3 huruf x 10 kebaikan = 30 kebaikan).

Makin banyak huruf Al Quran yang kita baca, tentu lipatan pahalanya makin besar.

2. Mengkaji (mempelajari/ berguru) Al Quran dan Hadits

 
لَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِاللّٰهِ خَيْرٌلَكَ مِنْ أَنْتُصَلِّىَ مِأَةَ رَكْعَةٍ وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْلَمْ يُعْمَلُ خَيْرٌ مَنْ أَنْ تُصَلِّىَ أَلْفَ رَكْعَةٍ 

Sepagi-pagian (satu kali pagi) belajar 1 ayat dari Kitab Alloh (Al Quran) itu lebih baik bagi kamu dari pada sholat 100 rokaat, dan sepagi-pagian belajar 1 bab hadist yang sudah di amalkan atau belum, lebih baik daripada sholat 1000 rakaat. (HR. Ibnu Majah fil muqoddimah)

 Belajar Al Quran dan Al Hadits bisa dilakukan dengan cara mendatangi majlis-majlis ilmu baik di Masjid, musholla, rumah atau tempat-tempat lain.

 3. Shodaqoh

 مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ ( سورة البقرة 261 )

“Gambaran orang yang menginfaqkan harta mereka di dalam sabilillah (jalan/ agama Allah) adalah seperti biji yang tumbuh menjadi 7 tangkai dan tiap tangkai tumbuh seratus biji. (1 biji jadi 7 tangkai, tiap tangkai jadi seratus biji = 1 biji jadi 700 biji = dilipatkan 700x ).

Di hari biasa saja, infaq dan shodaqoh pahalanya dilipatkan 700x oleh Allah SWT, maka Makin banyak infaq dan shodaqoh, tentu lipatan pahalanya makin besar.

 4. Dzikir & Doa

 Dzikir dilakukan dengan melafalkan/ mengucapkan dengan gerakan bibir (bukan di dalam hati), baik kalimat Tahmid (Alhamdulillah), kalimat Tahlil (Laa ilaaha illallah), Takbir ( Allohu Akbar), dan Tasbih (Subhanallah), Istighfar (Astaghfirullah).

 Berikut ini diantaranya :

  • Membaca Kalimat Tasbih Laailaaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai in qodiir (dibaca : 100x).

لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ – لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ – وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ 

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH YANG MAHA ESA, TIADA SEKUTU BAGINYA, BAGINYA/MILIKNYA KERAJAAN, DAN BAGINYA/MILIKNYA SEGALA PUJI, DAN DIA MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU 

Dibaca sehari 100x, maka bagi yang membacanya akan diberi pahala dan keutamaan sebagai berikut :

  1. Mendapatkan pahala seperti memerdekakan 10 budak,
  2. Mendapatkan 100 kebaikan,
  3. Dihapus 100 keburukan,
  4. Terjaga dari godaan Syaitan.
  • Kalimat Tasbih yang lain :  Subhanallah Wabihamdihi (100x)   سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ  

MAHA SUCI ALLOH DAN DENGAN PUJIANNYA

Dibaca 100X maka bagi yang membacanya akan diampuni dosanya walaupun dosanya banyak semisal buihnya lautan.

  • Kalimat tasbih yang lainسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَـظِيْمِ

MAHA SUCI ALLOH DAN DENGAN PUJIANNYA, MAHA SUCI ALLOH YANG MAHA AGUNG

Ini adalah dua kalimat yang disenangi Alloh SWT, ringan diucapkan tapi menyebabkan timbangan amal kita menjadi berat.

  •  Kalimat tasbih yang diucapkan sebelum bangun dari duduk :

 سُبْـحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْـهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْـتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

 

 

MAHA SUCI ENGKAU YA ALLOH, DAN DENGAN PUJIANMU AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, AKU MINTA AMPUN KEPADAMU, DAN AKU BERTAUBAT KEPADAMU

Dibaca ketika akan berdiri dari duduk, maka dosa-dosa yang dilakukan (tidak ingat kepada Allah SWT) saat duduk tadi akan diampuni.

  • Kalimat Tahlil :   لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْـبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

TIADA TUHAN SELAIN ALLOH, DAN ALLOH MAHA BESAR, DAN TIADA DAYA SERTA UPAYA MELAINKAN DENGAN SEIZIN ALLOH

Keutamaannya : diampuni dosanya walaupun semisal buihnya lautan.

  • Kalimat Istighfar :  اَسْـتَغْفِرُاللهَ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّهُوَالْحَيَّ الْقَيُّـوْمَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

AKU MINTA AMPUN KEPADA ALLOH YANG TIADA TUHAN SELAINNYA, DIA MAHA HIDUP LAGI MAHA MERAMUT, DAN AKU BERTAUBAT KEPADANYA

Keutamaannya : diampuni dosanya walaupun lari dari perang fisabilillah. NB: kita tahu bahwa lari dari perang termasuk dosa yang besar.

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَسُلاً (رواه ابو داود)
 

AKU SENANG KEPADA ALLOH SEBAGAI TUHAN, DAN DENGAN ISLAM SEBAGAI AGAMA, DAN DENGAN NABI MUHAMMAD SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM SEBAGAI UTUSAN

Keutamaan : Wajib masuk surga bagi yang membacanya

  • Membaca Raja Istighfar
اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبِّى لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقْتَنِى وَاَنَاعَبْدُكَ وَاَنَاعَلَىعَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ 
اَعُوْذُبِكَ مِنْشَرِّمَاصَنَعْتُ وَاَبُوْءُ اِلَيْكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَعْتَرِفُ بِذُنُوْبِى
فَاغْفِرْلِى ذُنُوْبِى اِنَّهُ لاَيَغْفِرُالذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Raja Istighfar ini, dibaca pagi dan petang, jika kita mati di hari ini maka dijamin masuk surga.

  • Membaca Subhanallah (100 x), Alhamdulillah (100x), Laailaaha illallaah (100x), Allohu Akbar (100x). Dibaca waktu pagi (setelah shubuh) dan sore (bada maghrib).
سُبْحَـانَ اللهِ – اَلْحَمْدُ ِللهِ – لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ – اَللهُ اَكْـبَرُ

Keutamaannya :

  1. Membaca Subhanallah (di waktu pagi dan sore, @100x) sama dengan ibadah haji 100X, 
  2. Membaca Alhamdulillah sama dengan menyerahkan 100 kuda untuk fisabiilillah atau berperang membela agama Allah 100X perang, 
  3. Membaca Laailaaha illallaah (di waktu pagi dan sore, @100x) sama dengan memerdekakan 100 budak, 
  4. Membaca Allohu Akbar (di waktu pagi dan sore, @100x) = tidak ada yang membandingi pahalanya orang tersebut, selain orang yang membaca kalimat tersebut sama banyaknya, atau lebih banyak lagi.

5. Mengejar Pahala Lailatul Qadar 

“Pahala lailatul qadar” di kejar pada 10 malam yang terakhir dari Bulan Ramadhan. Pahalanya luar biasa, lailatul qodri khairun min alfi syahrin (pahala malam qadar lebih baik dari ibadah seribu bulan yakni kurang lebih 83 tahun). Umur kita saja belum tentu nyampe 83 tahun ya?.

Rasulullah memberi kabar gembira kepada para shahabat dan umatnya sampai akhir zaman bahwa amalan di malam qadar lebih baik daripada 1000 bulan. Rasulullah menceritakan bahwa pada zaman Bani Israil ada para ahli ibadah yang bernama Ayyub, Zakariya, Hizqil bin Al ‘Ajuz dan Yusa’ bin Nun yakni orang-orang yang taat dan beribadah tanpa cela selama 83 tahun. Para shahabat terheran-heran dan terkagum-kagum, ” kok bisa ya orang ibadah selama 83 tahun tanpa melakukan maksiat dan melanggar.”

Rasulullah bersabda, ” baru saja Malaikat Jibril (dengan diperintah Allah tentunya) mengabari kabar baik bahwa amalan di malam qodar pahalanya melebihi pahala ahli ibadah tersebut. masyaAllah!

Mengingat besarnya pahala dan pengampunan dari Allah, terlebih lagi di Bulan Ramadhan yang penuh maghfirah ini, mari kita sempat-sempatkan, mengepolkan seperti contoh amalan di atas agar pahala kita melejit dan bobot timbangan amal kita makin berat.

Sebenarnya masih ada amalan yang lain, seperti shalat sunnah dhuha : 12 rakaat shalat dhuha sama dengan dibangunkan rumah/gedung di Surga. Shalat 2 rakaat bada maghrib seperti ibadah 12 tahun, mensholati dan mengantarkan jenazah kekuburan yang pahalanya masing-masing 1 (satu qirath) yang bila kita lakukan dua-duanya maka pahalanya sebesar 2 (dua) qirath…nb: 1 qirath = 1 gunung uhud. Dan lain-lain amalan yang pahalanya besar in syaa Allah kita bahas di atikel yang lain.

Silakan bila pembaca akan menambahkan yang belum tertulis dalam artikel ini.

Semoga artikel tentang amalan di bulan ramadhan yang bisa melejitkan pahala ini, bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *