Kefadholan Menghafalkan, Memahami, Menghayati & Mengamalkan Asmaul Husna

By | Maret 30, 2016

Allah SWT mempunyai 99 nama yang baik yang disebut ASMAUL HUSNA. Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-A’raf : 180 :

قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
فَادْعُوهُ بِهَا… الآية سورة (الأعراف:
180)

Allah Ta’ala berfirman : Allah memiliki Nama-nama yang baik (Asmaul Husna), maka berdoalah dengan nama-nama Allah tersebut (gunakan untuk berdoa).

Diperkuat sabda Nabi Muhammad SAW :

وقال النبي – صلى الله عليه وسلم -: «إِنَّ
لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلا وَاحِدًا، مَنْ أحْصَاهَا دَخَلَ
الْجَنَّةَ» متفق عليه

“Sesungguhnya Alloh memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menjaganya (menghafalnya, memahaminya, menghayatinya dan mengamalkannya) maka sungguh ia masuk surga.”

asmaul husna

Sebenarnya, dalam hadits lain dijelaskan bahwa nama-nama Alloh tidak hanya 99 nama, namun yang diberi tahukan kepada kita yang 99 nama tersebut.

Alhamdulillah dengan semakin banyak mengaji, semakin banyak ilmu, semakin banyak menambah taqorrub ilalloh.

Di dalam muqoddimah syarah asmaul husna dijelaskan,

وَلَاشَاكَّ ، أَنَّ مَنْ عَاشَ مَعَ أَسّمَاءِ اللهِ تَعَالَى الْحُسْنَى وَصَفَا تِهِ الْعُلَى

” wala syakka (pasti), barang siapa yang hidup dengan nama-nama Alloh yang bagus dan sifat-sifat Alloh Yang Luhur, artinya : siapa saja yang mau menghafalkan Asmaul Husna kemudian memahami isi-isinya, kemudian mau mengamalkannya, (menghafalkan, memahami maknanya, menghayati kemudian mau mengamalkan), itu hasilnya, kefadholannya :

1. صَفَا لَهُ الْعَيْشُ (hidupnya bersih) : bersih dari harom, bisa mengerti halal-harom.

2. وَطَابَتْ لَهُ الْحَيَاةُ (hidupnya bagus, hidupnya nyaman, hidupnya tenang, seneng)

3. وَذَهَبَ عَنْهُ خَوْفُ الْمَخْلُوْقِيْنَ (hilang rasa takutnya dari makhluq), artinya hanya semata-mata takut pada Alloh SWT, tidak takut pada siapapun (hanya takut pada Alloh SWT).

4. وَاشْتَاقَ إِلَي لِقَائِهِ (Selalu rindu ingin ketemu Alloh).

5. وَاسْتَحْيَا مِنْهُ (Hidupnya selalu malu kepada Alloh), malu berbuat maksiat, malu ngajinya kurang, malu dari pengamalan atau ibadahnya kalau kurang.

6. وَأَجَلَّهُ وَعَظَّمَهُ (Selalu Mengagungkan Alloh) bahwa sak jagat ini yang paling agung, yang paling besar, hanyalah Sang Pencipta, yaitu Alloh SWT. Siapapun jadi raja, hanya Alloh yang paling agung.

7. وَزَهَدَ فِي الدُّنْيَا (Zuhud dg harta dunia, tidak tomak, tidak rakus). Hidupnya selalu menerima, apa yang Alloh berikan, zuhud hidupnya, sederhana, mengambil sesuai kebutuhan.

8. وَأَحَبَّ الْاۤخِرَةَ (Senang dengan kehidupan akhirot). Karena yakin kehidupan yang sejati, kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirot.

Itulah kefadholan / keutamaan bilamana kita menghafalkan, memahami, menghayati dan menghafalkan Asmaul Husna.

3 thoughts on “Kefadholan Menghafalkan, Memahami, Menghayati & Mengamalkan Asmaul Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *