Kisah Percakapan Iblis dengan Para Nabi

By | November 10, 2015

Iblis / Syetan Memperlihatkan Dirinya Kepada Nabi-Nabi

Berikut ini kisah tentang iblis/syetan yang memperlihatkan diri kepada para Nabi dan melakukan percakapan dengan para Nabi.

Iblis Memperlihatkan dirinya kepada Nabi Nuh ‘Alaihi Salam

Ibnul jauzi telah meriwayatkan dari Abdullah bin umar dia berkata : ketika Nabi Nuh naik perahu, beliau melihat seorang tua yang tidak di kenalnya, maka berkata Nabi Nuh, “ Apa yang menyebabkan kamu masuk ? lalu iblis berkata “ Aku masuk untuk memusibahi sahabat-sahabatmu, maka jadilah hati mereka bersamaku dan badan mereka bersamamu.” Nabi Nuh berkata kepadanya, “ Keluarlah kamu, hai musuh Allah !” Maka iblis berkata “ Ada lima hal yang aku merusak dengannya terhadap manusia, dan aku akan menceritakan kepadamu tiga hal, dan aku tidak akan menceritakan kepadamu dua hal “.
Maka Allah memberi wahyu kepada Nabi Nuh, “ Sesungguhnya kamu tidak butuh yang tiga hal, perintahkanlah iblis supaya menceritakan yang dua hal. “ Maka iblis berkata, ” Aku merusak manusia dengan cara dengki dan tamak, karena dengki aku di laknat, dan aku dijadikan setan yang terkutuk, dan karena tamak surga diberikan kepada Adam semuanya, aku dapatkan hajatku tetapi aku di usir dari surga. (Talbisu Iblis /Perangkap Iblis hal 24)

Iblis Memperlihatkan Diri kepada Nabi Musa AS

‍‌‍‍‍Abu bakar Al Qurosyi meriwayatkan dengan isnadnya sampai kepada Ibnu Umar, dia berkata : Iblis menemui Nabi Musa, lantas berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih oleh Allah dengan membawa risalahNya dan Allah telah berbicara dengan sungguh-sungguh, dan aku termasuk makhluk Allah yang berdosa, aku ingin bertobat, maka tolonglah aku di sisi Tuhanmu Azza wa Jalla supaya Allah menerima tobatku !”

Maka Nabi Musa berdoa kepada Allah, maka dikatakan, “Engkau telah menyelesaikan keperluanmu” Maka Nabi Musa menemui iblis, lantas berkata, “Kamu diperintah supaya sujud ke kuburan Nabi Adam dan Alloh menerima tobatmu ” Maka Iblis sombong dan marah, dia berkata, “Aku tidak mau sujud ketika dia hidup, apakah aku akan sujud kepadanya setelah ia mati? ”

Berkata Iblis “Wahai Musa, karena engkau telah menolongku maka engkau punya hak, maka ingatlah kepadaku dalam tiga hal maka aku tidak merusak dalam tiga hal :

1. Ingatlah ketika engkau marah, sesungguhnya bisikanku itu ada dalam hatimu, dan mataku dalam dua matamu, dan aku mengalir darimu dalam tempat mengalirnya darah.

2. Ingatlah kepadaku ketika engkau campuh perang karena aku akan datang kepada anak Adam ketika berdesak-desak dalam perang, aku mengingatkan kepada manusia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya hingga dia berpaling (lari dari perang)

3. Janganlah kamu menemani duduk wanita yang bukan mahromnya, karena sesungguhnya aku adalah utusannya kepadamu dan utusannya kepadanya” (Askaamul Marjan 207).

– Dengan adanya kisah ini, maka kita harus mengerti jika kita marah, ingatlah bahwa marah itu pengaruh gangguan iblis/syetan

–  Dalam sabilillah, kemudian kita selalu ingat keluarga, itu juga pengaruh /gangguan iblis/syetan.
– Kalau kita nyepi dengan wanita yang bukan mahromnya, maka iblis/syetan mendorong membesarkan setrum berbuat pelanggaran.

Al Qurosyi telah meriwayatkan dari Abdurrohman bin Zaid, dia berkata ketika Nabi Musa duduk dalam sebagian majelisnya, tiba-tiba datang iblis memakai burnus (baju luar yang menutup kepala).

Setelah dekat denga Nabi Musa dia melepaskan burnusnya, kemudian meletakkannya dan berkata kepadanya, ” Salam sejahtera buatmu, Wahai Musa.”

Maka Nabi Musa menjawab, “Salam sejahtera buatmu, siapakah engkau?” Dia berkata, Saya iblis” Nabi Musa berkata, “Mudah-mudahan Allah tidak menghidupkanmu, kenapa kamu datang? ” Iblis berkata , “Aku datang karena kedudukanmu di sisi Alloh dan tempatmu di sisiNya.” Berkata Nabi Musa, “Apa yang aku lihat sesuatu ada padamu?” Berkata Iblis, “Aku menyambar hati hamba-hamba Allah “. Berkata Nabi Musa, ” Apa perbuatan manusia, yang dengannya engkau menguasai kepadanya. “ Iblis menjawab, ” Jika seorang ujub kepada dirinya, banyak amalnya dan lupa dosa-dosanya. Dan aku menakut-nakuti (memperingatkanmu) tiga hal :

1. Janganlah kamu nyepi dengan seorang perempuan yang tidak halal bagimu, karena sesungguhnya tidak nyepi seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya kecuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku merusaknya.

2. Jangan kamu berjanji sesuatu janji kecuali engkau memenuhinya, karena sesungguhnya tidak berjanji seseorang dengan suatu janji kecuali aku menutupi antara dia dengan memenuhi janjinya.

3. Jangan sekali-kali kamu shodaqoh kecuali kamu harus meneruskannya, karena sesungguhnya tidak mengeluarkan seseorang akan shodaqoh lantas dia tidak meneruskannya kuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku menutupi antara dia dengan mengeluarkan shodaqohnya.”

Kemudian dia pergi sambil berkata, “oh alangkah celakanya !” Berkata begitu tiga kali. Musa telah mengerti apa-apa yang dia akan memberi peringatan supaya hati-hati dengannya anak cucu Adam (Talbisu Iblis 30)

Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Yahya bin Zakaria ‘Alaihi Salam

Abdullah bin Muhammad bin Ubaid telah meriwayatkan dengan isnadnya dari Wuhaib bin Ward, dia berkata : telah sampai kabar kepada kami bahwasanya iblis yang jahat itu menampakan diri kepada Nabi Yahya bin Zakaria, maka dia berkata,” Sesungguhnya aku akan menasihatimu.” Berkata Nabi Yahya, ” Bohong, kamu tidak menasihatiku tetapi kabarkanlah kepadaku tentang anak cucu Adam.”

Berkata iblis,” bagiku anak cucu adam itu ada tiga macam” :

1. Adapun macam yang pertama ialah yang paling berat dan paling sulit kami datang merusaknya, kami betul-betul berusaha pol tetapi mereka melonggarkan waktu untuk istighfar dan tobat, maka mereka merusak segala upaya kami, kami mengulangi, mereka juga mengulangi istighfar dan tobat. Kami tidak putus asa tetapi kami tidak mendapatkan hajat kami padahal kami telah bersusah payah.

2. Macam yang kedua ialah mereka yang di tangan-tangan kami seperti bola di tangan anak-anak kalian, kami menyambar dengan cepat sekehendak kami, sungguh kami telah menguasai mereka.

3. Adapun macam yang ketiga adalah orang-orang sepertimu yang ma’sum ( terjaga dari kesalahan ) kami tidak berkuasa sama sekali.

Berkata Nabi Yahya,” Apakah engkau juga tidak berkuasa atas saya ?”

Berkata iblis,” tidak, kecuali satu kali, yaitu kamu mendatangi makanan, kamu memakannya, kami tidak henti-hentinya menyenangkan kamu makan sehingga kamu makan diluar kebutuhan, maka malam itu kamu tidur nyenyak dan tidak sholat malam seperti biasanya.”

Berkata Nabi Yahya kepadanya,” tidak diragukan lagi, aku tidak akan kenyang karena makanan selamanya.”

Berkata iblis “ sudah tentu aku tidak menasehati anak cucu Adam sesudahmu.” (Kitab Aakaamul Marjan).

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdillah bin Khuaibiq, ia berkata : Nabi Yahya bin zakaria bertemu iblis, beliau bertanya,” Hai Iblis, kabarkanlah kepadaku manusia yang paling kamu senangi dan manusia yang paling kamu benci.”

Berkata iblis “ Manusia yang paling aku senangi adalah mu’min yang bakhil dan manusia yang paling aku benci dari mereka adalah orang-orang fasiq yang dermawan.”

Berkata Nabi Yahya,”kenapa begitu?” Berkata iblis,” Karena orang yang bakhil itu, bakhilnya mencukupi kepadaku ( untuk menyesatkannya ) dan orang fasiq yang dermawan itu, aku kawatir Allah memperlihatkan kedermawanannya lantas Allah menerimanya.”

Kemudian iblis pergi dan berkata,” Andaikata bukan karena engkau itu Yahya, maka aku tidak akan mengabarkannya.” (Kitab Aakaamul Marjan).

Iblis/ Syetan Memperlihatkan dirinya kepada Nabi Ayyub ‘Alaihi Salam
Ibn Abi Khatim meriwayatkan dari Ibn Abbas, dia berkata: Syetan berdoa, ” Ya Tuhan, Kuasakanlah aku kepada Nabi Ayub!” Alloh Ta’ala berfirman, “Aku telah menguasakan kamu kepada hartanya dan anaknya, dan Aku tidak menguasakan kamu atas jasadnya.”

Maka turunlah Iblis dengan semua tentaranya, maka Iblis berkata kepada tentaranya, “Aku telah diberi kuasa (mengganggu) Ayub, maka perlihatkanlah kekuasaamu kepadaku!” Maka mereka menjadi api kemudian mereka menjadi air. Maka ketika mereka di timur ketika itu mereka di barat, dan ketika mereka di barat ketika itu mereka di timur.

Maka Iblis mengutus dari mereka (untuk merusak):
segolongan untuk merusak tanamannya dan segolongan yang lain merusak ontanya dan segolongan yang lain merusak sapinya dan segolongan yang lain merusak kambingnya.

Iblis berkata, “Tidak bisa dijaga kamu (Ayub) kecuali dengan sabar.” Maka Iblis dengan semua tentaranya datang kepada Nabi Ayub dengan bermacam-macam musibah, sebagian di atas sebagiannya.
Maka datang pemelihara kebun lantas berkata, “Wahai Nabi Ayub, tidakkah kamu lihat Tuhanmu telah mengutus api membakar tanamanmu.”
Kemudian datang pemelihara unta dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu lihat, Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi untamu?”

Kemudian datang pemelihara sapi dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu litah Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi sapimu?”
Kemudian datang pemelihara kambing dan dia berkata kepada Nabi Ayub, “Tidakkah kamu litah Tuhanmu telah mengutus musuhmu membawa pergi kambingmu?”
Nabi Ayub berpisah berpisah menyendiri dari anak-anaknya, kebetulan mereka berada di rumah anak yang paling besar. Ketika mereka makan dan minum tiba-tiba angin bertiup dengan kerasnya sehingga pilar-pilar rumah runtuh dan menimpa mereka sampai mati.
Iblis berkata, “Alangkah ngerinya jika engkau (Ayub) melihat darah mereka bercampur dengan makanan dan minuman mereka.
Nabi Ayub berkata, “Dimanakah kamu waktu itu?”
Iblis berkata, “Aku bersama mereka.”
Berkata Ayub, “Bagaimana kamu bisa selamat dari bencana?”
Berkata Iblis, “Aku terlepas.”
Ayub berkata, “Kamu syetan.” kemudian Nabi Ayub berkata, “Aku hari ini seperti saat dilahirkan oleh ibuku.”
Maka Nabi Ayub berdiri mencukur rambut kepalanya kemudian berdiri dan sholat.
Maka Iblis menangis meraung-raung sampai tangisannya terdengar oleh penduduk langit dan bumi. Kemudian dia kelangit dan berkata, “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub telah terjaga (dari godaan), kuasakanlah aku kepadanya, sesungguhnya aku tidak bisa menggoda kepadanya kecuali dengan kekuasaanMu.”

Alloh berfirman,” Sungguh Aku menguasakan kamu atas jasadnya dan tidak menguasakan pada hatinya.”

Maka Iblis turun dan meniup telapak kakinya Nabi Ayub dengan sekali tiup dan lukalah di antara dua telapak kakinya sampai ke kepalanya. Maka bersatulah luka-luka itu menjadi luka besar dan dia meletakkan di atas bara api hingga kelihatan perutnya. Istrinya pun datang bergegas kepadanya hingga berkata, “Tidakkah kamu lihat wahai Ayub, qodar Alloh yang menimpamu dari kepayahan dan kemiskinan yang jika aku jual sepotong roti maka aku memberi makan kepadamu. Berdo’alah wahai Ayub, agar Alloh menyembuhkanmu.”

Berkata Nabi Ayub, “Kasihanilah dirimu, kita dalam kenikmatan selama 70 tahun, maka bersabarlah kamu (wahai istriku) sehingga kita dalam kemiskinan 70 tahun.”
Nabi Ayub menjalani semuanya itu dalam cobaan selama 7 tahun.
Untuk itu kita supaya bisa mengambil hikmah dari kesabaran Nabi AYub, yang dengan kesabaran itu Alloh menyelamatkannya dari syetan.

Ibn Abi Hatim meriwayatkan juga dari Yazid bin Maisyaroh dia berkata : ketika Alloh mencoba Nabi Ayub dengan hilangnya keluarga, harta benda dan anak-anaknya dan tidak ada sesuatu baginya yang pantas disebutkan (kebersihan hati), maka Nabi AYub berdoa : “Ya Alloh, Aku memujiMu, wahai Tuhannya semua yang dianggap tuhan, Engkaulah yang telah berbuat baik kepadaku, Engkau yang telah memberi harta benda dan anak-anak, maka tidak tinggal dari hatiku satu cabang (pemberian) kecuali ia telah masuk kedalamnya, Engkau telah mengambil semuanya dariku dan Engkau telah mengosongkan dari hatiku, maka tidak ada sesuatu yang menutupi antaraku dan antaraMu. Jika musuhku Iblis mengetahui yang Engkau perbuat niscaya dia dengki kepadaku.” Maka Iblis pun menemui Nabi Ayub dalam keadaan begitu dengan mungkar. (Tafsir Ibn Katsir juz 3/118).

Iblis Memperlihatkan Dirinya kepada Nabi Isa ‘Alaihi Salam

Abu Bakar Al Baghindi meriwayatkan dari Sofyan bin Uyainah, dia berkata : Nabi Isa bertemu iblis dan iblis berkata kepadanya, “ Engkau yang telah sampai dari keagungan ketuhananmu, engkau dapat berbicara di waktu kamu masih kecil dalam ayunan. Sedangkan sebelummu tidak ada seorangpun yang bisa begitu. Nabi Isa menjawab “ bahkan keagungan dan ketuhanan itu bagi Allah yang telah menjadikan aku bisa bicara, Allah juga yang mematikanku, kemudian menghidupkanku.”

Berkata iblis,” Engkaulah yang telah sampai keagungan dan ketuhanan, engkau bisa menghidupkan orang mati.”

Nabi Isa berkata,” Bahkan ketuhanan itu hanya bagi Allah, ia yang mematikanku dan mematikan orang-orang yang ku hidupkan, kemudian dia pulalah yang menghidupkanku.”

Berkata iblis kepada Nabi Isa, “ Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah tuhan orang yang ada di langit dan tuhan orang yang ada di bumi.”

Maka Malaikat Jibril menampar iblis dengan sayapnya, maka dia tidak mencegah berada di bawah tanduk matahari ( qorna syaiton ). (Kitab Aakaamul Marjan).

Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Darda`, dia berkata : Rasulullah berdiri sholat, maka aku mendengar beliau bersabda, Aku mohon perlindungan kepada Allah dari (kejahatan)mu(iblis).

Kemudian beliau bersabda,”Aku melaknatmu dengan laknat Allah.”

Dan Nabi membentangkan tangannya tiga kali seolah-olah beliau menangkap sesuatu.

Maka ketika selesai sholat, kami bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mendengar engkau berkata sesuatu dalam sholat yang sebelumnya kami belum pernah mendengarnya, dan kami melihat engkau membentangkan tanganmu.”

Nabi bersabda,” Sesungguhnya musuh Allah, iblis, datang dengan membawa obor untuk membakar wajahku, maka aku berkata : aku mohon perlindungan kepada Allah dari (kejahatan)mu.(3X).
(أعوذبالله منك). Kemudian aku berkata: “Aku melaknatimu dengan laknat Allah yang sempurna.(3X) (العنك بلعنة الله منك). Maka dia tidak mundur, kemudian aku berkehendak menangkapnya.

Demi Allah andaikata tidak ada doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi-pagi dia dibelenggu, bermain-main dengannya anak-anak penduduk Madinah. (Hadits riwayat Muslim)

Imam Nasa`i meriwayatkan dengan sanad yang memenuhi syarat Bukhori dari ‘Aisyah : ” Sesungguhnya Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam sholat, tiba-tiba syaitan datang kepadanya, maka Nabi menangkapnya, mendorongnya, lantas mencekiknya.

Bersabda Rasulullah,” Hingga aku menjumpai dingin lidahnya (syaitan) di tanganku.”

Dari Abi Tayyah berkata : aku berkata kepada Abdurrahman bin Khombasy Attamimy, sedangkan dia itu orang tua, ” Adakah engkau menemui Rasulullah?” Dia berkata, “Ya!” Aku berkata,” Bagaimana dia berbuat pada malam yang hampir-hampir saja jin dan syetan-syetan (menggodanya)?”

(جَاءَتِ الشَّيَاطِينُ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الأَوْدِيَةِ، وَتَحَدَّرَتْ عَلَيْهِ مِنَ الْجِبَالِ، وَفِيهِمْ شَيْطَانٌ مَعَهُ شُعْلَةٌ مِنْ نَارٍ، يُرِيدُ أَنْ يُحْرِقَ بِهَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: فَرُعِبَ -قَالَ جَعْفَرٌ[2]: أَحْسَبُهُ قَالَ: جَعَلَ يَتَأَخَّرُ-. قَالَ: وَجَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام  فَقَالَ
يَا مُحَمَّدُ! قُلْ.
 : قَالَ
مَا أَقُولُ؟
: قَالَ
 : قُلْ
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ
وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا
وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا
وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ، إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ
 !يَا رَحْمَـٰنُ
(فَطَفِئَتْ نَارُ الشَّيَاطِينِ، وَهَزَمَهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ).

Dia berkata,” Sesungguhnya syaitan-syaitan pada turun dari lereng gunung, dari jurang-jurang, dan diantara mereka ada yang membawa obor api di tangannya, akan membakar wajah Rasulullah.

Maka turun Malaikat Jibril kepada Nabi, lantas berkata, Wahai Muhammad, berkatalah! Nabi berkata, “Berkata apa?” Jibril berkata, “Berkatalah :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ
وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا
وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا
وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ، إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ
 يَا رَحْمَـٰنُ 

(رواه الإمام أحمد (3/ 419

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang Allah ciptakan, yang Allah jadikan, yang Allah adakan dan dari kejahatan apa-apa yang turun dari langit dan dari kejahatan apa-apa yang naik ke langit dan dari kejahatan kerusakan-kerusakan malam dan siang dan dari kejahatan tiap-tiap yang berjalan di waktu malam kecuali pejalan di waktu malam yang berjalan dengan kebaikan, wahai Tuhan yang Maha Murah”. 



Maka padamlah api mereka dan Allah Tabaaroka wa Ta’ala menghancurkan mereka.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *