Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Kahuripan dari Bandung ke Kertosono

By | Juli 30, 2015
Terakhir saya naik kereta ekonomi sekitar 10 tahun yang lalu ke arah Jawa Timur tepatnya saat itu menuju Wonosalam Jombang. Saat itu, kondisi kereta ekonomi masih campur aduk dengan para pedagang dan tempatnya lumayan berdesakan. Di dalam kereta yang sudah terasa sempit dan hareudang (panas,red), lengkap pula dengan pabaliut dengan para pedagang asongan, dari mulai pedagang pecel, pedagang nasi, pedagang jeruk, dan sebagainya. Sehingga sebentar-sebentar terdengar teriakan : pecel…pecel…pecel…
nasi ayam…nasi ayam…nasi ayam…brem…brem…brem…
tahu…tahu…tahu, 
jeruk…jeruk…jeruk….
belum lagi yang jualan dari intern kereta: es jeruk…es jeruk…es jeruk…(pedagangnya gemuk dan berkumis dengan kumis naik turun saat berteriak “es jeru’..es jeru’)).hehe…
Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, Allah mengqodar kembali naik sepur (kereta api dalam bahasa Jawa), dalam rangka mengantar anak yang ingin bersekolah (sambil mondok) di SMA Budi Utomo Gadingmangu, Perak, Jombang, Jawa Timur, penulis berkesempatan kembali naik kereta ekonomi yang bernama “Kahuripan”. Kereta ini (Kahuripan) biasa juga diplesetkan dengan kereta “argo welas”, plesetan dari kereta kelas bisnis “argo wilis”. Kenapa disebut argo welas, karena selalu mengalah disalip atau menunggu kereta bisnis dan eksekutif lewat. Belum lagi dengan kondisi seperti disebutkan di atas yang kondisinya mungkin menyedihkan/kurang nyaman bagi yang tidak terbiasa. Ada juga yang menyebutnya kereta “yang penting urip” dari asal kata kahuripan.hehe…
Lain dulu, lain sekarang, ternyata kereta ekonomi saat ini sudah nyaman. Dimulai dari pembelian karcis secara online dan kita bisa tahu masih ada kursi tersisa apa tidak dan juga bisa memilih kursi/tempat duduk secara online tanpa harus datang ke stasiun. Nanti karcis yang sudah dipesan online tersebut tinggal di print secara mandiri/minta tolong petugas di print langsung di luar loket antrian).

Kedua, di dalam kereta sudah tanpa lalu lalang pedagang asongan lagi dan lebih tertib duduk sesuai karcis kecuali penumpang kereta nekad yang menempati tempat orang lain (resikonya bila tidak sesuai karcis yang ia pesan, dan kemudian yang empunya karcis naik, maka yang menempati bukan haknya diusir ke tempat sesuai karcis yang telah ia beli sebelumnya, bila tidak mau diusir oleh penumpang yang naik tersebut maka nanti diusir oleh petugas yang didampingi 2 orang polsuska (polisi khusus kereta yang mengawal petugas pemeriksa karcis).

Ketiga, kereta juga tidak terasa panas karena sudah dilengkapi AC yang lumayan dingin karena di setting di 20 derajat Celcius. Saat ini juga dua disediakatn dua colokan untuk listrik sehingga anda bisa sambil ngecharge HP.

Oh ya, bila anda kebelet buang air kecil dan buang air besar, juga sudah disediakan shower untuk menyiramnya, di dalamnya juga ada wastafel kecil untuk cuci tangan atau berwudhu. Hanya saja, lumayan antri karena ternyata penggemarnya banyak.

Selanjutnya, baik pemberangkatan maupun pemberhentian di setiap stasiun singgah, waktunya betul-betul on time alias tepat waktu. Bila di jadwal berangkat dari Stasiun Kiaracondong pukul 20.00 maka kereta sudah standby sebelum itu dan tiap pemberhentian juga pas sesuai jadwal. mantaps!

Penulis kebetulan mendapat tiket kahuripan jurusan Kiaracondong (KAC)-Kertosono (KTS) dengan jadwal pemberangkatan pk. 20.00 dan jadwal tiba pukul 08.58. Dan, alhamdulillah memang sesuai jadwal.
Berikut jadwal kereta kahuripan beserta jadwal tiba di setiap stasiun pemberhentian:
  • KA 182 dari Kiaracondong ke Kertosono (Kereta berangkat dari Kiaracondong dan tujuan akhir di Kediri. Kalau mau ke Kertosono maka turun di stasiun Kertosono)

  • KA 181 dari Kertosono ke Kiaracondong (Kereta berangkat dari Kediri, tapi kita naik di Kertosono, kita tidak perlu ke Kediri dulu kalau mau naik dari Kertosono)

rute kereta kahuripan, rute kereta ekonomi kahuripan, Kahuripan Kediri - Kiaracondong PP
Setiap kereta akan berhenti di stasiun pemberhentian di atas, ada petugas khusus yang woro-woro (memberi pengumuman) bahwa kereta akan berhenti di stasiun tersebut, misalnya kalau dari Kiaracondong Bandung kemudian akan berhenti di Stasiun Walikukun, maka petugas memberi tahu penumpang bahwa kereta akan memasuki stasiun walikukun, penumpang agar mempersiapkan barang bawaannya jangan sampai tertinggal atau tertukar dengan punya penumpang lain. Tak lupa petugas menyampaikan terima kasih telah menggunakan jasa kereta api kahuripan dan selamat bertemu kembali di perjalanan-perjalanan berikutnya.
Penumpang harus memperhatikan pengumuman tersebut jangan sampai stasiun yang ditujunya terlewat, seperti yang dialami salah satu penumpang yang ketiduran, ia seharusnya berhenti di stasiun Gombong, tapi karena ia terlelap (dan tidak berpesan dengan penumpang di sebelahnya) akhirnya ia kebablasan baru turun di stasiun Wates)…Hihihi…kasian nih penumpang padahal masih muda.
Kalau dari Kiaracondong, kereta akan menempuh rute dan berhenti stasiun-stasiun berikut: 
Kiaracondong-Cibatu-Cipeundeuy-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Langen-GandrungMangun-Maos-Kroya-Sumpiuh-Gombong-Kutoarjo-Wates-Lempuyangan-Klaten-Purwosari-Sragen-Walikukun-Paron-Madiun-Caruban-Nganjuk-Sukomoro-Kertosono-Kediri.
Sementara dari arah sebaliknya (Kediri-Kiaracondong), kereta kahuripan akan menempuh rute dan berhenti di stasiun-stasiun berikut:
Kediri-Kertosono-Nganjuk-Caruban-Madiun-Barat-Paron-Walikukun-Sragen-Kemiri-Purwosari-Klaten-Lempuyangan-Wates-Kutoarjo-Gombong-Maos-Lebeng-Langen-Banjar-Karangpucung-Ciamis-Tasikmalaya-Cipeundeuy-Bumiwaluya-Kiaracondong.
Jadi hati-hati ya dan perhatikan betul sebelum membeli tiket, kereta akan berhenti sesuai stasiun yang kita inginkan apa tidak, atau perhatikan stasiun terdekat sesuai tujuan kita. 
Beda kereta ternyata beda lagi rute dan pemberhentian keretanya, seperti kereta mutiara selatan (kelas bisnis) kalau kita dari Kertosono maka harus naik di Stasiun Jombang, bukan di Kertosono dan kereta Mutiara Selatan tidak akan berhenti di Kertosono. 
Yang harus diperhatikan juga jadwal pemberangkatan dan lamanya kereta berhenti di setiap stasiun tidaklah sama. Kalau KA 182 dari Kiaracondong, ia akan berhenti lumayan lama di Kiaracondong tapi saat sampai di stasiun pemberhentian itu ada yang sebentar/tidak lama, sehingga jangan sampai terlambat walaupu satu menit. Ada pengalaman salah satu siswa dari Gadingmangu tertinggal kereta padahal hanya telat 4 menit. Kereta memang tanpa ampun, karena sudah terjadwal dan harus tepat waktu. Penumpang tidak akan ditelepon kalau sampai terlambat. Ya sudah ditinggal.

Dari Bandung ke kertosono dan sebaliknya dari kertosono ke Bandung dengan kereta Kahuripan kita akan menempuh perjalanan sekitar 614 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. Sementara kalau pakai kelas bisnis, waktu tempuh 2 jam lebih cepat yakni 12 jam, ya maklum Kereta Kahuripan memang kereta keporo ngalah sehingga nunggu dulu kereta lain lewat. hehe..

Oh ya, kalau kita di kereta merasa lapar tinggal pesan nasi goreng atau nasi ayam. Untuk harga satu dus nasi goreng dihargai Rp 18.000,- dan untuk segelas kopi dihargai Rp 6.000,-

Demikian semoga bermanfaat.
  

2 thoughts on “Pengalaman Naik Kereta Ekonomi Kahuripan dari Bandung ke Kertosono

  1. CATATAN N17

    mantabs gan. baru mau nyoba insha Allah krn sekluarga. jalan2 sambil nengok anak di gontor. turun di madiun. murah meriah hehehe

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *