Kekuatan Cinta Ayah

By | Mei 26, 2015
Hari Ayah dan Cinta Ayah

Di beberapa negara, seperti Amerika, Inggris, Selandia baru, dan negara-negara lainnya di belahan benua Eropa, setiap minggu ketiga di bulan Juni, diperingati sebagai hari ayah. 

Mungkin di Indonesia hari ayah kurang populer, tidak sepopuler hari ibu. Walau pun demikian, kehadiran sosok ayah di samping kita tentu tidak bisa di abaikan. Pernahkah kita merenungkan akan cinta dan pengorbanan ayah untuk kita? 
Seringkali kita beradu argumentasi dengan ayah yang kita rasa terlalu mengekang, hingga adu argumen tersebut berujung dengan pertengkaran yang menyebabkan kita hengkang dan membanting pintu kamar. 
Rasanya ayah memang tidak selembut ibu. Ibu tentu akan segera mengejar dan mengetuk pintu kamar dengan lembut.

Namun tahukah kamu bahwa saat itu sebenarnya ayah pun menahan gejolak dalam batinnya, ia ingin mengabulkan keinginanmu tapi disisi lain ia pun ingin melindungimu dari bahaya yang mengancam?

Terkadang saat kita meminta dibelikan sesuatu kepada ayah, ia dengan tegas mengatakan “Tidak!” lalu kita akan menilai ayah pelit!. 
Namun tahukah kamu, bahwa saat itu sebenarnya ayah tengah melatihmu agar tidak manja, ia mengajarkan padamu bahwa dalam hidup ini ada hal-hal yang bisa kita dapatkan dengan mudah dan ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan begitu saja, perlu perjuangan dan kesabaran.
Terkadang saat kita hendak bepergian jauh, merantau mencari ilmu, ibu akan melepas kepergian kita dengan peluk dan air mata yang berurai, tapi ayah hanya menepuk pundak kita sambil berkata “Jaga dirimu baik-baik !” seolah-olah ia tidak merasa kehilangan kita. 
Namun tahukah kamu bahwa sebenarnya batin ayah pun khawatir akan keadaanmu tapi ia tidak ingin menampakkan kekhawatirannya di depanmu karena ayah ingin kamu bisa melangkah dengan kuat dan tegar!. 
Ketika kita menerima kelulusan dengan nilai memuaskan, ibu akan bersorak sambil menciumi kita, tapi ayah hanya tersenyum sambil menjabat tangan kita, memberi ucapan selamat pada kita, seolah-olah prestasi kita biasa-biasa saja. 
Namun tahukah kamu, bahwa sebenarnya saat itu ayah pun ingin bersorak seperti ibu? Namun ia cukup memberimu jabat tangan, karena ia ingin mengajarimu agar tidak pongah dan lengah dengan kesuksesan yang telah kamu dapat. 
I Love You, Dad! 
Ungkapan cinta ayah memang unik. Namun, disadari atau tidak, kekuatan cinta ayahlah yang membuat kita bisa jadi kuat, tegar, mandiri, dan bijaksana.

Jika kamu masih memiliki ayah, bersyukurlah, karena banyak diantara kita yang tidak memiliki ayah bahkan tidak mengenal sosok ayah mereka.

Bagi seseorang yang sudah kehilangan seorang ayah, begitu sangat merindukannya lho, kamu yang masih memiliki ayah kok di sia-siakan?

Coba renungkan lagu Rinto Harahap yang berjudul : Ayah, berikut ini :

Di mana … akan kucari
Aku menangis, seorang diri

Hatiku, slalu ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi


Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi


Lihatlah .. hari berganti
Namun tiada seindah dulu

Datanglah, aku ingin bertemu
Denganmu, aku bernyanyi…


Maka cintailah ayahmu, seperti kamu mencintai ibumu. I Love you dad, Aku Cinta Ayah ! Selamat hari ayah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *