Artikel Kisah Nyata : Kucing Tetangga

By | Mei 4, 2015
kisah nyata, artikel kucing, hewan peliharaan, binantang peliharaan
Kucing Tetangga Terlelap Di atas Jok Motor
Apakah anda penyuka kucing dan memelihara kucing di rumah anda? Kucing memang hewan lucu, senang dibelai dan bisa menjaga rumah dari tikus. Tidak ada yang salah memelihara kucing, yang penting di rawat dan dijaga dengan baik. Di kompleks perumahan kami memang banyak sekali kucing berkeliaran khususnya kucing milik tetangga yang memang jumlahnya cukup banyak. Nah, anehnya para kucing ini senangnya bermalam di tempat kami bukannya di rumah si empunya (yang punya) kucing. Para kucing ini tidur kadang di kursi tamu kami, di atas motor, bahkan di atas kap mobil (mungkin terasa hangat ya bagi mereka?). Mungkin anda berkata, “Jangan suudzon dulu, mungkin pelakunya siapa tahu bukan kucing? Kami kira, kami tidak perlu sewa detektif karena biasanya si kucing tertangkap basah sedang berleha-leha di tempat tadi dan setiap pagi meninggalkan jejak kaki (tentu kaki kucing) dan jejak bulu kucing ini berserakan di atas jok motor dan kap mobil bahkan meninggalkan bau pesing pipis mereka. Inilah yang jadi salah satu masalah.
Tidak perlu terlalu serius membaca dan menyimak artikel ini apalagi sampai memarahi kucing tetangga anda yang kebetulan lewat, santai saja. 🙂 Mari kita lanjutkan!
Tiap malam kami dapati si kucing sedang bersantai dan istirahat di kursi tamu yang kami sediakan untuk tamu dan bukan untuk kucing..hehe…akhirnya kursi-kursi tamu kami penuh dengan bulu kucing dan ternyata mereka para kucing ini tidak hanya ikut tidur saja tapi juga memakai cakarnya untuk “latihan mengasah kuku” sehingga kursi tamu kami yang terbuat dari kulit imitasi penuh dengan cakaran kucing. Belum lagi, saking betahnya si kucing, kursi tamu kami dikencingi juga..wah…wah…wah..lumayan deh untuk membersihkannya. Kalau buang air besar di tanah/pasir pekarangan kami jangan ditanya lagi. Anda bisa bayangkan aromanya…hehe…belum lagi, tong sampah kami ditumpahkannya karena mencari makanan di dalamnya dan akhirnya sampahnya berserakan (kadang-kadang para kucing ini seperti kelaparan karena memakan rumput di pekarangan kami namun akhirnya memuntahkannya kembali. weleh..weleh. Bayangkan kucing makan rumput? setahu kami kucing adalah hewan carnivora alias pemakan daging, mungkin kecuali kucing peliharaan ya mereka jadi omnivora alias pemakan segala jenis makanan). Ibarat manusia mungkin rumput sebagai lalaban dan sayuran seperti tumis kangkung dll. Tapi kalau tumis rumput, mana enak?  Anehnya, kadang mereka membawa tikus entah memperolehnya dari mana, tapi kadang tikusnya disisakan tidak dihabiskan semua, entah apa maksudnya kucing ini? apa tikusnya tidak enak, atau terlalu kekenyangan atau disisakan untuk makan malam? entahlah, mereka tidak pernah cerita kepada kami dan kami memang tidak mengerti bahasa kucing. Kadang istri saya mengusirnya hus..hus,,eh, malah si kucing balas mengeong keras dan menatap tajam, .
Belum cukup di situ, para kawanan kucing ini suka naik ke atap genting lewat saluran air (dari bahan PVC yang akhirnya pecah) dan sering mereka kejar-kejaran di atas entah bertengkar atau sedang mengejar pasangannya seperti dalam film India, sehingga genting kami banyak yang bocor karena gentingnya bergeser. Plafon rumah tinggal kami pun pernah ambrol beserta si kucing yang jatuh dari ketinggian sekitar 3,5 meter, ajaibnya mereka begitu jatuh di lantai langsung lari lagi tanpa merasa “nyeri cangkeng” atau menderita patah tulang, tak heran mereka dijuluki punya sembilan nyawa.
Tadi malam, lebih parah lagi, sepertinya telah terjadi pertengkaran hebat antara sesama kucing karena tersisa bekas darah dan bulu-bulu bekas cakaran yang berserakan. waduh…!
Mudah-mudahan kami sabar menghadapinya dan mendapat pahala dari beberapa kejadian di atas dan Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik untuk kami berupa rizqi, pertolongan dan pahala yang besar. Anggap saja para kucing (pemilik kucing) telah memberikan lapangan amal shalih dan ujian kesabaran,
Tulisan ini hanya untuk berbagi saja bagi anda yang memang pencinta hewan seperti kucing, anjing dan sebagainya. Kalau perlu, perhatikanlah dimana mereka bermalam dan di cek apakah mereka tidak merugikan tetangga seperti yang kami alami. Seperti yang disebutkan di atas, tidak ada yang salah memelihara binatang/ hewan peliharaan, namun lebih penting lagi perawatan dan pengawasannya. Apalagi beberapa hewan peliharaaan perlu di vaksin supaya tidak membahayakan orang lain.
Mudah-mudahan tetangga kami segera diberi kesadaran bahwa betapa merepotkannya kucing-kucing mereka. Bila anda pemilik kucing membaca artikel ini, tidak perlu memukuli kucing anda, cuma diingat-ingat saja bahwa bila kita beriman kepada Allah Rasul maka jangan sampai kita menyakiti tetangga kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *